Category Archives: lembaga

Obama is MY president, seru McCain….

Sangat mengagumkan. Andaikan saja para kandidat Presiden kita yang kalah juga seperti McCain, demi kebaikan dan kemajuan bangsa, mendukung dan menyambut ajakan “Bersama Kita Bisa” …
Seruan yang diucapkannya, “Obama is my President” berhasil mengubah gemuruh ledekan atas kemenangan Obama menjadi tepuktangan. Karena jauh di dalam lubuk hati mereka, saya yakin mereka membutuhkan pijakan dan tauladan untuk bersikap yang patut dan benar, dan McCain memberikan itu.

Continue reading Obama is MY president, seru McCain….
Advertisements

Hari Bumi yang mengusik kenyamanan…

Judulnya meminjam istilah Al Gore, An Inconvenient Truth. Jika ada yang belum menonton, sempatkanlah menyaksikannya lewat HBO dan CineMax malam ini, disajikan untuk menyambut Hari Bumi.

Keputusan untuk mengusir delman dari Taman Monumen Nasional terasa mengusik-usik hati, bertentangan dengan cita-cita Kartini dan konsep berwawasan lingkungan. Tetapi tetap ditahan untuk tidak menuliskannya, demi menghormati dan menghargai wanita pertama yang menjadi walikota Jakarta. Juga karena Gubernur telah menganjurkan agar segera dicarikan solusi mengatasi masalah kotoran kuda dan mengizinkan delman kembali beroperasi.

Lihatlah betapa hal-hal yang alami kini sudah dianggap mengusik kenyamanan. Padahal ia diciptakan untuk menjaga keseimbangan ekologi. Kotoran kuda pasti bermanfaat bagi tumbuhan dan mahluk-mahluk mikro yang membuat bumi ini layak dihuni manusia.

Menjadi tuan rumah Konperensi Pemanasan Global ternyata berpengaruh positif terhadap kesadaran publik. Hari Bumi tahun ini lebih terasa dibanding sebelumnya. Anak-anak hingga orangtua, para pejalan kaki hingga media massa, semakin sadar dan semakin kritis.

Kini tinggal para bapak-bapak dan ibu-ibu di pemerintahan dan parlemen, untuk mengaplikasikan dalam peraturan dan pelaksanaan di segala bidang. Agar publik bisa dengan leluasa menerapkan apa yang dianjurkan dalam An Inconvenient Truth. Continue reading Hari Bumi yang mengusik kenyamanan…

4 hari lagi. Global Action for Education

Jutaan orang Bangladesh, duaratus ribu murid Denmark dan menteri pendidikannya, duapuluh ribu anak Austria, duaribu anak di Bulgaria, 17 ribu anak Jepang, tigaribu sekolah ditemani Presiden dan Ketua parlemen Georgia, ribuan orang Palestina ditemani Menteri Pendidikan dan Menteri Keuangan, Perdana Menteri Burkina Faso, Perdana Menteri Norwegia, sekurangnya 8 menteri dan 1500 anak Cameroon, para anggota parlemen Canada, para selebriti Colombia, dan banyak lagi akan menghadiri kelas terbesar di dunia pada 23-24 April besok.

Sementara hari itu Raja Kambodja akan mengajar, Kanselir Jerman akan menyerahkan rapor, dan kita hanya sibuk dengan diri sendiri atau hanya bicara pada diri sendiri betapa peduli kita pada pendidikan. Continue reading 4 hari lagi. Global Action for Education

Kekuasaan yang Mengelak

Untuk menguatkan dan mendukung himbauan dan pesan yang terkandung, kami tampilkan editorial Kompas hari ini. Semoga kekuatan putih berhasil mengalahkan dominasi kekuatan hitam.

Terungkapnya kasus penyuapan aparat kejaksaan dan anggota DPR, pengalihan rumah negara jadi rumah pribadi, contoh fenomena krisis moralitas negeri ini.

Absurd! Kasus-kasus terjadi justru ketika pemerintah sedang aktif memberantas korupsi. Ada kesan sengaja melecehkan. Ada kesan nekat! Sebaliknya fenomena itu merupakan justifikasi kesan makin tak adanya sikap ksatria, keteladanan, dan berpihak kepada rakyat. Continue reading Kekuasaan yang Mengelak

Televisi menebar kerusuhan dan perilaku negatif

Judul yang provokatif memang. Maaf, ini karena rasa prihatin dan was-was yang sudah memuncak. Beberapa hari belakangan ini di layar kaca semakin sering ditonjolkan aksi-aksi demo kekerasan, dan seperti biasa: lengkap, sangat detil, dan berulangkali ditayangkan. Seakan mengajarkan pada masyarakat ala buku panduan yang berembel-embel HOW TO.

Meski tidak mampu membuktikan, hati kecil yakin sekali bahwa aksi demo dibumbui kekerasan di negeri ini merupakan kontribusi televisi. Juga kekerasan-kekerasan lain di luar demo. Ditayangkan tanpa pandang waktu atau siapa yang menyaksikan. Menyerahkan pada orang rumah untuk menyensor apa yang dilihat anak? Di tengah kesibukan dan stress akibat macet? Di tengah mahalnya hiburan di luar televisi?
Sungguh tidak mungkin. Hanya mereka yang punya uang akan punya peluang untuk memilih kemana moral anak-anaknya diarahkan.

Sadarkah anda bahwa kebebasan informasi sebetulnya hanya dinikmati oleh berita-berita negatif. Berita-berita baik —bahkan panduan moral yang dirindukan jutaan orang— bisa ditenggelamkan oleh infotainment. Continue reading Televisi menebar kerusuhan dan perilaku negatif

Car free day. Mengapa sepi?

30 Maret lusa ada kegiatan rutin menutup Jalan MH Thamrin dan Jalan Sudirman pada rentang jam 06:00-14:00. Semoga nanti tidak sesepi ini.
Program Car Free Day juga akan diperluas ke kota madya, seperti di Jalan Wijaya untuk Jakarta Selatan, Jalan Danau Sunter di Jakarta Utara dan di kawasan Kota Tua untuk Jakarta Barat.

Budirama Natakusumah, Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah DKI Jakarta, menyampaikan bahwa pada 2006 terselenggara 45 hari bersih, 2007 ada 73 hari, dan 2008 ditargetkan 100 hari bebas polusi.
Dari sisi pengurangan polusi udara, kegiatan Car Free Day dianggap sukses. Tapi manfaat yang jauh lebih dalam dan lebih luas, belum digali dan dinikmati oleh warga Jakarta. Car Free Day di Jakarta bagai batu hitam tergeletak sia-sia, padahal jika digosok dengan benar ia akan menjadi intan yang tak terukur nilainya.

Car Free Days seharusnya menjadi hari-hari berharga bagi warga Jakarta yang sehari-harinya mengalami berbagai macam tekanan. Car Free Day merupakan peluang untuk interaksi informal yang positif antar sesama setelah lama tenggelam dalam individualisme kemacetan. Continue reading Car free day. Mengapa sepi?

Hari ini Hari Air Sedunia

PBB mengumumkan bahwa pada 20 Maret di seluruh dunia dilakukan berbagai kegiatan untuk memperingati World Water Day 2008. Apa ya yang dilakukan di Indonesia? Kita lebih tau kegiatan para artis dan politikus… tanya kenapa.

Pada 22 Maret 2005 diproklamirkan dekade air internasional: Water for Life 2005-2015, mengajak negara-negara anggota PBB untuk melaksanakan komitmen mengurangi hingga separuh, jumlah mereka yang tidak memiliki akses untuk air minum, dan menghentikan eksploitasi air yang tidak berkelanjutan.

Untuk tahun 2008, PBB mencanangkannya sebagai Tahun Sanitasi Internasional. Karena tidak tahu apa yang disodorkan Kementrian/Dinas kita tentang Tahun Internasional ini, maka di sini dilampirkan ringkasan 10 hal tentang sanitasi yang disebarluaskan oleh PBB.
Jika perhatian kita terhadap sampah sudah kita ketahui, bagaimana dengan urusan “invisible sampah” ini, ya?

10 Things You Need to Know About Sanitation

1. What do we mean by “sanitation”? Continue reading Hari ini Hari Air Sedunia