Antara Turah, Laskar Pelangi dan Endgame.

Sebuah berita bagus menghentak kebosanan pada kegaduhan politik:
Film Turah akan berangkat mewakili Indonesia menuju Piala Oscar 2018.

Turah mengangkat kehidupan desa Tirang di wilayah Tegal yang masih belum bisa menikmati air bersih dan listrik. Mengenai sebab terpilihnya film ini, Christine Hakim menyatakan: “Kekuatannya, kejujuran, dan kesederhanaannya, dari segi tematik dan penggarapannya. Pesannya kuat, di antara kemunafikan kehidupan. Gantung diri sebagai kekalahan, menjadi cermin untuk kita semua.”
Sementara Wicaksono Wisnu Legowo, sang sutradara, terkesan dengan dampak filmnya yang membuat banyak orang menjadikan desa Tirang sebagai tujuan wisata: “Jadi ada suasana baru, beberapa kali banyak yang datang ke Tirang. Saya merasa seperti membuat Laskar Pelangi, bahwa film itu impact-nya ke sana.”

Dari berita itu, saya teringat akan Kampung Coklat, Brownsville, di Texas di dekat perbatasan Amerika Serikat dengan Meksiko, salah satu kota yang secara ekonomi paling terbelakang di Amerika Serikat.
Para siswa Brownsville menjuarai kompetisi catur nasional, Elementary State Championship, selama tujuh tahun berturut-turut (1993-1999), membuat Brownsville dikenal pula secara nasional dan terangkat dari keterbelakangan, dari sebuah desa menjadi kota.

Pada awalnya catur diperkenalkan di Brownsville pada 1989 oleh seorang guru sekolah dasar sebagai program untuk mengatasi kenakalan remaja dan membina karakter sportif. Pion demi pion akhirnya Brownsville pun berhasil membuat masyarakat menyukai catur, menjadi kiblat para pecatur Texas, dan membuat Amerika menyadari dampak positif catur bagi masyarakat.

Kisah kota itu menjadi inspirasi film Endgame yang tayang 2015, ia mengisahkan tentang Jose, seorang remaja penggemar catur. Ia hidup di bawah bayang-bayang kakaknya, remaja pesepakbola berbakat yang populer di kotanya. Ibunya seorang janda yang mengalami depresi. Teman baiknya memiliki masalah keimigrasian. Ia mengenal catur dari neneknya yang merupakan sosok ternyaman baginya di dalam keluarga. Film ini juga menyentuh permasalahan di Brownsville yang berpopulasi 175.000 ini mencakup soal keimigrasian (90% penduduknya adalah Hispanic), depresi, mabuk-mabukan dan bully di kalangan remaja.

Brownsville’s chess success inspires movie
Endgame Trailer

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s