Salah kaprah dalam reaksi pencurian budaya

Kekayaan budaya kita begitu berlimpah namun sedikit sekali yang kita kenal, kita mengenalnya pun berkat upaya orang luar Indonesia yang tertarik untuk mempelajari atau menikmatinya. Adalah manusiawi jika kita lupa atau tidak memperhatikan akan apa yang kita miliki, kebanyakan kita lebih memperhatikan apa yang dimiliki orang lain, bahkan ingin memilikinya juga. Banyak contohnya, di musik…

Puisi di sebuah Ruang Keluarga

Sebuah cerita yang mirip anekdot dikisahkan Reda Gaudiamo beberapa saat sebelum ia dan pasangannya, Ari Malibu, melantunkan musikalisasi puisi “Aku Ingin” karya Sapardi. “Sepasang pengantin yang memilih puisi ini dalam undangan pernikahahannya menganggap sajak “Aku Ingin” sebagai karya Kahlil Gibran. Saya bilang padanya bahwa itu sajak Sapardi. Tapi dia tak percaya. Katanya, gak mungkin sajak…

Antara Minat Baca dan Sinetron

Semalam, 2 Desember, di Newseum Cafe diselenggarakan diskusi mengenai Budaya Tulisan, Pers dan terbentuknya suatu Bangsa, dalam rangka menyambut Hari Pers Kebangsaan. Hadir sebagai narasumber adalah Sirtjo Koolhof, dari Radio Nederland Wereldomroep. Ia pemimpin redaksi Indonesia, juga pustakawan KITLV Belanda yang fasih berbahasa Indonesia —bahkan juga bahasa Jawa dan bahasa Bugis. Banyak hal menarik diungkap…

Obama is MY president, seru McCain….

Sangat mengagumkan. Andaikan saja para kandidat Presiden kita yang kalah juga seperti McCain, demi kebaikan dan kemajuan bangsa, mendukung dan menyambut ajakan “Bersama Kita Bisa” … Seruan yang diucapkannya, “Obama is my President” berhasil mengubah gemuruh ledekan atas kemenangan Obama menjadi tepuktangan. Karena jauh di dalam lubuk hati mereka, saya yakin mereka membutuhkan pijakan dan…

Jakarta mengabaikan sepeda

Meski wacana perlunya jalur sepeda di Jakarta belum juga dilontarkan pemerintah ke publik, mengapa para pengamat tidak memulai sendiri saja dulu. Kalau tidak dibahas publik, bisa saja kebijakan yang dikeluarkan akan mengundang protes banyak pihak, atau malah tak ada yang protes karena tidak tahu mudaratnya. Nanti begitu mulai dibangun, baru deh protes kiri kanan, pengelola…

Merdesa atau Mati

Jika pekik “MERDEKA” pernah begitu menggetarkan di jalanan Jakarta pada tahun-tahun pertama kemerdekaan, maka imaji apa yang mencuat dari grafiti bertuliskan kata “MERDESA” yang muncul di beberapa dinding di tepian jalanan Jakarta? Pada salah satu malam flaneur saya di jalanan Jakarta, grafiti itu saya jumpai di sebuah kolong jembatan kereta api di sebelah utara kota…

Newseum Cafe goes to visual art

Sudah enam minggu ini Newseum Cafe menjadi tempat obrolan soal visual art. Diawali dengan paparan Taufik Rahzen pada akhir Juli lalu, tentang Inovasi dan Invensi dalam senirupa —sejak corat coret di dinding gua hingga Cai Guo-Qiang yang melukis menggunakan bubuk mesiu.

Marhabban Yaa Ramadhan

Ramadhan selamat datang! Serasa cepat sekali Anda tiba, serasa belum cukup signifikan perbaikan selama setahun belakangan ini. Apakah kecepatan ponsel, internet, processor, informasi dsb itu juga membuat waktu berputar lebih cepat, ya… Ada satu ayat Al Quran yang menebar harum cendana di Istiqlal saat tarawih malam tadi dan tiba-tiba saja membuat hati meringis, mata basah…

Menakutkan…

“Anda sudah kalah,” ujar seorang teman. Lho, memangnya kapan kita menang? Kalah apa? “Shaya shungguh tidak shuka ini: dyulu shaya shnang shkali —menikmatyi, kagoom— jika shaya lihat baniyak orang ke masjid, indah shkali jubah-jubah putih di lapanggan hijaw, nikmat shkali dengar azan magrib. Apalagi bulan puasa. Wah, enak.” Saya mulai meraba maksudnya. Dan ia melanjutkan…