Citadelweg

Jalan Veteran I dulu bernama Citadelweg, jalan menuju citadel (benteng) Frederik Hendrik yang terdapat di Wilhelmina Park, kini Mesjid Istiqlal.

Citadelweg tersohor dengan adanya Ragusadie Italiaanse ijssalon; Black Cat club; dan Parkhotel. Dalam foto kuno, di antara rel trem dan rel kereta api, dibalik pohon palm tampak deretan bangunan. Itulah jalan Veteran I dengan bangunan yang sama, sejak 1923, masih berdiri kokoh. Foto di bawahnya diambil April 2007.
Continue reading

Advertisements

New Year’s Eve di Bataviase Nouvelles Cafe

03e-newyear.jpg

Yang bingung mau menghabiskan jam-jam terakhir 2006 bisa ke Bataviase Nouvelles Cafe lho.

Acara sederhana sih. Sekedar kumpul-kumpul, ngobrol, bareng nyanyi. Ada BBQ, fries, steam: chicken, seafood, beef. Trus salad, softdrink, cofee, tea. Rp. 100.000 all you can eat. Lumayan irit.

Tapi tempat terbatas. Cek aja ke +6221 381 4107, masih ada jatah ga.

Mas Toto akan bikin sketsa wajah setiap tamu. Gratis, alias included in the price. Kalau suasananya ternyata ga cocok, kabur aja ke monas, cuma 100 meter dari cafe. Ada air mancur joged, mungkin juga kembang api, pastinya banyak bgt manusia di sana…

Selamat tahun baru 2007.

Kafe Bataviase Nouvelles?

cafe.jpg

Bataviase Nouvelles punya kafe?
Ah, becanda…

Tapi alhamdulillah benar. Dua hari lalu dimulai soft openingnya. [klik untuk selengkapnya]

Kafe Bataviase Nouvelles

cafe.jpg

Bataviase Nouvelles punya kafe?
Ah, becanda…

Tapi alhamdulillah benar. Dua hari lalu dimulai soft openingnya. Lokasinya persis di sebelah kantor redaksi : Jl. Veteran I No.25. Ikut meramaikan jalan ini bersama kafe dan restoran yang lama dikenal warga : Domus, Dapur Baba, Tao Bar, Bu Tjitro, es krim Ragusa yang hadir di situ sejak jaman Belanda, sampai Restoran Sriwijaya di ujung jalan, melekat pada hotelnya.

Mampirlah. Ada berbagai teh unik yang nikmat dan berkhasiat. Juga ada wine khusus dari Bali. Ambiennya juga nyaman, berbagai lukisan di setiap dindingnya sering muncul di Bataviase Nouvelles.

Laporan lebih lengkap dan fotonya menyusul deh.

Buka Puasa di Jalan Kramat Raya Senen

02b-kramat.jpg

Menjelang bedug Maghrib, Jalan Kramat Raya di Senen, Jakarta Pusat ini selalu riuh dan ramai. Ada “pasar kaget” yang tersohor sejak puluhan tahun lalu. Lemang, makanan khas daerah Minang untuk berbuka puasa, menjadi menu utama. Aneka masakan Padang atau masakah khas Kampung Kapau, Bukittinggi, yang paling enak di Jakarta bisa diperoleh di sini.

Area seputarnya boleh berubah dan berganti wujud, namun tenda-tenda yang dicintai para penikmat masakan Padang ini sejak 1970-an tetap hadir dengan kekhasannya sendiri. Puluhan pedagang –-mungkin ada seratus-– beberapa di antaranya baru mulai berjualan sejak 1980-an, berjejer di pinggir jalan sempit ini menjual aneka makanan dan kudapan yang benar-benar khas.

Nama makananan bergantungan merangsang fantasi yang khas Minang: Gulai Itiak Cabai Hijau, Randang Bebek Hitam, Ayam Pop, Gulai Tunjang dan lain-lain. Meja dan kursi makan ditata rapi dihiasi aneka krupuk, kripik, dan sambal. Rak-rak dipenuhi aneka makanan yang menerbitkan air liur: rendang, balado, gulai kepala ikan, sambal goreng udang, ayam panggang, bawal panggang, ikan kembung panggang hingga petai rebus, bakar, serta mentah. Bagi pembeli yang belum mengenal betul menu khas Kapau dipastikan menjadi terbingung-bingung. Semuanya begitu menggiurkan dan segera saja mengundang rasa lapar yang hebat.

Sejak jam empat sore mereka sudah mulai berjualan, masingmasing dengan makanan andalannya sendiri, melayani para pembeli yang ingin membawa pulang ke rumah makanan-makanan lezat tersebut dan berbuka puasa bersama keluarganya. Semakin mendekati menitmenit bedug magrib, jumlah pengunjung semakin ramai. Perhatikanlah, jika Anda memesan makanan lima menit sebelum bedug berkumandang, maka lima menit setelah adzan maghrib belum tentu Anda sudah menyantapnya. Begitulah riuhnya saat berbuka puasa.

Dimulai dengan makanan manis khas bulan puasa, seperti kolak, lemang (lontong ketan putih dimakan bersama bubur ketan hitam), bubur kampiun (kombinasi bubur candil, bubur sumsum, bubur srikaya, kolak pisang, kolang kaling). Usai keriuhan berbuka puasa, para pedagang di Jalan Kramat Raya ini tetap berjualan hingga watu Sahur. Jika Anda sesekali hendak makan Sahur di luar rumah, cobalah di Jalan Kramat Raya ini. Makanan khas dengan suasana yang tidak ada duanya.

Selamat berbuka puasa dan sahur bersama… | Kamilia – Indra |