Menakutkan…

on

“Anda sudah kalah,” ujar seorang teman. Lho, memangnya kapan kita menang? Kalah apa?

“Shaya shungguh tidak shuka ini: dyulu shaya shnang shkali —menikmatyi, kagoom— jika shaya lihat baniyak orang ke masjid, indah shkali jubah-jubah putih di lapanggan hijaw, nikmat shkali dengar azan magrib. Apalagi bulan puasa. Wah, enak.”

Saya mulai meraba maksudnya.
Dan ia melanjutkan keluhannya: “sekarang kalau melihat orang-orang ramai-ramai menyeberang jalan, kalau hari jumat —mereka mau ke masjid— saya takut.
Kalau lihat cuma 2-3 orang di jalan, tapi pakai itu topi putih, saya juga takut.
Saya sedih, dengar azan tidak indah lagi.”

Saya mengerti, takut yang ia maksud adalah rasa was-was.
“Anda sudah kalah sekarang. Tidak akan ada lagi generasi muda intelektual di antara mereka,”
pungkasnya. Aduh, saya lupa kalau ia seorang mubaligh.

Advertisements

5 Comments Add yours

  1. wong-cilik says:

    apakah ini akaibat dr “bak bik buk” di lap m***s tempo hari ?

    Like

  2. icha says:

    dalem bngett..

    Like

  3. fatih says:

    Halo, kalau bisa link afsyuhud.blogspot diganti ke blog baru saya di http://fatihsyuhud.com

    Like

  4. Putu Adi says:

    Kok malah kalah menang sich??
    Kaya pertandingan aja.

    Like

  5. bataviase says:

    maklum kemampuan ekspresi bahasanya agak kurang, yang dimaksud mungkin adalah kegagalan dalam menampilkan citra Islam yang cinta damai.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s