Blue Energy, sang BBM sintetik

9 Januri 2008, ada sebuah komentar menanggapi tulisan Blue Energy – Mimpi masa depan yang sudah terasa di Indonesia ! :

baca soal energi alternatif ini, saya malah ngeri dengan keselamatan tim yang membuatnya.
anggaplah semua ini benar dan benar2 ada, benar2 berjalan. apa disangka tidak ada satupun orang dari perusahaan minyak yg mengamati ini?
kuatnya lobi perusahaan minyak udah bukan rahasia lagi.
saya malah takut orang2 yg ada di balik tim ini bakal menghilang misterius sebelum sempat mengembangkan jerih payahnya..
mudah2an sikap diam yg diambil oleh teman2 tim blue energy ini salah satunya untuk keamanan tsb, mudah2an jg pihak pemerintah sudah membaca akan perlunya perlindungan atas keselamatan mereka2 ini.
semoga ini memang jalan keluar untuk semua masalah bangsa ini. semoga. | Komentar oleh beq

Ini mengingatkan pada kisah Tesla. Di halaman Fakultas Tehnik Beograd, Serbia, dan di pembangkit listrik Niagara, Amerika, berdiri patung Nikola Tesla. Ia penemu listrik yang sebenarnya, juga ratusan inovasi lainnya yang tercatat di kantor patent. Setelah berbulan-bulan mengamati dan mengkalkulasi perilaku petir di alam, ia menceritakan bahwa suatu saat nanti listrik akan bisa diperoleh dengan cuma-cuma. Hanya dengan antena dan dekoder, orang bisa menangkap dan menggunakan energi dari alam semesta.

Tidak lama kemudian rumah dan seluruh berkas penelitiannya musnah dibakar orang. Tidak diketahui siapa pelakunya, namun orang bisa mengira bahwa para industrialis pasti terlibat.

Heboh “menghilangnya” Joko Suprapto, inovator Blue Energy, mengingatkan kembali bahwa bangsa ini sebetulnya memiliki potensi luarbiasa. Siapa tahu ada yang mampu melanjutkan penelitian Nikola Tesla. Sayangnya infrastruktur —baik yang lahir mau pun yang bathin— tidak mendorong dan memupuk agar setiap potensi yang ada bisa tumbuh dengan leluasa.

Film-film nasional masih saja latah dengan hantu, televisi masih lebih mementingkan peringkat dan eksploitasi bad news. Padahal kita tahu bahwa audio visual sangat ampuh dalam mempengaruhi opini dan pembentukan karakter, apalagi di kota-kota yang tidak memiliki alternatif hiburan murah selain tv dan bioskop. Kita seperti memberi senjata pada orang-orang yang tidak tahu cara menggunakannya.
Ah, seandainya tv dan film bisa seperti jamannya Sambas dan Bambang Hermanto dulu…

Gambar di atas bukan kaleng berisi Minyak Indonesia Bersatu karya Joko Suprapto, tapi sebuah minuman energi, hanya untuk ilustrasi. Blue Energy versi Indonesia adalah bahan bakar minyak yang dibuat dari pemisahan-pemisahan Hidrogen (H) plus dan 02 minus dibantu rangkaian karbon (C). Berarti bahan dasarnya adalah segala macam air yang mengandung banyak H dan O, serta dari bahan-bahan yang mengandung banyak C termasuk asap dan sampah polusi.

Namun tidak sesederhana penggunaannya, proses pembuatan Blue Energy ternyata juga membutuhkan energi. Barangkali karena itu ada yang menyarankan pemanfaatan tenaga nuklir untuk pembuatan Blue Energy. Ini lumayan mengerikan. Mengurus busway saja berantakan, bagaimana nanti mengelola PLTN, ya?
Menurut rencana dalam waktu dekat akan diproduksi 5ribu barrel per hari di Cikeas…

Perjuangan Joko Suprapto sungguh luarbiasa, mirip dengan yang dialami Nikola Tesla. Simaklah penuturan sang ayah enam anak ini di Radar Kediri saat Blue Energy akan dipromosikan di Konperensi Global Warming di Bali tahun lalu:

Mengapa selama ini Anda tertutup terhadap penelitian blue energy?
Belum saatnya saja.
Apa prinsip utama penemuan itu?
Pemisahan H plus dan H2 min dengan bantuan katalis-katalis dan proses tertentu sampai menjadi bahan bakar dengan jumlah ikatan karbon tertentu. Begini, ada C-C (karbon-karbon, Red) yang bergandengan, pacaran. Lalu kita ganggu, bagaimana kalau orang pacaran diganggu?
Apa bahan dasarnya?
Air. Air tanah juga bisa, tapi kasihan warga karena harus nyedot dari bumi. Paling bagus air laut.
Lalu, kapan penelitian dimulai? Di mana?
Sekitar 2001, ya di rumah saya, Ngadiboyo sana. Tahun 2005 itu sudah selesai, tapi masih perlu penyempurnaan
Dapat ide dari mana?
Dalam Alquran itu semua yang ada di bumi bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Apa kendalanya selama meneliti?
Banyak sekali, terutama semua orang menganggap saya gila, tidak waras lagi. Tidak ada yang percaya penelitian ini akan berhasil. Termasuk para akademisi, teman-teman saya dan semuanya.
Dari pihak keluarga juga?
Iya, terus terang saja saya berkali-kali mau cerai dengan istri gara-gara penelitian ini. Tapi alhamdulilah saya pertahankan sampai sekarang
Anda mendapat biaya dari mana?
Awalnya biaya sendiri. Pokoknya habis-habisan saya. Seluruh isi rumah saya yang saya kumpulkan sebelumnya seperti keluar semua, sertifikat di Pegadaian. Semua pokoknya.
Apa yang membuat Anda yakin akan berhasil?
Penemuan ini sangat bisa diilmiahkan, ada rumusnya. Kalau barang nyata kenapa tidak bisa?
Bagaimana penelitian ini sampai ke Presiden SBY?
Setelah penelitian selesai, saya dulu sudah menghasilan produk. Kemudian bertemu dengan Bapak Presiden di Jakarta sekitar Februari 2006. Semua orang selalu menganggap saya gila. Tapi Bapak Presiden tidak sama sekali. Selanjutnya penelitian ini diteruskan untuk disempurnakan dan jadilah seperti sekarang. (jie)

Baca juga :
Optimisme Presiden
Penemu Bahan Bakar Hidrogen Ditekan
Banyugeni
Hitung-hitung ‘Blue Energy’
‘Blue Energy’ dan Teori Konspirasi
Press Release Tim UGM 30 Mei 2008

4 Responses

  1. semoga semuanya menjadi nyata dan bermanfaat bagi masyarakat luas

    http://ancolevent.wordpress.com

  2. Ngga ngerti saya, kok banyak yg masih percaya dengan misi ini. Kalau menurut saya, ada strategi yg salah (“terlalu inovatif”) dalam proyek ini. Orang biasanya baru publikasi setelah hasilnya siap dipatenkan. Dalam proses penelitian akan diam-diam. Tetapi ini baru proses penelitian sudah dipromosikan. Celaka sekali bagi penelitinya.

    Saya skeptis dengan proyek ini dan siap malu jika ternyata memang berhasil. Ngga masalah jadi antagonis.

    Kenapa sih, SBY malah tidak mendanai penelitian2 dari BPPT; LIPI, atau lembaga riset lainnya? Profit?

    Tks mas Jaka. Perkembangannya memang kemudian jadi meragukan banyak orang. Tapi upaya pak Joko tetap merupakan upaya melawan arus yang luarbiasa —seandainya benar seperti apa yang diungkapnya dalam wawancara tsb. Kita jenuh dengan berita-berita negatif soal korupsi, politikus busuk, perebutan kekuasaan, demo-demo anarkis dsb. Ada kerinduan dan harapan besar pada prestasi anak bangsa, sehingga setiap ada peluang kita ramai-ramai berharap sekali bahwa “inilah saatnya”. Terlihat dengan meluapnya dukungan pada tim sepakbola, thomas dan uber cup…

    Tentu saja kita bebas berpendapat sepanjang tidak merugikan atau melukai orang lain.
    Mengenai SBY, mudah-mudahan saja pertimbangannya masuk akal seperti menghemat APBN atau berbagai pertimbangan lainnya. Lebih baik kita berpikir positif, supaya ga darah tinggi dan tetap semangat :=)

  3. keknya blue energy tu hoax aja deh, dulu aja pernah juga tu ada kejadian kyk gini : http://en.wikipedia.org/wiki/Gasoline_pill

  4. keknya blue energy tu hoax aja deh, dulu aja pernah juga tu ada kejadian kyk gini, cari aja artikel “gasoline pill” di wikipedia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: