Jakarta 100 tahun lalu

Dari Singapura ke Batavia membutuhkan waktu sekitar 40 jam perjalanan. Lautnya relatif tenang, kecuali pada masa perubahan musim; saat itu laut menjadi sangat bergelombang. Setelah meninggalkan Singapura, kapal uap berlayar menyusuri kepulauan Rhio, pantainya sangat indah dengan titik-titik pulau-pulau kecil di sekitarnya. Kapal melampaui ekuator pada malam hari, di hari kedua melewati selat Banka, sebuah…

Mengenang pedestrian Eropa untuk Kota Tua

Menggembirakan sekali mendengar ekskavasi arkeologi jalan trem di Kota Tua akan segera selesai September nanti. Ini mengingatkan pada harapan-harapan di edisi 3 yang belum sempat diblogkan : Datanglah ke Marienplatz [plaza Maria – foto atas] Muenchen, Jerman. Tidak jauh dari Hauptbahnhof, stasiun kota. Jika cuaca bagus, dipastikan kawasan ini dipenuhi pejalan kaki. Di satu sudut…

Batavia Festive on Veteran Street

Sabtu, 30 Juni 2007 | 10:00 – 17:00 Pasar Batavia dan panggung kesenian di Jalan Veteran Satu Jakarta Pusat. Menampilkan lagu-lagu tradisional Betawi, Jakarta Tempo Doeloe, Keroncong Kemayoran, Keroncong Tugu, Gambang Kromong, Tarian Betawi, paduan suara Perhimpunan Indonesia Tionghoa, parade dan lomba kostum tokoh dan etnis.

Merayu investor di Kota Tua

Ubah Imej Kota Hantu, Jadi Andalan Wisata JIKA Singapura bisa memiliki dan mempertahankan kawasannya yang disebut Little India, China Town dan Kampung Melayu sebagai salah satu objek wisata menarik, mengapa Jakarta tidak? Seperti di negara tetangga tersebut, ibu kota Indonesia itu memiliki kota tua yang tak kalah menarik. Dilihat dari jumlah bangunan dan bentuknya, kota…

Pabrik Opium van Salemba

Pengantar: Batavia dulu adalah sorga bagi para pecinta opium. Ada sebuah pabrik opium besar, yang produksinya sampai diimport ke koloni-koloni Belanda. Rumah-rumah madat pun bertebaran di Batavia. Para pengisap itu, ternyata banyak orang tua yang telah sakit-sakitan. Mereka menganggap mengisap opium sebagai terapi umur panjang. Dimana saja lokasinya kini? Bataviase Nouvelles berusaha menggali ingatan orang-orang…

Kesaksian tentang Gang Kali Mati

Gang kecil itu sekarang bernama Pancoran V. Lebarnya sekitar 2 meter Lokasinya dekat Petak 9, Jakarta barat. Di gang kecil itu banyak pedagang emperan menjajakan barang kelontong.Termasuk segala makanan ringan khas Cina. Di zaman tempoe doeloe warga Batavia mengenalnya dengan sebutan: Gang Kali Mati. Sebuah gang tempat berdirinyaan sejumlah rumah-rumah opium. “Dulu di Gang Kali…

Kesaksian tentang Gang Keselamatan

Dua gang sebelum gedung Arsip Nasional kini terdapat gang bernama Keselamatan. Anda bisa melihat nama itu dituliskan dalam seng berukuran kecil di mulut jalan. Lebar gang itu sekitar 3 meter dan panjangnya sekitar 1.5 kilometer. Di kanan kiri berdiri bangunan rumah yang padat. Sebagian rumah itu bertingkat dua, sebagian lagi rumah penduduk pada umumnya. Dahulu…

Kesaksian tentang Gang Kesejahteraan

Bila gang Keselamatan dahulu disebut Gang Madat besar. Maka Gang Kesejahteraan dahulu disebut gang Madat kecil. Letaknya Gang Kesejahteraan kini di sisi kiri Jalan Gajah Mada. Lebarnya pun hampir sama sekitar 3 meter. Lingkungan sekitar juga tak jauh beda dari Gang Keselamatan karena berada di satu tempat, Kelurahan Krukut. Di sebuah rumah sederhana, Hasan 77…

Citadelweg

Jalan Veteran I dulu bernama Citadelweg, jalan menuju citadel (benteng) Frederik Hendrik yang terdapat di Wilhelmina Park, kini Mesjid Istiqlal. Citadelweg tersohor dengan adanya Ragusa – die Italiaanse ijssalon; Black Cat club; dan Parkhotel. Dalam foto kuno, di antara rel trem dan rel kereta api, dibalik pohon palm tampak deretan bangunan. Itulah jalan Veteran I…