Monas semakin cantik

Menjelang HUT Kemerdekaan ke 62, Monumen Nasional sudah mulai berhias sejak beberapa bulan belakangan ini. Taman di seputar kaki tugu setinggi 137m ini ditata ulang. Jauh lebih cantik dari sebelumnya. Bunga-bunga bangkai imitasi tampak menonjol. Beberapa pot raksasa diukir indah.

Berjalan mengelilingi kaki tugu terasa sedap di mata dan di hati. Terutama di pagi dan sore hari. Tim kebersihan patut dipuji, sampah yang ditinggalkan atau dibuang oleh pengunjung yang tak tahu diri, kurang dari semenit sudah disapu bersih.

Tugu Monumen Nasional mulai dibangun pada 1959, dan diresmikan pada 17 Agustus 1961. Semula ada 35kg emas melapisi perunggu berbentuk api di puncaknya, sejak 1995 dilengkapi menjadi 50 kg — menyambut 50 tahun Proklamasi RI. Anda bisa naik hingga ke puncak hanya dengan Rp.7.500. Dari puncak keindahan taman semakin menonjol. Meski harus agak susah payah untuk memanjangkan leher, dari sudut pandang eye-bird ini bisa kita nikmati keindahan taman-taman yang didesain membentuk ornamen ornamen khas beberapa propinsi kita.

Jika hanya sampai cawan, lebih murah lagi: Rp.2.500. Sedangkan di bagian bawah kaki tugu ada Museum Monumen Nasional dengan diorama-diorama yang menggambarkan perjalanan sejarah bangsa, di sini juga bisa didengar rekaman suara Bung Karno membacakan Proklamasi. Bendera Pusaka sedang diupayakan untuk disimpan di Museum ini.

monas3.jpgSaat posisi matahari di atas kepala kita, berada di area ini terasa melelahkan, terik dan gundul. Taman bunga di area seluas 200x200m ini tidak ditemani pohon-pohon rindang yang bisa memberi sedikit kesejukan.
Anda harus menyeberang sejauh 300m untuk tiba di area yang lebih segar. Hutan-hutan kecil dengan pepohonan rindang, air mancur, monumen tokoh, dan bangku taman banyak tersebar rapi di ke-empat penjuru.

Ada lapangan-lapangan untuk olahraga, aerobik, main layang-layang, ayunan, bercengkerama, atau kadang juga digunakan untuk konser musik. Pedagang kakilima dipusatkan di salah satu sudut. Juga ada taman dengan rusa-rusa manis. Saat itu kebetulan ada seekor rusa berusaha menggosok kepalanya yang gatal ke batang pohon. Kasihan, ia tak mungkin menggaruk karena terhalang tanduknya yang bercabang-cabang itu. Sayangnya lagi, di area ini bau dan kesannya seperti di kandang kebun binatang.

Ada lagi taman dengan belasan rumah burung merpati. Jika seseorang lewat di bawah mereka, puluhan burung ini bagai terkomando serentak meninggalkan kandang masing-masing. Suara kepak sayap dan gumam merpati bergemuruh mengejutkan. Mereka terbang menghampiri, seakan hendak mengeroyok. Mengerumuni kaki, atau terbang berputar-putar di atas kepala, berharap butir-butir jagung ditebar. Sangat mengasyikkan kalau lupa akan flu burung…

monas4.jpg Yang lebih unik lagi, ada jaringan jalan setapak dipenuhi batu-batu kecil menonjol. Di jalan ini anda wajib telanjang kaki. Jika peredaran darah di tubuh kurang bagus, itu akan menjadi siksaan luarbiasa, tapi memiliki potensi menyembuhkan. Inilah pijat refleksi gratis, dilengkapi peta besar titik-titik refleksi.

Berbicara tentang peta, di situlah kekurangan Taman Monumen Nasional. Di tempat-tempat strategis sebaiknya ada papan denah, petunjuk You Are Here, informasi-informasi standar. Untuk mengetahui berapa harga tiket, atau di mana posisi loket ke puncak tugu, atau letak monumen Chairil Anwar dan sajak Aku-nya, anda harus rajin bertanya. Atau berjalan saja keliling tanpa planning sambil menikmati satu per satu segala apa yang ditemui di area seluas hampir 1 km2 ini. Ternyata birokrat kita masih belum terbiasa memberi informasi, tidak seperti para pengusaha mall atau penyelenggara events. yang memberi perhatian penuh pada kelengkapan dan kemudahan mengakses informasi.

monas2.jpgJAM BUKA TUGU
Setiap hari 08:30 – 17:00
kecuali tgl 17 Agustus dan Senin di akhir bulan

TIKET
Dewasa, 17 tahun keatas:
Pelataran Cawan: Rp.2.500 Puncak: Rp.7.500

Mahasiswa/Pelajar/Anak-anak:
Pelataran Cawan: Rp.1.000 Puncak: Rp.3.500

Rombongan dengan peserta lebih dari 20 orang diberi keringanan biaya masuk sebesar 25% []

9 Responses

  1. denger-denger delman sudah ngga boleh beroperasi di kawasan monas lagi ya ?

    wah iya, lupa diceritain.
    delman masih lah, itu banyak manfaatnya. Rp. 10.000 per orang ya klo mau puter-puter

  2. ko ga pohonnya aja yang dibanyakin?
    kalo cuma taman tapi panas kayaknya percuma…

    setuju.
    memang cantiknya jadi cuma sebentar dinikmati.
    kalau diselingi pohon-pohon rindang pasti lebih asyik

  3. Bagus memang Tugu Monas saat ini.
    Mengapa tidak ditanam yang aslinya juga Bunga Bangkai di Taman Monas?.
    Saya pernah menawarkan ke pengus Taman Monas dua tahun yang lalu saat saya berkunjung di Stand pameran Monas di Lapangan Banteng Jakpus, tapi sampai saat ini ga ada tanggapan, padahal saya punya 5 jenis tumbuhan Bunga bangkai yang saya koleksi sendiri. kalau pengurus Taman Monas berminat untuk menanamnya saya bersedia melepaskan untuk Taman Monas.
    Dari kelima jenis yang saya punya ada bunganya bangkai yang kalau lagi berbunga bentuknya persis Tugu Monas yang saya bawa bibitnya dari sumatera.
    kalau pengurus Monas berminat hubungi saya di 081511240248 atau. 02163854635 atau 0741668420

  4. menghabiskan berapa biaya mempercantik tugu kebanggan bangsa.

    tks pak agus,
    jumlahnya miliaran rupiah. tapi dananya dari sebuah perusahaan rokok, bukan dari apbd

  5. akhirnya setelah hampir 15 tahun lamanya denger2 kalo aku pernah ke Jakarta waktu aku masih ngempeng (baca: mik cucu ibu), Jumat kemaren aku ‘n pren ngunjungin mega proyek Soekarno yang tahun 70’an tuerkenal buangett…

    pas nyampe di sana… wah, berdecak kagum deh,,,
    setelah Jumatan & mengagumi dulu kemegahan Istiqlal, baru kita nyobain naek dibawah lidah api,, sayang agak mendung, jadinya ga lama…

    mmm,,, sarannya sih emang iya, harusnya bunga bangkai aslinya ditampilin gitu, masa cuman palsu, ga asik ahh…

  6. Bener!
    Kekurangannya adalah ga ada informasi!

    Qta sering bingung di Monas kapan aja waktu pertunjukkan air mancur menari, dimana tempat hutan kota tempat ada rusa, kapan jam buka tugu sampai ke lidah api, dan info-info penting lain.

    Padahal apa susahnya sih ya ngeluarin sedikit lagi duit buat bikin papan informasi gitu.

  7. mungkin ini dapat menambah informasi tentang MOnumen NAsional (MONAS)

    http://www.indonesia-travel-guide.com/Jakarta_Travel_Guide/National_Monument_Monas/National_Monument_Monas.html

  8. kalau aku juga sama ,tapi dari mana dapatnya biaya untuk
    monas ?sedangkan aja beratus ratusan habis yakan?

  9. Bisa minta denah monas pak / bu ?
    sebagai referensi tempat bersejarah di Indonesia

    thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: