Deep Tunnel

Gubernur Sutiyoso kemarin berangkat ke Malaysia untuk meninjau proyek Deep Tunnel di Malaysia sekaligus menghadiri kejuaraan Badminton Asia. Menurut rencana, akan kembali Senin besok, 23 Juli. Sebelumnya, 11 Juli, Gubernur telah memaparkan rencana pembangunan multi purpose deep tunnel (MPDT)kepada Wakil Presiden.

MPDT diperkirakan dapat menjadi solusi atas permasalahan sanitasi, air bersih, pengendalian air saat banjir dan kemarau, juga bisa digunakan untuk keperluan utilitas seperti kabel listrik, telepon, pipa gas, kabel optik dan lainnya secara terintegrasi. Setelah studi kelayakan hingga 2009, direncanakan pada 2010 sudah dapat dimulai pembangunannya dan selesai 2016. Pembangunan terowongan berdiameter 12m ini direncanakan berkedalaman 100m dimulai dari kawasan Jalan MT Haryono hingga Muara Angke sejauh 22 kilometer, berintegrasi dengan Banjir Kanal Barat dan Banjir Kanal Timur. Anggaran 540 juta dollar, 70% dibiayai oleh swasta (Tunnel and Tunneling Internatonal – 03 July 2007)

MPDT Jakarta akan mereplika SMART (stormwater management and road tunnel) system di Kuala Lumpur yang dipuji internasional sebagai “innovative design and smart financing”. SMART adalah terowongan dwifungsi pertama di dunia, sebagai pengendali banjir dan untuk mengatasi kemacetan lalulintas di Jalan Sungei Besi. SMART merupakan hasil kerjasama antara Jabatan Pengairan dan Saliran dengan Lembaga Lebuhraya Malaysia (Highway Departement).

Di setiap ujung terowongan terdapat pintu air otomatis (dalam diagram berwarna merah) yang akan mengubah fungsi terowongan menjadi kanal banjir mengarahkan air ke Sungai Kerayong dan Sungai Klang.

Setiap 250m terdapat pintu darurat, setiap 1km ada ventilator yang memperbaharui dan mengatur kualitas udara. Peralatan pemadam api, pertolongan pertama, dan telepon darurat tersedia di sepanjang jalan. Kamera dan patroli dioperasikan 24 jam, dikendalikan dari Pusat Komando SMART.

Operator SMART merupakan joint venture antara Malaysia Mining Corporation Berhad dan Gamuda Berhad, yang dinamakan Syarikat Mengurus Air Banjir & Terowong Sdn Bhd.

Terowongan SMART berdiameter 13,2m, mulai dibor pada Juni 2004, di Jalan Cheras dan menembus ke Jalan Cochrane dalam waktu 6 bulan. Alat bornya disebut Tunnel Boring Machine, berdiameter 13,2m, panjang 70m, berat 2.500 ton. Satu bor raksasa bekerja dari utara, dinamakan Tuah, sedang satu bor lagi bernama Gemilang mulai dari sebelah selatan.

Gambar kiri bukan si Tuah atau Gemilang, melainkan bor terbesar di dunia, Herrenknecht S-317, berdiameter 15,4m yang sedang nginul ngebor di Shanghai, Cina, di kedalaman 65m hingga tahun 2010 nanti.

Sejak 15 Mei lalu jalan tol bertingkat sepanjang 3km di dalam terowongan SMART sudah dioperasikan —bebas biaya tol selama sebulan— keseluruhan proyek dijadwalkan selesai pada 2010 dengan anggaran 1.93 milyar ringgit.

Kunjungi smarttunnel atau wikipedia untuk informasi lebih jauh.

5 Responses

  1. Jakarta bisa ngga ya ?

  2. mudahmudahan bisa deh.
    biar anak cucu ga kebanjiran

  3. kira -kira kapan jakarta bisa begitu?
    kalo bisa alhamdulillah banget nih.

    gyard, targetnya sih 2016,
    kalo pimpronya pinter bisa aja lebih cepat
    kalo ga, ya molor sampe 2020

  4. Saya kemaren lewat ke terowongan situ, biasa aja kok…
    yang penting ada anggaran dana pembangunan…, masalah konstruksi, Belanda jagonya…

  5. mudah-mudahan dalam pimpinan Jokowi proyek ini berhasil direalisir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: