Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin

Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) H.B Jassin merupakan suatu lembaga nirlaba yang salah satu tugasnya adalah mendokumentasikan hasil cipta sastra bangsa Indonesia. Berlokasi di dalam Taman Ismail Marzuki (TIM), gedung di lantai dua itu terletak di belakang Planetarium. Setiap hari dikunjungi sekitar 30 orang, yang sebagian besar adalah pelajar SMA, selain mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi…

Hari ini 28 tahun lalu…

Jumat 14 Maret 1980. Salah seorang founding fathers kita menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 18.45. Bung Hatta wafat, dikelilingi ketiga puterinya, Meutia, Gemala dan Halida serta sang isteri, Ibu Rachmi Hatta, dan sekretaris Almarhum sejak tahun 1942, bernama Wangsa. Kerumah Bung Hatta di jalan Diponegoro, selain Presiden Soeharto, Ibu Fatmawati, Buya Hamka dan tokoh-tokoh lainnya,…

Penggeli hati 1920

Sekali peristiwa Djohan Boediman pergi berjalan-jalan dengan tiada membawa uang seduitpun jua. Maka sampailah ia pada sebuah sungai yang amat lebar. Barang siapa yang hendak menyeberang sungai itu, harus diseberangkan oleh tukang perahu dengan bayaran 25 sen. Kata Djohan Boediman kepada tukang perahu itu: “Saya tiada membawa uang; tetapi ada sebuah nasihat yang lebih nilainya…

Polemik Pers Kebangsaan

Seabad Pers Kebangsaan ternyata menimbulkan polemik antara Andreas Harsono dari Yayasan Pantau dengan Zen R. Soegito dan Muhidn M. Dahlan dari Indexpress. Berikut ini klipingnya. Guna memudahkan pembaca, semua tulisan disalin ulang tanpa perubahan teks, hanya dibubuhi BOLD, ITALIC, BLOCK QUOTE dan kosmetika lainnya. Ada link ke tulisan aslinya. Triggernya pada 6 Juni 2007 berada…

Indonesia jelang tahun baru 1920

1 hari jelang tahun baru, tahun 1919 digantikan tahun 1920, surat kabar Tjaja Soematra menurunkan sajak berkepala “Lahirlah Tahoen 1920 !!!”. Kebaikan dan keselamatan jadi harapan di masa depan. Hari-hari yang bikin kalut dan sengsara di tahun 1919 diharap tak terulang di tahun baru,1920. Sajak ini menebar impian akan republik dan kemerdekaan, juga mengabarkan kelaparan…

Koran Ekstremis bermata bisnis

Inilah salah satu koran lama di Sumatra 1920-an, yang radikal, berani mengkritik kebijakan pemerintah Hindia Belanda. Memiliki korespoden di Eropa, Tiongkok dan Rusia. Dan laku di masyarakat luas. Kali pertama Pertja Selatan terbit tertanggal 1 Juli 1926 di bawah bendera N.V. “Peroesahaan Boemipoetra” Palembang. Pada masthead tercantum KM. Adjir sebagai direktur dan administrateur (administrasi) Kiagoes…

Koran Nasional Pertama Lahir di Bandung

Oleh SYAFIK UMAR SETIAP kali saya menyatakan, koran nasional pertama itu terbit di Bandung, tidak banyak yang bereaksi. Soalnya, ceritanya akan menembus waktu 100 tahun. Refleksi satu abad seperti itu tentu memerlukan banyak catatan dari banyak sumber pula termasuk dari Perpustakaan Nasional. Rasanya cukup tepat kalau catatan langka seperti ini kita ungkap di tengah-tengah berlangsungnya…

Pers Indonesia dari Zaman Hindia Belanda Sampai Masa Revolusi

Pers Indonesia dari Zaman Hindia Belanda Sampai Masa Revolusi ”Medan Prijaji” Koran Politik Pribumi Oleh HARYADI SUADI Orang tidak dapat membajangkan lagi sekarang, bagaimana sekiranja hidup kita ini, bilamana tidak ada surat kabar. (Parada Harahap “Kedudukan Pers Di Masjarakat” 1951) BERBICARA perihal dunia pers di Indonesia, tentunya tidak bisa dipisahkan dari hadirnya bangsa Barat di…

Atang Ruswita & ”Persbreidel”

Jumat 31 Maret 2006 – OPINI Oleh SONI FARID MAULANAAPA arti kehadiran Atang Ruswita bagi masyarakat Jawa Barat khususnya, dan bagi rakyat Indonesia pada umumnya? Pertanyaan semacam ini penting diajukan, mengingat lahir dan tumbuhnya pers Indonesia, baik ketika rezim Orde Lama masih tegak berdiri maupun ketika rezim Orde Baru berkuasa, yang kemudian tumbang digilas gerakan…