Siapakah yang bertepuktangan?


Harga BBM belum diumumkan, dampaknya sudah tersebarkan oleh media massa. Demo di mana-mana, penimbunan BBM, kenaikan harga bahan-bahan pokok, jeritan kaum miskin…

Tak terhindarkan lagi.
Semoga ini bukan pengulangan peristiwa 10 tahun lalu.
Semoga saja demo-demo yang mengatas namakan rakyat ini tetap menjaga misinya membela dan melindungi rakyat. Semoga para koordinator demo bisa menjaga demonya untuk tidak berbuat anarki.
Dan semoga para polisi —yang diberi tugas untuk menjaga ketertiban dan melindungi masyarakat dari perbuatan anarki— mampu menahan emosi.

Semoga juga para koordinator demo dan kepolisian tahu bahwa dalam setiap demo selalu ada provokator. Bahwa provokator berusaha memancing emosi polisi untuk berbuat kekerasan. Bahwa provokator berteriak dari dalam kerumunan mendorong-dorong untuk menghancurkan saja suatu obyek, lalu diam-diam menjauh. Bahwa provokator bisa menyusup di dalam kerumunan pendemo. Bahwa provokator juga bisa berada di antara polisi. Bahwa provokator dibayar oleh mereka yang ingin memperoleh manfaat politis dari suatu kematian dalam demo.

Semoga para koordinator demo dan kepolisian tahu cara mengenali provokator di antara mereka. Jika tidak, maka rakyat yang dibela dan dilindungi oleh pendemo, juga oleh polisi, akan semakin menderita. Dan yang berpesta lagi-lagi mereka yang berhasil mengelabui pendemo dan polisi.

Semoga para koordinator demo sadar bahwa polisi juga pemuda-pemuda aset bangsa yang hadir di situ karena tugas. Bahwa mereka sebenarnya juga rakyat, orangtua mereka juga rakyat yang memeiliki penderitaan yang sama ditambah rasa was was akan nasib anak mereka ketika berhadapan dengan rakyat.

Kekuatiran seperti ini pernah hinggap Ketika mengikuti 100ribu manusia yang turun ke jalan-jalan di pusat kota Beograd, menentang pemerintahan Milosevic,
Tapi para koordinator demo dan tim satgas mereka ternyata piawai dalam menjaga ketertiban massanya.
Di dalam kerumunan massa, sesekali tampak di sana sini sekelompok satgas menggelandang atau mengejar seseorang. Sangat mungkin orang itu adalah provokator.
Di beberapa tempat kadang terlihat sebagian besar massa tiba-tiba duduk dengan serentak, menyisakan seseorang yang masih berdiri keheranan. Sesaat kemudian ia digelandang ke luar dari kerumunan.

100ribu manusia turun ke jalan selama dua hari. Tak ada anarkisme. Sangat berbeda dengan demo sebelumnya yang menewaskan seorang mahasiswa dan seorang polisi.
Mereka belajar dari pengalaman.
Semoga kita juga mampu belajar untuk tidak mengorbankan siapa pun.
Amin.

One Response

  1. Great site. Thanks.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: