Dari Bung Hatta, 63 tahun lalu

Maklumat Pemerintah
PARTAI POLITIK

Anjuran Pemerintah tentang Pembentukan Partai-partai Politik

Berhubung dengan usul Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat kepada rakyat seluas-luasnya untuk mendirikan partai-partai politik, dengan retriksi bahwa partai-partai politik itu hendaknya memperkuat perjuangan kita mempertahankan kemerdekaan dan menjamin keamanan masyarakat. Pemerintah menyatakan pendiriannya yang telah diambil beberapa waktu yang lalu, bahwa:

1. Pemerintah menyukai timbulnya partai-partai politik, karena dengan adanya partai-partai itulah dapat dipimpin ke jalan yang teratur segala aliran paham yang ada dalam masyarakat.

2. Pemerintah berharap supaya partai-partai politik itu tersusun, sebelumnya dilangsungkan pemilihan anggota Badan-badan Perwakilan Rakyat pada bulan Januari 1946.

Jakarta, 3 November 1945
Wakil Presiden
Mohammad Hatta

CommuniNation di bulan Kebangsaan

Ini sebuah lukisan karya Galam Zulkifli, sebuah potret wajah dari dua tokoh di era yang sama, lahir di tahun yang sama: 1889, di bulan yang sama: April (16 dan 20), namun memiliki kepribadian amat sangat berbeda.

Sosok yang separuh sukses dalam memanfaatkan pengaruh suara, sementara separuh yang lain berjaya dalam gerak bisu. Dan sejarah membuat separuh menyiratkan kekejaman, separuh lagi memancing gelak tawa.

Chaplin mengungkapkan kesannya saat pertamakali melihat kartupos bergambar Hitler di tahun 1930an :

The face was extremely comic–a bad imitation of me, with its absurd mustache, unruly, stringy hair and disgusting, thin little mouth. I could not take Hitler seriously.
Each postcard showed a different posture of him: one with his hands clawlike, haranguing the crowds, another with one arm up and the other down, like a cricketer about to bowl….”This is a nut!” I thought.
But when Einstein and Thomas Mann were forced to leave Germany, this face of Hitler was no longer comic but sinister.

Ia pun bepikir, orang-orang seharusnya menertawakan, bukan mengagumi Hitler. Filmnya “The Great Dictator” mulai dibuat dua tahun sebelum Inggris dan Jerman menyatakan perang. Dan film beredar pada 1940, ketika dunia berada di ambang perang dunia. Chaplin menebar pesan-pesan kemanusiaan agar menjaga kewarasan dan kepedulian terhadap sesama.

Simaklah pidatonya di film itu, betapa kondisi kemanusiaan kita secara umum masih seperti yang dicerca seorang Charlie Chaplin 70 tahun lalu…
Potret-potret di Hari Buruh dan Hari Pendidikan yang ditampilkan media massa kemarin lebih dari cukup mewakili gambaran umum pemahaman yang dipegang oleh orang-orang yang bertanggungjawab.

Kita bisa mencerna Chaplin dan Hitler dari berbagai sisi. Kita juga bisa melihat Hitler sebagai gambaran keberhasilan communication tentang nation yang cenderung chauvinistic —menganggap bangsanya paling superior. Sementara Charlie Chaplin mewakili keberhasilan communication yang mudah diterima melampui batas-batas kultur nation membentuk community tersendiri.

Otonomi daerah dan globalisasi adalah dua tantangan besar yang amat berbeda namun hadir berbarengan mengintai kuda-kuda dan jurus yang akan dipakai Indonesia. Barangkali jurus terbaik adalah memanfaatkan kekuatan penantang, dipadu dengan kelebihan dan karakteristik yang dimiliki, menciptakan matarantai yang saling bertaut.
CommuniNation-kah?

Berbagai komunitas kini bertebaran di tanah air, melintasi batas, ras, agama, apa pun. Ada yang mengakar pada bumi yang dipijak, banyak juga yang tidak. Kekuatan bangsa kini agaknya bertumpu pada komunitas. Kita tidak bisa lagi berharap akan adanya kekuatan individu seperti Bung Karno atau Hitler. Tidak bsa juga pada satu partai politik.
CommuniNation.
Bagaimana menjalin segala perbedaan dalam satu rantaian yang kuat?
Masih ingatkah kita akan Pancasila. Dan nilai-nilainya?

Continue reading

Sunsilk pamer ketidakpedulian

Sebuah berita di Warta Kota pagi ini mengiris perasaan: seorang pelajar usia 16 tahun mencuri karena ingin sekolah. Dua bulan sudah uang sekolahnya tak terbayarkan.

Ketika giliran membuka lembaran-lembaran Kompas: tampil menyolok dua halaman bernilai ratusan juta rupiah yang dibeli Sunsilk hanya untuk memamerkan wajah-wajah wanita terkenal dengan tag: mereka tak pernah menunggu memberi makna pada hidupnya.

