Indonesia Raya dan YouTube

Film kuno lagu Indonesia Raya ini disiarkan Metro TV tadi. Dikatakan sebagai penemuan Roy Suryo dan tim Air Putihnya, dan dijadikan bahan untuk meragukan keaslian lirik lagu Indonesia Raya yang selama ini digunakan.

Sebenarnya video ini sudah beredar lama di antara para netter Indonesia —sejak Desember 2006. Terdata ada enam pengirim, total sekitar 45.000 kali video ini dilihat orang. Dalam salah satu keterangannya disebut bahwa “setelah Perang Dunia II lagu ini digunakan sebagai propaganda untuk menyatukan Asia Tenggara dalam satu negara Indonesia Raya”.

Bisa jadi yang dimaksud adalah kampanye Jepang menentang negara-negara Sekutu (Amerika, Inggris dan Belanda), dengan apa yang disebut sebagai Maklumat Bersama Asia Timur Raya seperti dinyatakan dalam mosi pada Sidang Chuuoo Sangi-In ke-6 di Jakarta, 17 Nopember 1944. Video ini mengabarkan tentang itu  :

YouTube memang penuh kejutan. Jika anda beruntung, atau menguasai seni menggoogle, anda bisa menemukan berbagai pengungkapan sejarah, misalnya dokumenter tentang peran CIA di Indonesia 1965 di bawah ini:

Tapi jangan buru-buru percaya dengan satu data yang anda peroleh melalui internet. Perlu dilakukan double-check, double-search, bahkan keberadaan fisiknya juga harus dicek jika data tersebut sangat penting bagi suatu konperensi pers.

—————-

7 Agustus 2007
dari Arsip Nasional RI :

KONTROVERSI LAGU KEBANGSAAN INDONESIA RAYA

Lagu Kebangsaan Indonesia Raya akhir-akhir ini ramai dibicarakan di berbagai media massa. Hal ini terjadi karena pernyataan dari Pakar Telematika Indonesia Roy Suryo bahwa Ia bersama timnya telah menemukan versi asli lagu Indonesia Raya yang terdapat di perpustakaan Universitas Leiden, Belanda.
Lagu Indonesia Raya tersebut terdiri dari 3 stanza, padahal yang biasa dinyanyikan saat ini hanya satu stanza. Hal tersebut menimbulkan pertanyaan apa yang terjadi dengan lagu Indonesia Raya? Apakah ada muatan politis atas perubahannya?.
Setelah menemukannya, Roy Suryo pada tanggal 4 Agustus 2007 menelpon Kepala Arsip Nasional RI (ANRI) Djoko Utomo untuk menanyakan apakah ANRI sudah memiliki arsipnya. Pada saat itu terjadi kesalahpahaman, karena dipikir Djoko, bahwa yang ditemukan Roy Suryo adalah arsip lagu Indonesia Raya versi rekaman suara tahun 1928, sehingga dijawab bahwa ANRI belum memilikinya.
Namun setelah melihat berita di berbagai stasiun televisi tentang penemuan Roy Suryo tersebut, barulah disadari bahwa yang ditemukan Roy Suryo adalah lagu Indonesia Raya versi film tahun 1944 yang sebenarnya juga telah dimiliki oleh ANRI.
Akhirnya pada hari Selasa, 7 Agustus 2007 ANRI mengadakan konferensi pers dengan berbagai media massa untuk menjelaskan keadaan yang sebenarnya. Keinginan untuk mengungkap kebenaran akan berita tersebut sangat besar, terlihat dari banyaknya jumlah wartawan yang hadir. Pada konferensi pers tersebut, Djoko bersama Mona Lohanda, Deputi Pembinaan Kerasipan serta Asvi Warman Adam, Sejarawan, menjelaskan bahwa lagu Indonesia Raya versi film tersebut sudah tersimpan di ANRI sejak tahun 1983 berdasarkan hasil kerjasama antara ANRI dengan Belanda. Film itu juga pernah diputar di TVRI pada tanggal 28 Oktober 1984.
Pada kesempatan itu, ANRI juga mempertontonkan film lagu Indonesia Raya yang terdapat di ANRI kepada wartawan yang hadir. Film tersebut persis sama seperti yang ditemukan Roy Suryo. Berkaitan dengan pertanyaan mengapa lagu Indonesia Raya versi asli berbeda dengan yang dinyanyikan saat ini, Djoko mempersilahkan wartawan/peneliti untuk mengkajinya sendiri. ANRI hanya menyediakan arsip yang dibutuhkan.

Menanggapi hal ini, Pemerintah menyatakan tetap menggunakan lagu Indonesia Raya versi resmi seperti yang biasa dinyanyikan. Hal ini terkait dengan adanya PP No. 44 tahun 1958 yang mengatur tentang lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Pada akhir wawancara, Djoko menyatakan bahwa Ia tetap menghargai penemuan dari Roy Suryo, sebagaimana Ia menghargai keanekaragaman Indonesia yang menggambarkan keindahan seperti perbedaan warna pelangi. (Humas/ANRI)

5 Responses

  1. Yang bikin aku bingung, kok orang sekapasitas Roy Suryo dapet tempat di media massa, sih?
    Ini kan pembodohan masyarakat namanya.

  2. Lha media kan butuh orang seperti itu supaya laku, habis zaenal yg ga arif, trus dia, besok cari lagi yang lain.
    Supaya kita-kita, aparat, dpr, menteri sampe presiden, ga usah mikirin negara, energinya diabisin buat ngurusin isu murahan.
    Masabodoh dengan negara, apalagi sama rakyat. Kan koceknya makin penuh klo rakyat, dpr dan pemerintah bisa dibodohi…

    masa’ sih? wah bener-bener ngomporin…

  3. Dari Sahabat Museum – http://groups.yahoo.com/group/SahabatMuseum/:

    Sebetulnya kejadian seperti ini gak perlu jadi heboh jika para media ikutan Sahabat Museum (bukan sponsor lho).

    Kita kan semua tahu, bahwa hampir banyak masyarakat kita itu sangat tidak peduli dengan sejarah bangsa ini. Termasuk sejarah kemerdekaan.
    Banyak data-data, informasi, dan dokumentasi tentang masa lalu negara ini sulit ditemukan. Kalau pun ada di Arsip Nasional, nampaknya merupakan sebuah kain perca yang lapuk yang tidak bisa dengan mudah dilihat oleh masyarakat luas. Begitu pun tayangan-tayangan di media, jarang sekali yang mengulas kisah masa lalu Indonesia.

    Tiba-tiba, seorang Roy Suryo dan Tim Air Putih (LSM IT ya bukan heritage), konon menemukan sebuah “mutiara” yang hilang. Entah siapa yang bilang ini hilang karena setahu saya tidak pernah ada sejarah yang menyebutkan bahwa teks atau rekaman lagu Indonesia Raya ini hilang. Yang saya tahu memang lagu ini punya 3 stanza tapi akhirnya yang dipakai hanya stanza pertama, alasannya saya gak tahu.. yang paling mudah sih ya supaya gak kepanjangan aja (hehehe.. )

    Intinya, Roy Suryo dan Tim Air Putih menemukan perbedaan format lagu Indonesia Raya.

    Masalahnya sekarang, apakan penemuan ini HARUS dijadikan momentum besar? Hingga media massa dan publik harus heboh dengan penemuan tersebut? Ibaratnya si Roy Suryo ini pergi ke Pasaraya Sarinah lantas menemukan sebuah wayang kuno (replica) lantas melakukan press conf bahwa dia telah menemukan artefak nasional. Sementara tiap hari si penjaga etalase wayang sudah lihat barang itu ngejogrok di etalase.

    Lalu.. apa hebatnya? Kenapa harus heboh? Kenapa musti pake mo bertemu dengan SBY?

    Balik lagi.. coba aja kalo Roy Suryo itu ikutan Plesiran Tempo Doeloe, dia akan lihat video ini 2 tahun yang lalu. 3 box set DVD dokumentasi masa pemerintahan Jepang di Indonesia lengkap ada di Mas Adep. Silakan putar DVD – 3 Chapter 6 : Indonesia Raya. Resolusinya PAL (720 x 576) bukan resolusi MPEG apalagi YouTube. Aneh kan?

    Yang lebih memprihatinkan lagi adalah, seakan-akan menjadi kebohongan publik ketika Roy Suryo mendeclare saat di wawancara dengan Trans7 bahwa dia mengaku sudah menganalisis hasil temuannya itu bahwa film tersebut ASLI dan dibuat tahun 1944 dilihat dari resolusi film nya. Terus terang saya yang sering bergelut dengan dunia video.. sangat sangat ingin mendengar penjabaran anlisa tersebut. Darimana dia bisa menganalisa sebuah film yang entah format MPEG atau FLV atau MOV / AVI hanya dari resolusinya bisa tahu tahun pembuatannya. Apalagi yang ditemukan mereka ini bukan film ASLI (reel) tapi cuma FILE. Jika dari server internet.. jangan-jangan cuma MPEG atau FLV atau malah 3GP??? Keterlaluan kan?

    Nah.. sudahlah, jangan dperpanjang masalah ini. Mari kita ambil hikmahnya. Bahwa kejadian ini semoga membuka mata semua bangsa bahwa kita harus peduli dengan fakta-fakta sejarah bangsa ini. Baik yang tersimpan di negara ini atau bahkan di luar negeri. Dengan demikian kita gak akan perlu heboh sama hal-hal konyol kayak gini

    Yuk Ah..
    Motulz

  4. semoea comen betoel, teroetama si toekang kompor, makanja saja tjob tambahin….. biar kasoes Loempoer Sidoardjo dan pemboenoehan Moenir tida dapet tempat jang besar. itoe kan bisa akal-akalannja pemerentah, sedangken roi itoe kaloe tida salah kader partai demokrat wah kebatja banget…
    soal lagoe di moeltyplay soedah dibahas abis dari blog riwajatnja pak Wage dan gambarnja propaganda si DJep… (maaf si Dai Nippon)

  5. Pembuat video and naratornya ini pasti dari pihak socialist kiri Ingris. yang anti America. Pertama komen yang salah adalah Bung Karno (Soekarno) berjudul “Prime Minister” = Perdana Menteri. Pada hal bung Karno adalah President.
    dan Indonesia bukanlah kerajaan but Republik.
    Jabatan Prime Minister hanya ada dalam kerajaan. Seperti di Inggris.
    Ternyata pembuat Video ini is very ignorant and naive.
    Kedua. Aku tahu benar peristiwa hari 30 september 1965.
    Pada hari itu harian/koran yang dijual adalah harian socialist. kemudian aku dengar siaran radio mengenai terbentuknya dewan revolusi. Katanya president Soekarno diculik oleh militer junta. Padahal beliau diculik oleh mereka.
    Jauh sebelum itu waktu diSMA guru komunisku pernah mengatakan didepan kelas. ” Berilah aku kuasa”
    Video ini adalah propagandanya “International socialism” yang kini sedang aktif di Barat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: