Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin

Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) H.B Jassin merupakan suatu lembaga nirlaba yang salah satu tugasnya adalah mendokumentasikan hasil cipta sastra bangsa Indonesia.

Berlokasi di dalam Taman Ismail Marzuki (TIM), gedung di lantai dua itu terletak di belakang Planetarium. Setiap hari dikunjungi sekitar 30 orang, yang sebagian besar adalah pelajar SMA, selain mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi atau peneliti sastra Indonesia dari dalam dan luar negeri.

Menjelang sore hari, beberapa penyair dan pengarang berkumpul untuk berdiskusi atau mendampingi Endo Senggono, Kepala Perpustakaan PDS H.B Jassin yang kerap menerima rombongan siswa dan mahasiswa dari beberapa daerah di Indonesia yang melakukan studi banding dan jumpa dengan
sastrawan. Setiap tahun PDS H.B Jassin menerima sekitar 30 rombongan. Setiap rombongan terdiri dari 50-200 orang. Continue reading

Advertisements

Sulistyo Tirtokusumo dan hak asasi penganut Kepercayaan

Pengikut organisasi penghayat kepercayaan pada masa pasca orde baru ternyata bertambah besar. Sulistyo Tirtokusumo, Direktur Direktorat Kepercayaan, berusaha memperjuangkan hak asasi mereka

Tak banyak yang tahu penari dan koreografer kenamamaan Indonesia, Sulistyo Tirtokusumo kini menjabat sebagai Direktur Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (TYME).

Sulistyo yang baru sukses mementaskan karya tarinya: Panji Sepuh bersama Goenawan Mohammad di Singapura itu kini sibuk mendata persoalan-persoalan yang dihadapi para penghayat . Ia mencatat sampai tahun 2006 pengikut kepercayaan di Indonesia berjumlah sekitar 8.5 juta.
Menurutnya penghayat kepercayaan di Indonesia terdiri 3 jenis. Pertama penghayat kepercayaan yang beragama dan menjalankan syariat agama secara lengkap.. Kedua, penghayat yang di dalam KTPnya memeluk satu agama tapi perilaku sehari-harinya melakukan penghayatan menurut ajaran masing-masing. Ketiga, penghayat murni, yang tidak memeluk agama tertentu dan hanya berpegang pada organisasi penghayat.

Continue reading

Capoeira melintas batas

Gandrung Capoeira juga melanda Jakarta.
Gerakannya indah memukau, memadu seni beladiri, tari dan musik.

Capoeira saat ini telah menjadi suatu gaya hidup tersendiri di kalangan sebagian kaum muda di Indonesia. Capoeira adalah gabungan dari seni beladiri, musik, senam dan akrobatik. Olahraga beladiri yang secara awam mirip tarian ini, ternyata tengah digemari dan termasuk olahraga baru yang berkembang pesat di Indonesia.

Tak heran banyak peminat mulai dari kalangan pelajar, mahasiswa, orang kantoran hingga artis maupun pejabat di tanah air yang ingin mempelajarinya. Dari kalangan atas hingga kalangan menengah-bawah. Mereka melupakan perbedaan, bersatu menampilkan gerakan-gerakan indah capoeira.

Continue reading

Mesty. Seorang teman di kala malam

“Mesty kamu cantik sekali malamini…., boleh nggak kenalan.”
Sandek (pesan pendek) itumasuk ke HP Mesty. Presenter acara Tonite Chatmate di stasiun O Channel itu tersenyum. Sesaat kemudian perempuan berambut panjang itu mengirim jawaban: Terimakasih, tulisnya sambil menebar senyum di bibir.
Baru beberapa detik jawaban itu diluncurkan, SMS dari pemilik HP yang sama masuk lagi ke Hpnya.
“Mesty, kamu guemmessinnn deh…” .