Dunia bisnis semakin tak peduli.
Masyarakat miskin malah dibebani dengan produk termahalnya. Shampoo dalam sachet yang sekilas tampak murah, sebenarnya lebih mahal ‘kan? Seperti sebatang rokok lebih mahal dari sebungkus.
Anda bisa punya rumah mewah, mobil mewah, gadget mutakhir, dari mana oom?

Kembalikanlah sebagian keuntungan kalian pada mereka. Milyaran rupiah dana promosi bisa digunakan tanpa harus begitu sombong dipamerkan. Di sekitar kita begitu banyak derita orang tak mampu yang butuh inovasi dalam pengelolaannya. Berilah makna pada produk anda. Bekerjalah ke arah sana, produk anda malah akan semakin dicintai. Mereka akan mencintai dan loyal karena merasa dibantu, meski sebetulnya diporoti juga. [foto by rahmat]

Gong Xi Fa Cai


Meski sudah dibanjiri dari mana-mana, mudah-mudahan setetes lagi ucapan selamat dari kami bisa turut membantu berlimpahnya berkah di tahun tikus ini. Semoga kebahagiaan kita juga bisa menambah indahnya warna warni kehidupan di sekitar kita.

Thought of the day

Damai di bumi. Pesan sejuk yang selalu dikumandangkan setiap Natal ini, seakan hanyut dan tenggelam di tengah musibah banjir yang melanda berbagai tempat di Indonesia.

Hukum alam berlaku untuk semua, tidak pandang perempuan-lelaki, kaya-miskin, jahat-baik, binatang-manusia, batu-air… semua akan jatuh menurut hukum gravitasi, misalnya.

Sejak reformasi bergulir, kita mulai terbiasa menjelekkan-jelekkan, menyaci-maki, mengungkapkan keburukan, sehingga banyak hal baik dan positif luput dari pengamatan. Jika hukum attraction memang hukum alam, barangkali itulah yang menarik berbagai keburukan semesta alam melanda negeri tercinta. Hukum alam berlaku bagi semua.

Menurut agenda, hari ini direncanakan acara grand launching “Visit Indonesia 2008. celebrating 100 years of nation’s awakening.” Manusia diberi kemampuan merubah nasib kaumnya. Meski tidak punya sayap, ternyata bisa terbang ke berbagai penjuru dunia. Bisakah kali ini kita bangkit dengan lebih sepakat, lebih tulus dan lebih arif?

Terpikir: jika selama satu tahun nanti seluruh media massa berani berkonsentrasi meliput, menayangkan, mengabarkan, memberi informasi yang sebagian besar bermuatan positif dan penuh optimisme.
Jika media lebih memberi ruang bicara bagi mereka yang berfikir positif.
Jika media meliput bencana dengan lebih menampilkan sisi heroisme dan keberhasilan.
Jika sinetron dan film lebih bercerita tentang malaikat dan kemanusiaan
Akankah Yang Maha Kuasa kemudian bergembira dan menebarkan segala kebaikan alam semesta di atas nusantara ini dan Indonesia pun bangkit dengan gagahnya?

Rakyat meniru pemimpinnya…

Pemeo lama ini kurang disadari oleh para (poli)tikus kita masa kini, terutama yang di dpr. Sekedar mengingatkan, ini cuplikan berita masa lalu :

“rakjat kebanjakan aken meniroe tingkah lakoe pemimpin’nja.
Dan sekarang sesoedah Presiden kita mengakoe teroes terang bahwa kemedja jang dipake’nja ada made in Paal-Merah jang keliatan sanget netjis, maka rakjat jang tjinta pemimpin’nja aken tiroe apa jang menempel dibadan itoe pemimpin.”

Kunjungi Tjamboek Berdoeri untuk artikel lengkapnya.

Ganti wajah….

Lumayan repot menata blog yang berantakan ini.  Ada keengganan untuk menganti dengan template lain, seperti meninggalkan teman karib rasanya.  Tapi menyalin blog ternyata butuh energi dan waktu yang lebih banyak lagi, sementara informasi baru terus berdatangan.
Terpaksalah dengan berat hati kami berganti wajah agar tidak terlalu menguras resources.  Sambil merayakan terlampauinya  9000 hits pada hari ini… kalau kami tahu caranya mendeteksi, bisa disediakan hadiah ala kadarnya untuk anda pengeklik ke-9000.

Haah, 9000 hits dirayakan?  Yang sudah melewati ratusanribu saja belum tentu bikin selamatan…
Ini sekedar melakukan perubahan pada saat yang bisa dijadikan tonggak. 9048 hits di suasana ulangtahun Jakarta ke 480… Ini juga merupakan atensi kepada para tamu kami. Kalau menunggu sampai 100 ribu, akan terlalu lama menghadapi blog yang kurang terorganisir. Juga berapa banyak muatan blog yang perlu ditata saat mencapai seratusribu hits nanti?

Mudah-mudahan perubahan wajah ini semakin memudahkan anda menelusuri artikel dan informasi  yang ada.
Salam bataviase.