Jika permukaan laut naik satu meter

Seorang pakar GIS (peta digital berdasar database geo-lokal) asal Hongaria, Zoltan Buki, membuat simulasi naiknya permukaan laut dari satu hingga 100 meter. Efek animasinya hanya bisa dilihat melalui software GoogleEarth [bisa diunduh gratis di sini].

Dengan mengklik gambar ini, anda bisa memasukkan data Rising Level Animation ke Google Earth yang akan langsung membawa anda ke San Fransisco. Jika gambar yang tampil tidak seperti contoh di sini, aktifkan layer <terrain> dan layer <3D> pada GoogleEarth. Jika panel layer tidak terlihat, munculkan dengan mengklik <show sidebar> di menu atau melalui keyboard Ctrl+Alt+B.

Di bagian atas layar akan terlihat pengontrol TimeLine berupa garis-skala dilengkapi tombol play, pause dan slider. Efek naiknya permukaan laut setinggi 1-100 meter bisa anda lihat dengan mengklik play atau menggeser slider. Pilih kota-kota lain dengan mengetikkan namanya di kolom <Fly to> yang berada di panel kiri atas.

Yang kemudian terpikir adalah: apakah instansi pemerintah-kota di Indonesia, sudah memanfaatkan GoogleEarth untuk membuat simulasi semacam ini. Continue reading

Advertisements

Akhirnya Bogor bisa menarik nafas lega

Meski bukan orang Bogor, saya selalu sakit hati kalau dengar/baca istilah banjir kiriman. Bukan karena merasa dituduh mengirim banjir, tapi lebih karena pembodohan masyarakat yang dilakukan oleh para pejabat dan media massa dengan berulang-ulang mengunakan istilah itu.
Kini, saat Jakarta lumpuh dilanda banjir, di Bogor ternyata tidak hujan. Tanya kenapa.

Juga soal banjir yang bersiklus lima tahunan, BMG dan para pakar sudah membantah adanya siklus lima tahunan, tapi tetap saja —secara sadar atau tidak, masyarakat terus disodori siklus yang sebenarnya tidak ada.

Tuhan menciptakan banjir untuk memelihara kelangsungan hidup alam semesta. Jika banjir yang dulu merupakan rahmat kini berubah menjadi musibah, tentu manusianya yang bandel. Continue reading

Pluit, Pondok Indah, kinerja Pemerintah Daerah

Warga Pluit protes karena tersiksa oleh pembangunan jalur koridor 9. Warga Pondok Indah mulai memasang portal-portal untuk mencegah rumahnya dilewati kendaraan asing. Dan atas nama kepentingan umum, Pemerintah bagaikan kafilah tetap berlalu dan warga bagaikan anjing terus mengonggong.
Sementara para pengguna busway sabar mengantri dan berdesakan sebentar untuk kemudian menikmati privilege melaju mendahului kemacetan. Continue reading

Jakarta Fair 2007

14 Juni – 15 Juli 2007
Arena PRJ Kemayoran Jakarta 10620

Tiket masuk hari kerja Rp 15.000, akhir pekan Rp 20.000, kali ini tiket berbentuk smart card untuk ketertiban dan kenyamanan pengunjung.

Busway – melalui halte Monumen Nasional di Merdeka Barat melewati Gambir, Istiqlal, Juanda, melintasi jalan Garuda, Benyamin Suaeb, dan berakhir di halte Gambir Expo. Sedang untuk arah balik, dari halte Gambir Expo menuju jalan Benyamin Suaeb, jalan Garuda, Bungur, Gunung Sahari, Budi Utomo, Lapangan Banteng, Istiqlal, Mojopahit, halte Monas Merdeka Barat dan berakhir di Merdeka Selatan.
Continue reading

Denah Busway

Klik tombol kiri mouse anda untuk melihat denah ukuran 800×1000.
Klik tombol kanan untuk menyalin ke komputer anda.

denah-busway2.jpg

Denah lebih baru dan lebih lengkap  bisa diunduh di BataviaBusway

Bus Gandeng di Busway

busgandeng-di-inggris.jpg

Sebanyak 17 bus gandeng untuk busway koridor 5 (Ancol – Kampung Melayu) dijadwalkan tiba Juni 2007 mendatang.
Menurut informasi, kapasitas bus gandeng ini mampu mengangkut 160 penumpang; tigakali lipat dari bus TJ sekarang yang berkapasitas 55 penumpang.
Continue reading

Busway Map made in Germany

system-busway-00.jpg

Agak memalukan. Tapi ini kenyataan yang perlu diketahui oleh semua kita yang lebih suka berdebat dan berwacana daripada berkreasi. Denah busway ini dan denah setiap koridornya dibuat oleh Maximilian Dörrbecker, seorang Jerman, tidak tinggal di Indonesia.

Karena kekecewaannya atas data salah atau tidak lengkap yang diberikan TransJakarta atau yang dimuat media massa, ia naiki busway dari ujung ke ujung pada Oktober 2006 untuk mencatat dan membuat sendiri denahnya. Karyanya bisa dilihat di http://en.wikipedia.org/wiki/TransJakarta

Andai saja di setiap halte busway terpasang poster besar system map dan coridor map semacam ini … []

————
CATATAN:
Denah lebih baru dan lebih lengkap  bisa diunduh di BataviaBusway