Inilah hari-hari yang tiap malam dijalani Mesty. Sebagai presenter acara malam yang dikemas bagi orang-orang yang bekerja atau belum menidurkan matanya hingga pagi hari, ia banyak menerima SMS iseng.
Toh ia tetap membuka handphone atau emailnya . Semua sms, telepon, dan email itu langsung ditampilkan dilayar televisi. Pesan yang masuk ke box message segera dibaca dan dijawab oleh Mesty. Ada yang rada nakal,:
“Mesty elo cantik-cantik tapi culun banget.”

Malam itu topik perbincangan adalah seputar kembang kantor. Seorang perempuan bernama Luky mengirim pesan ke Mesty. Ia mengatakan bahwa setiap hari, ada saja teman kantornya yang mengajak ia makan siang. Ia mengaku tiap hari menerima pesan email dari teman kantor bisa sampai 10 buah, juga pesan singkat yang ngajakin makan.

Tuttt tutttttt. Semoga ini…dia Luky.
“ Hai Luky, apa kabar nih?”
“Baik-baik?.”
Wah dari suara kamu aja –kelihatan kamu ini kembang kantor,” kata Mesty..
“Heahh haaaa…” “Ah…, jadi malu nih,” jawab Lucky.
“Lucky, Elo kan kembang kantor. Pernah nggak sih elo gunakan predikat itu misalnya untuk absen di kantor…?”
“Bikin absen sih sering, karena gua sering telat…..,” jawab Luky.
“Tapi ngomong-ngomong dari 5 atau 10 cowok yang ngirimin email ke elo sebenarnya ada nggak sih cowok yang elo taksir ?”
“Ada dua, satu teman kantor , tapi gua tahu dia sudah punya cewek karena si cewek itu temennya saudara gue. …

Obrolan Luky dan Mesty diujung telepon semakin asyik saja dan membuat malam tak begitu sepi. Malam serasa tak sendiri. Setelah obrolan mereka selesai, diputar lagu-lagu yang diminta oleh pemirsa. Tiap jeda sekitar 4 sampai 5 lagu diputar.
Permintaan video clip lagu-lagu apa pun, dari manca negara sampai dalam negeri akan diputar.

Tonite Chatmate acara malam dikemas dengan style anak muda, gaul, enerjik, dan bermutu. Orang-orang yang sekedar ngobrol pun atau melepas penat juga bisa berbincang di acara ini.

Wesley Hutagalung, wartawan Bola, misalnya pernah menelepon dan ngobrol dengan Mesty soal pertandingan bola.
Pada jam 12.30, saat puyeng deadline Wesley menelepon Mesty. Mengenakan gaun blezer warna merah hati, Mesty terus membalas pesan-pesan singkat.

Siaran perdana Tonite Chatmate: 14 Maret 2007 pada pukul 24.00 hingga 02.00 banyak menyita perhatian dunia malam Jakarta. Mereka yang ingin bergabung dan menghangatkan acara itu bisa kirim sms ke 7288, per sms tarifnya Rp. 1.000. Sms dan pesan yang menarik akan langsung ditelepon dan diajak ngobrol oleh Mesty. Tapi pesan yang mengandung SARA, pornografi , dan politik pasti bakal tak ditayangkan.. [BIT]

Sepuluh tahun Proklamasi Mahakarya

Dari mahakarya dunia yang patut dijaga kelestariannya dan direvitalisasi, hanya dipilih 90, dan Indonesia hanya sempat mengajukan dua dari sekian banyak tradisi yang terancam punah.

Sepuluh tahun lalu, 1997, UNESCO (United Nations Educational,
Scientifi c and Cultural Organization
) meluncurkan pendaftaran The Proclamation of Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity (Proklamasi Mahakarya Pusaka Budaya Oral serta Nonbendawi).
Proses pendaftaran ditutup dengan diberlakukannya konvensi pelestarian warisan budaya non-bendawi (Convention for the Safeguarding of Intangible Cultural Heritage) pada 20 April 2006 yang diratifikasi pertama kali oleh 30 negara. Hingga 29 Mei 2007 sudah tercatat 78 negara, nama Indonesia tidak tercantum di situ.

