Jika permukaan laut naik satu meter

Seorang pakar GIS (peta digital berdasar database geo-lokal) asal Hongaria, Zoltan Buki, membuat simulasi naiknya permukaan laut dari satu hingga 100 meter. Efek animasinya hanya bisa dilihat melalui software GoogleEarth [bisa diunduh gratis di sini].

Dengan mengklik gambar ini, anda bisa memasukkan data Rising Level Animation ke Google Earth yang akan langsung membawa anda ke San Fransisco. Jika gambar yang tampil tidak seperti contoh di sini, aktifkan layer <terrain> dan layer <3D> pada GoogleEarth. Jika panel layer tidak terlihat, munculkan dengan mengklik <show sidebar> di menu atau melalui keyboard Ctrl+Alt+B.

Di bagian atas layar akan terlihat pengontrol TimeLine berupa garis-skala dilengkapi tombol play, pause dan slider. Efek naiknya permukaan laut setinggi 1-100 meter bisa anda lihat dengan mengklik play atau menggeser slider. Pilih kota-kota lain dengan mengetikkan namanya di kolom <Fly to> yang berada di panel kiri atas.

Yang kemudian terpikir adalah: apakah instansi pemerintah-kota di Indonesia, sudah memanfaatkan GoogleEarth untuk membuat simulasi semacam ini.

Misalnya titik-titik banjir di Jakarta, dengan mudah bisa dipresentasikan dan diumumkan menggunakan GoogleEarth. Setiap kelurahan dimungkinkan agar bisa meng-update sendiri dengan memasukkan data terakhir. Sepertinya tidak diperlukan biaya besar untuk itu, mungkin jauh lebih kecil dari biaya sebuah laptop untuk para wakil rakyat. Barangkali yang sulit didapat adalah kemauan dan konsistensi untuk menjalankannya.

Tidak hanya simulasi titik banjir, GoogleEarth juga bisa digunakan untuk menampilkan data lain. Titik-titik kemacetan di seluruh Jakarta bisa diberi tanda, datanya bisa disebarkan ke seluruh pengemudi kendaraan melalui ponsel, atau linknya bisa diitampilkan di situs-situs media massa. Atau Yogyakarta menyediakan layanan informasi simulasi bencana dilengkapi lokasi pengungsian, lokasi dapur umum, pos-pos komando, puskesmas, UGD dan sebagainya tertera secara akurat di GoogleEarth.
Jika jenis layanan-publiknya dibutuhkan oleh semua orang, termasuk juga wisatawan mancanegara, bisa memanfaatkan GoogleMap yang bisa diakses dari mana saja. Contohnya denah busway Koridor 1 ini.

Dengan sedikit kreativitas, meski belum punya website sendiri, setiap kabupaten di seluruh Indonesia bisa mempromosikan obyek-obyek wisatanya. Video, foto, iklan, alamat bisa disisipkan, seperti Monumen Mount Rushmore ini. Kemudahan mengakses informasi seperti ini juga akan membuat kita lebih mengenal berbagai pelosok di negeri kita. Siapa tahu bisa menginspirasi orang untuk mengolah potensi wilayahnya sendiri, daripada berbondong-bondong merantau ke daerah lain atau ke negeri tetangga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: