Akhirnya Bogor bisa menarik nafas lega

Meski bukan orang Bogor, saya selalu sakit hati kalau dengar/baca istilah banjir kiriman. Bukan karena merasa dituduh mengirim banjir, tapi lebih karena pembodohan masyarakat yang dilakukan oleh para pejabat dan media massa dengan berulang-ulang mengunakan istilah itu.
Kini, saat Jakarta lumpuh dilanda banjir, di Bogor ternyata tidak hujan. Tanya kenapa.

Juga soal banjir yang bersiklus lima tahunan, BMG dan para pakar sudah membantah adanya siklus lima tahunan, tapi tetap saja —secara sadar atau tidak, masyarakat terus disodori siklus yang sebenarnya tidak ada.

Tuhan menciptakan banjir untuk memelihara kelangsungan hidup alam semesta. Jika banjir yang dulu merupakan rahmat kini berubah menjadi musibah, tentu manusianya yang bandel. Continue reading

Mesty. Seorang teman di kala malam

“Mesty kamu cantik sekali malamini…., boleh nggak kenalan.”
Sandek (pesan pendek) itumasuk ke HP Mesty. Presenter acara Tonite Chatmate di stasiun O Channel itu tersenyum. Sesaat kemudian perempuan berambut panjang itu mengirim jawaban: Terimakasih, tulisnya sambil menebar senyum di bibir.
Baru beberapa detik jawaban itu diluncurkan, SMS dari pemilik HP yang sama masuk lagi ke Hpnya.
“Mesty, kamu guemmessinnn deh…” .

Inilah hari-hari yang tiap malam dijalani Mesty. Sebagai presenter acara malam yang dikemas bagi orang-orang yang bekerja atau belum menidurkan matanya hingga pagi hari, ia banyak menerima SMS iseng.
Toh ia tetap membuka handphone atau emailnya . Semua sms, telepon, dan email itu langsung ditampilkan dilayar televisi. Pesan yang masuk ke box message segera dibaca dan dijawab oleh Mesty. Ada yang rada nakal,:
“Mesty elo cantik-cantik tapi culun banget.”

Malam itu topik perbincangan adalah seputar kembang kantor. Seorang perempuan bernama Luky mengirim pesan ke Mesty. Ia mengatakan bahwa setiap hari, ada saja teman kantornya yang mengajak ia makan siang. Ia mengaku tiap hari menerima pesan email dari teman kantor bisa sampai 10 buah, juga pesan singkat yang ngajakin makan.

Tuttt tutttttt. Semoga ini…dia Luky.
“ Hai Luky, apa kabar nih?”
“Baik-baik?.”
Wah dari suara kamu aja –kelihatan kamu ini kembang kantor,” kata Mesty..
“Heahh haaaa…” “Ah…, jadi malu nih,” jawab Lucky.
“Lucky, Elo kan kembang kantor. Pernah nggak sih elo gunakan predikat itu misalnya untuk absen di kantor…?”
“Bikin absen sih sering, karena gua sering telat…..,” jawab Luky.
“Tapi ngomong-ngomong dari 5 atau 10 cowok yang ngirimin email ke elo sebenarnya ada nggak sih cowok yang elo taksir ?”
“Ada dua, satu teman kantor , tapi gua tahu dia sudah punya cewek karena si cewek itu temennya saudara gue. …

Obrolan Luky dan Mesty diujung telepon semakin asyik saja dan membuat malam tak begitu sepi. Malam serasa tak sendiri. Setelah obrolan mereka selesai, diputar lagu-lagu yang diminta oleh pemirsa. Tiap jeda sekitar 4 sampai 5 lagu diputar.
Permintaan video clip lagu-lagu apa pun, dari manca negara sampai dalam negeri akan diputar.

Tonite Chatmate acara malam dikemas dengan style anak muda, gaul, enerjik, dan bermutu. Orang-orang yang sekedar ngobrol pun atau melepas penat juga bisa berbincang di acara ini.

Wesley Hutagalung, wartawan Bola, misalnya pernah menelepon dan ngobrol dengan Mesty soal pertandingan bola.
Pada jam 12.30, saat puyeng deadline Wesley menelepon Mesty. Mengenakan gaun blezer warna merah hati, Mesty terus membalas pesan-pesan singkat.

Siaran perdana Tonite Chatmate: 14 Maret 2007 pada pukul 24.00 hingga 02.00 banyak menyita perhatian dunia malam Jakarta. Mereka yang ingin bergabung dan menghangatkan acara itu bisa kirim sms ke 7288, per sms tarifnya Rp. 1.000. Sms dan pesan yang menarik akan langsung ditelepon dan diajak ngobrol oleh Mesty. Tapi pesan yang mengandung SARA, pornografi , dan politik pasti bakal tak ditayangkan.. [BIT]

Batal menikah gara-gara suaranya

Lay your troubles on my shoulders
Put your worries in my pocket
Rest your love on me awhile

Lagu The Bee Gees, Rest Your Love on me (1970) itu diputar Irly untuk kaum ibu yang sedang arisan club. Mereka sangat menyukainya, liriknya memang bisa menyentuh, juga cara Barry Gibb menyanyikannya bisa bikin lumer wanita. Dan tugas Irly memang membuat pendengarnya menyukai setiap lagu yang ia putar. Beberapa malam berturut-turut lagu itu dikirimkannya untuk mereka.

Suatu saat usai siaran, jam 3 pagi, ketika Irly turun ke tempat parkir, sebuah sedan mengedipkan lampu dimnya. Seorang wanita separuh baya berada di dalamnya sedang merokok. Irly melanjutkan langkah dan masuk ke mobilnya. Mobil wanita itu menghampiri dan berhenti di depan mobilnya: “Kamu Irly yang di Ramako ya?”
Rasa lelah dan kantuk tiba-tiba terganti rasa was-was. Jam 3 pagi. Ah, dia putuskan untuk tak menggubris, dan menjalankan mobil pergi meninggalkannya.

Itulah pengalaman unik Irly Irwansyah, pembawa acara Magic Request dan Relaksasi di Ramako Magic FM dari jam 21:00 hingga 02:00. Irly bergabung sejak 2003 setelah sebelumnya berbagai pekerjaan digelutinya, dari menjaga toko, fotografer hingga desainer grafis.
Karir sebagai penyiar dimulai sejak 2000 di stasiun radio lain yang bersegmen anak muda. Namun ada kekurangan pada Irly sebagai penyiar di radio itu, ”jenis suara saya sering diledek kayak suara om – om…” ujarnya geli.
Ia pun ditugaskan di malam hari, dan ternyata semakin hari Irly semakin menyukai pekerjaannya. ”Saya senang melayani orang-orang yang curhat on the air, yang patah hati, yang sedang siap-siap mau tidur, yah macam-macam lah.. pada prinsipnya saya suka melayani orang, senang membuat orang senang..”

Di Ramako Irly sesekali ditempatkan di pagi hari, namun ”Gak bisa di taruh siang atau pagi, bukan karena saya ngantuk, tapi pendengar yang ngantuk dengerin saya. Setting suara saya kan untuk bikin orang cepet ngantuk. Siaran malam membuat saya benar-benar berada di habitat saya.”

Dedikasi Irly pada pekerjaannya berbuah. Sejak 2005 ia menempati posisi Music Director Assistant, dengan tanggung jawab lebih luas seperti collecting lagu, memelihara networking dengan para artis, promotor dan perusahaan lainnya.
Setiap malam ketika mengantar warga Jakarta ke peraduan, banyak hal yang tak terbayangkan bisa terjadi. Misalnya, sebuah surat untuknyadari seorang magic listener (istilah untuk pendengar Ramako Magic FM -red) yang melampiaskan kegundahan: cukup Iama sudah ia pacaran dan pernikahan sudah diplot.
Setiap sebelum tidur ia selalu ditemani suara Irly. Fantasi pun berkembang membayangkan pacarnya punya sifat-sifat yang dianggapnya dimiliki Irly. Namun ternyata sang pacar jauh dari imajinasinya itu.
Tragis. Ia batalkan rencana pernikahannya.

”Saya bingung harus bersikap apa… dia sendiri mengaku salah mempercayakan hasrat impiannya pada penyiar yang tidak dia kenal secara pribadi.” Itulah kekuatan radio, secara ajaib suara mengembangkan imajinasi setiap hati pendengarnya.
”…padahal kalo ketemu, bisa pingsan kali ngeliat saya yang sebenernya hahaha…”
Irly selalu menghindar jika diajak kopi darat, ia ingin agar imajinasi para magic listener terjaga keindahannya.

Setiap malam banyak ungkapan-ungkapan melalui SMS yang menunjukkan peran Irly dalam menemani warga Jakarta menuju ke peraduan sungguh berarti :

Irly..sy kok bete bgt ya, jenuh, mgkn lage jelek x ya moodnya, bsk kerja lage..tp kalo kgk kerja jg ngapain! -0813150xxxx

Hay semua penyiar puza’anku, hare gene baru shampai rumah dech ceet kena maceet. Kang deden kumaha damang kang?! Kahitna dong aku mau, mamh2 bela, wnti, elisbet,-0888151xxxx

ir, bener yg kamu bilang ada pertemuan pasti ada perpisahan, saat ini itu yg aku rasakan, aku pgn cert byk sm km blh?, beby-0817989xxxx

Irly menanggapi mereka melalui kalimat-kalimat yang sekilas seperti untuk semua pendengar namun bagi pengirim sms akan mengerti bahwa itu untuknya, atau jika tidak terlalu personal atau bisa berguna bagi yang lain, Irly akan mengungkapkan langsung. Sering juga dijawabnya melalui lirik atau melalui judul sederet lagu-lagu pilihan.

Itulah Irly Irwansyah. Bahagia membuat orang lain senang dan terhibur. Entertainer sejati. Untuk menyempurnakan kemampuannya ia geluti dunia mentalis dan magician. Panggilan ke company gathering, hotel, events, pun ia layani.

Saat paling menyenangkan baginya adalah ketika jerih payahnya terbalas oleh kepuasan pendengarnya. Setiap kiriman bunga, makanan, atau ungkapan perhatian dan terimakasih yang diterima Irly membuat rasa lelahnya berganti sukacita.
Ada perubahan besar dalam pandangan hidupnya. Sejak bergelut di radio, ia kini tidak lagi kuatir menghadapi berbagai tantangan di hari esok. Ia piawai menambah, mengasah, dan menginput wawasannya setiap hari. Dunia radio dan segala perniknya sudah begitu dikenalinya sehingga Irly yakin inilah dunianya kini dan masa depannya.

Pesan untuk para pembaca Bataviase Nouvelles dan magic listener?
”Jangan takut untuk menggali potensi kita yang tersembunyi… sebenarnya kita mampu memiliki apa yg kita sendiri gak yakin so Dig It !”

Tuhan menciptakan banjir…

banjir.jpg

Ya, Tuhan lah yang menciptakan banjir. Sebagai rutinitas untuk memelihara kelangsungan hidup alam. Jika itu menjadi bencana, maka itu karena ulah kita sendiri yang tidak memperhatikan hukum-hukum alam. Air selalu mengalir mengikuti hukum gravitasi, hukum alam, sunatullah. Hujan, sungai, laut… agaknya semua sudah tahu bahwa karakternya juga air, berlaku sifat-sifat dan hukum yang sama.

Ini catatan pribadi. Bukan artikel yang dimuat di Bataviase Nouvelles.

Meski saya orang Jakarta, tak urung selalu agak emosi jika istilah banjir kiriman digunakan. Bukan emosi karena merasa dikirimi, atau merasa punya andil mengirim banjir, tapi.. sadarkah anda bahwa istilah itu, dulu dilontarkan oleh orang yang terbiasa melemparkan kesalahan pada orang lain. Menutupi kelalaiannya dalam mengatur pengendalian banjir. Dengan kata lain, membodohi orang banyak dengan pengetahuannya.
Itu yang membuat emosi agak naik. Apalagi sekarang, ketika sekitar 60% Jakarta terendam, 200an ribu orang menjadi korban. Betapa banyak kerugian langsung, lahir dan batin masing-masing orang, perusahaan, kota dan negara. Belum lagi yang diderita di kota dan negara lain yang terkena dampak kelumpuhan Jakarta…

Sudah saatnya setiap orang menyadari, terutama masing-masing kita yang punya peran melayani atau terkait dengan kepentingan publik, sekecil apa pun perannya akan memiliki dampak luarbiasa terhadap masyarakat. Langsung, seketika, ataupun nanti sepuluh dua puluh tahun lagi…
Jika kita melaksanakannya dengan baik, tentu dampaknya pun nanti luarbiasa bagusnya. Andai kita tidak berkesempatan menikmatinya, masih ada anak, ponakan, cucu, yang tentu akan berterimakasih dan mendoakan segala yang terbaik bagi arwah kita…

Sebagian besar orang menuding ini akibat kelalaian pemerintah, terutama DKI dan jajarannya. Itulah salah satu kebiasaan kita yang buruk: menganggap kesalahan pasti ada di pihak lain. Kesalahan dan kelalaian memang ada dan banyak, tapi apakah kita sendiri tidak punya kesalahan?

Ingatlah ketika kita membuang sampah seenaknya; tidak pernah mau tahu kondisi selokan di depan rumah atau kantor; tidak membuat sumur resapan yang diwajibkan; meminta komisi proyek (sehingga materi dikurangi, dan kualitas ambur-adul); menerima uang yang tidak diketahui asal usulnya (setoran illegal para pengguna daerah kekuasaan sungai); membiarkan dan menertawakan kesalahan orang (akibatnya kita juga yang merasakan); dan banyak kelakuan lainnya yang nurani kita selalu (atau pernah?) memberitahu bahwa itu tindakan tidak terpuji.

Konsep sustainable development di mancanegara sudah mulai wajib diterapkan di setiap proyek dan produk undang-undang yang baru, di negeri tercinta ini sosialisasinya saja belum. Padahal inti konsep itu sejak dulu sudah diajarkan dan diterapkan sejak zaman Hindu, Budha hingga Islam: “Hai manusia, janganlah melakukan perusakan di muka bumi….”

Pemprov DKI Siap Siaga

banjir-header.jpg

Tampaknya Pemerintah Provinsi DKI sudah siap menghadapi banjir seburuk 2002 lalu. Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta menjamin banjir akan dapat diatasi bila semua pompa dan saluran air dapat berfungsi. Situasi terburuk —yaitu terjadinya hujan lokal; luapan air sungai dari Jawa Barat; dan air laut pasang dalam saat bersamaan, akan dapat ditangani.

23 Pompa baru di enam lokasi Jakarta Utara ditargetkan selesai 15 Desember 2006. Rp 500 miliar dialokasikan. Drainase, situ-situ dan sungai diperbaiki.
Juga pembuatan sodetan, perbaikan pompa air, perbaikan turap, pembuatan tanggul Muara Angke, dan penyaring sampah sungai.
Pengerukan lumpur dan sampah sungai antara lain dilakukan dari Jalan I Gusti Ngurah Rai hingga pintu air Pulogadung dan sepanjang Banjir Kanal Barat.
Waduk Pluit disiagakan dengan 11 pompa untuk menyedot Sungai Cideng mengendalikan 26 km2 wilayah Menteng, Cendana, dan Jalan MH Thamrin. Waduk Melati dikeruk untuk menambah daya tampung.

Di bidang non struktur, dilakukan pelatihan yang melibatkan masyarakat. 7.400 personel siaga 24 jam, juga empat helikopter, 440 kendaraan roda empat, 300 perahu karet, 134 ambulan, 240 dapur umum, 160 tenda dan 323 lokasi pengungsian, 324 puskesmas.

Koordinasi dilakukan dengan Dinas Kesehatan, Palang Merah Indonesia, TNI serta Polri yang menyiagakan lebih dari 30.000 personil.

Siaga I akan diberlakukan saat permukaan air di Nendung Katulampa Bogor di atas 310 cm, Pintu Air Manggarai di atas 950 cm, dan Pintu Air Depok di atas 350 cm.
Puncak musim hujan dengan curah 500 mm diperkirakan pada 10 hari terakhir Januari dan awal Februari 2007.

Tampaknya Pemprov DKI dan masyarakat sudah siap. Semoga juga sudah diantisipasi masalah yang juga dialami pada 2002 lalu : pompa tak bisa difungsikan karena PLN harus mematikan listrik. [sumber: Satkorlak dan Berita Jakarta]

Artikel terkait:

Pemprov DKI Siap Siaga
Banjir Jakarta Punya Siklus Lima Tahunan?
Jakarta banjir: Alam dan manusianya
Pengendalian banjir Jakarta, dulu dan kini
Tips Mengemudi Saat Banjir
Sistem Kendali Banjir Batavia
Belanda dan pengalamannya yang seribu tahun
Bendungan Baja Inggris
Banjir 2002, Jerman Rugi 175 triliun.

Pengendalian banjir Jakarta, dulu dan kini

prasasti.jpg

Pengendalian banjir mulai hadir di Jakarta agaknya sejak 1500 tahun lalu. Prasasti Tugu mengabarkannya :

Beberapa waktu lalu kanal Candrabhaga digali oleh Yang Mulia Raja Purnawarman yang memiliki lengan berotot kencang dan kuat agar air –yang masuk ke istana kerajaan yang termasyhur– bisa mengalir ke laut .
Sekarang, dalam tahun ke duapuluh dua pemerintahan, Yang Mulia Raja Purnawarman, dengan kepandaian dan kebijaksanaannya, sang pemimpin para raja, memerintahkan pembuatan kanal yang indah dan bersih airnya, dinamakan Gomati. Kanal yang mengalir melalui tengah-tengah kompleks istana resi kakek-nda Purnawarman.
Pekerjaan dimulai di hari baik, hari ke delapan bulan purnama bulan Phalguna dan diselesaikan di hari ke 13 bulan purnama Caitra, hanya 21, panjang galian adalah 6.122 busur. Acara selamatan dilaksanakan bersama para resi dengan persembahan 1.000 ekor sapi.
(sumber: www.londoh.com).

Zaman VOC di abad 17 catatannya lebih banyak. Banjir besar di Batavia terjadi pada 1671, 1699, 1711, 1714 dan 1854. Sistem pengendalian dilakukan dengan membuat sudetan sungai. Van Breen menggagas pembuatan kanal di bagian barat pintu air Manggarai sampai Muara Angke. Perubahan tata lahan kebun teh di kawasan Puncak diantisipasi dengan mengubah area persawahan menjadi situ-situ.

Di era kemerdekaan, dibentuk lembaga Kopro Banjir pada 1965 yang pada 1966 membangun Waduk Pluit serta rehabilitasi sungai di sekitarnya untuk mengendalikan luapan kali Cideng Bawah, Krukut Bawah, dan Duri.
Saluran pengendali di Grogol dibangun pada 1968 dengan membuat kali Grogol.
Pada 1969 dibangun Waduk Setia Budi yang menampung luapan kali Cideng; Waduk Melati yang mengamankan Jalan Thamrin dan sekitarnya; serta Waduk Tomang untuk menerima luapan kali Sekretaris. Bayangkan, dalam tiga tahun empat waduk.

1972, Kopro Banjir diubah menjadi Proyek Pengendalian Banjir Jakarta Raya. Lalu diperluas menjadi Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi. Kini ditangani oleh Satuan Koordinasi Pelaksana Pengendalian Banjir.

Prinsip dasar pengendalian banjir yang dilakukan adalah dengan mengalirkan air sungai yang masuk ke Jakarta, ditampung dan dikendalikan debit serta arahnya agar tidak memasuki wilayah tengah kota. Air di tengah dialirkan melalui Banjir Kanal Barat, di barat melalui Cengkareng Drain dan di timur melalui Cakung Drain.

Di daerah tinggi dibuat drainase yang menyalurkan air secara gravitasi, dengan sendirinya.
Di daerah rendah, menggunakan sistem polder: ditampung kemudian dipompa ke saluran pengendali.g [sumber: Satkorlak PBP DKI dan Depkes RI]

Artikel terkait:

Banjir Jakarta Punya Siklus Lima Tahunan?

Ketika BMG berulang kali menyatakan bahwa banjir tidak mempunyai siklus lima tahunan, para pejabat dan media tetap saja mengumbar istilah itu. Coba kita tengok faktanya:

1996: 90an titik genangan

banjir3a.jpg

6-9 Januari 1996, Jakarta terendam setelah hujan dua hari.
Sebulan kemudian, 9-13 Februari 1996, tiga hari hujan lebat dengan curah lima kali lipat di atas normal, merendam Jakarta setinggi 7 m. melimpas tanggul sepanjang 2,5 km. 529 rumah hanyut, 398 rusak. Korban 20 jiwa, 30.000 pengungsi. Nilai kerusakan 435 juta dollar. [sumber: Satkorlak PBP DKI dan Dartmouth Flood Observatory].

2002: 159 titik genangan

banjir3b.jpg

Curah hujan besar bersiklus 350 tahun mengguyur hampir seluruh Indonesia.
15-26 Januari 2002, Kapuk, Kebon Bawang dan jalan toll bandara terendam karena waduk jebol.
29 Januari-15 Februari 2002, 40.000 rumah terendam setinggi 3-9 meter karena hujan dan pasang laut. 380.00 pengungsi, korban 75 jiwa.
22 Februari 2002, hujan lagi. 15.000 rumah terendam lagi. [berbagai sumber]

2005 : 72 genangan

banjir3c.jpg

Sejak 18 Januari hingga 7 Maret 2005, ribuan rumah bolak-balik terendam. Di kawasan Kampung Melayu dan Bukit Duri ada yang mengaku sampai 7 kali mengungsi.

Kadang-kadang kita sering menyederhanakan istilah, mengabaikan pesan-pesan para pakar, tanpa menyadari bahwa hal itu merupakan salah satu bentuk pembodohan masyarakat.[]

Artikel terkait:

Pemprov DKI Siap Siaga
Banjir Jakarta Punya Siklus Lima Tahunan?
Jakarta banjir: Alam dan manusianya
Pengendalian banjir Jakarta, dulu dan kini
Tips Mengemudi Saat Banjir
Sistem Kendali Banjir Batavia
Belanda dan pengalamannya yang seribu tahun
Bendungan Baja Inggris
Banjir 2002, Jerman Rugi 175 triliun.