HIKAYE, TRADISI ORAL. HAMPIR SEMUA WANITA PALESTINA DI ATAS USIA 70 ADALAH PENDONGENG HIKAYE. ANAK-ANAK PUN SUKA BERCERITA SEBAGAI LATIHAN ATAU PERMAINAN. FOTO UNESCO

Continue reading

Bukannya “Mengusik Kenyamanan”, Al…

Ini Mengerikan!

“Yang menyulitkan kita bukanlah sesuatu yang tidak kita ketahui: pemanasan global.
Hanya saja orang-orang terlalu skeptis untuk menyadari betapa CO2 dan gas rumahkaca lainnya, yang terperangkap dalam atmosfer, telah membuat temperatur bumi semakin panas.”

Itulah yang dipaparkan Al Gore, mantan wakil presiden AS sekaligus mantan kandidat presiden AS pada pemilu 2000, dalam film dokumenter berdurasi 96 menit ini. Kepada audiens yang mengikuti presentasinya, ia menegaskan bahwa planet ini benar-benar berada dalam keadaan darurat.

Bukannya untuk menakut-nakuti, atau membuat penonton terlonjak dari kursinya sebagaimana film horor, An Inconvenient Truth menciptakan kengerian apokaliptik yang mengesankan: potret-potret mencairnya es, pemanasan global, perubahan iklim, lengkap dengan tabel, grafik dan ilustrasi, serta akibat-akibat buruk dan paling buruk yang pasti ditimbulkannya.

Gambar demi gambar semakin menegaskan pesan Al Gore. Dengan runtut dan dengan bahasa yang “sederhana”, ia yang berjuluk Manusia Ozon itu mempertontonkan fakta dan data betapa manusia sedang menghancurkan bumi. Emisi gas-gas rumah kaca, yang dihasilkan —terutama sekali oleh industri yang mempergunakan bahan bakar fosil, membuat segalanya menjadi buruk: banjir, meningkatnya permukaan air laut, kekeringan, kelaparan, penyakit, topan, puting beliung, kebakaran hutan, kerusakan lingkungan, dan sebagainya.

Senyatanya, hal-hal seperti itulah yang dikatakan Al Gore sebagai “Sebuah Kebenaran yang Mengusik Kenyamanan.”
Memang, kebenaran macam itu akan selalu mengusik kenyamanan. Orang bisa dengan mudah bersikap masa bodoh atau memilih tidak peduli meskipun tahu dan sadar atas peringatan-peringatan semacam ini. Namun jangan sekali-sekali berpikir bahwa persoalan pemanasan global akan selesai dengan sendirinya.

Pemanasan global adalah ancaman global yang tak akan pernah surut. “Tidak melakukan apa-apa sama saja menambah risiko ketidak-mampuan kita dalam menanggulangi dampak buruk yang ditimbulkannya,” kata Sir Nicholas Stern, Kepala Departemen Pelayanan Ekonomi dan Sekretaris Tetap Menteri Keuangan Inggris.

Al Gore melakukan satu hal dengan film-nya: bahwa manusia harus bersicepat dengan bencana, untuk mengendalikan suhu bumi. Ia diganjar Piala Oscar (untuk kategori Film Dokumenter Terbaik) karena penyuluhan yang dilakukannya ini. Hanya saja, penonton harus tetap ingat: ini bukannya tentang film bagus, ini adalah fakta mengerikan tentang planet Bumi. [DANI WICAKSONO]

Jiwa tua anak indigo

Indigo berasal dari bahasa Spanyol yang berarti nila. Warna ini merupakan kombinasi biru dan ungu, diidentifikasi melalui cakra tubuh yang memiliki spektrum warna pelangi, dari merah sampai ungu. Istilah “anak indigo” atau indigo children juga merupakan istilah baru yang ditemukan konselor terkemuka di AS, Nancy Ann Tappe.
Continue reading