Golongan kelas atas yang katro

Berbagai kecelakaan pesawat terbang berbuntut pada larangan Uni Eropa pada warganya untuk menaiki pesawat Indonesia. Sepatutnya kita-kita sebagai penumpang juga perlu introspeksi.

Berikut ini topik yang beredar di mailing-list. Umumnya email seperti ini kurang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, tetapi jika anda pernah naik pesawat yang mayoritas ditumpangi orang Indonesia, anda akan bisa menilainya sendiri dan memahami keputusan Uni Eropa tersebut.

Perlukah kita meniru jurus walikota Bogota dan kartumerahnya dalam mendidik warganya —yang terbukti ampuh mengubah kota mafia dan narkoba menjadi kota panutan— hanya dalam tiga tahun masa jabatan?

Dari: Mukhsin [muxien@yahoo.com]
Terkirim: Jumat, 13 Juli, 2007 11:55:30
Topik: Indonesia – Rakyat High Class, Tapi…..[Norak! Katro!]

Ini berita dari pengalaman teman-teman yang pernah ngalamin sendiri, mungkin itulah sebabnya mengapa terlalu sering terjadi kecelakaan khususnya bagi jasa penerbangan di Negara Indonesia.

Kalau memang berita ini diragukan mengenai pengalaman tersebut boleh di hubungi saja langsung ke Bapak-Bapak kita yang punya alamat di bawah ini…… tapi sebelumnya saya mohon izin dulu sama Bapak-Bapak kita ini.
Kan begitu Pak Ruslan W yang lagi kedinginan di Sakhalin. Salam dingin aja buat kawan-kawan yang sedang berjuang Negeri Beruang Putih.

Sengaja lampiran ini tidak saya hapus supaya sumber berita tidak ada yang terputus.

Salam,
Mukhsin

KEN [kendy.milono@ gmail.com] menulis:

Awalnya sebel juga orang Indonesia dibilang Norak or Katro, tapi coba baca tulisan di bawah ini.


—– Original Message —–
Indonesia – Rakyat High Class, Tapi…..[Norak! Katro!]

Saya sedih mendengar terbakarnya pesawat Garuda, GA 200 pada tanggal 7 Maret 2007, pukul 07.00 pagi, jurusan Jakarta-Yogyakarta di Bandara Adisucipto.
Kejadian itu sungguh menyayat hati dan perasaan.

Kemudian saya teringat beberapa bulan yang lalu terbang ke Batam dengan menggunakan pesawat Garuda juga. Di dalam pesawat duduk disamping saya seorang warga Jerman. Pada saat itu dia merasa sangat gusar dan terlihat marah, karena tiba-tiba mendengar suara handphone tanda sms masuk dari salah satu penumpang, dimana pada saat itu pesawat dalam posisi mau mendarat.

Orang ini terlihat ingin menegur tetapi tidak berdaya karena bukan merupakan tugasnya.
Langsung saya tanya kenapa tiba-tiba dia bersikap seperti itu, kemudian dia bercerita bahwa dia adalah manager salah satu perusahaan industri, dimana dia adalah supervisor khusus mesin turbin. Saat dia melaksanakan tugasnya tiba-tiba mesin turbin mati, setelah diselidiki ternyata ada salah satu petugas sedang menggunaka HP didalam ruangan mesin turbin.

Orang Jerman ini menjelaskan bahwa apabila frekwensi HP dengan mesin turbin ini kebetulan sama dan sinergi ini akan berakibat mengganggu jalannya turbin tersebut, lebih fatal lagi berakibat turbin bisa langsung mati.

Cerita ini langsung saya kaitkan dengan peristiwa diatas, kalau saya tidak salah mendengar mesin pesawat tiba-tiba mati pada saat mau mendarat. Mudah-mudahan peristiwa ini bukan akibat HP penumpang. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk masyarakat yang sering bepergian dengan pesawat.(KOMPAS)

Rakyat kita ini memang High class.. Handphone nya Mahal, Transportasi pake pesawat. Tapi bodohnya gak ketulungan. Ada yang gak tau kenapa larangan itu dibuat, ada yang tau tapi tetap gak peduli. Orang indonesia harus selalu belajar dengan cara yang keras.

Buat yang belum tahu, kenapa gak boleh menyalakan handphone di pesawat, berikut penjelasannya:

Sekedar untuk informasi saja, mungkin rekan-rekan semua sudah mendengar berita mengenai kecelakaan pesawat yang baru take-off dari Lanud Polonia – Medan . Sampai saat ini penyebab kejadian tersebut belum diketahui dengan pasti.

Mungkin sekedar sharing saja buat kita semua yang memiliki dan menggunakan ponsel/telpon genggam atau apapun istilahnya. Ternyata menurut sumber informasi yang didapat dari ASRS (Aviation Safety Reporting System) bahwa ponsel mempunyai kontributor yang besar terhadap keselamatan penerbangan. Sudah banyak kasus kecelakaan pesawat terbang yang terjadi akibatkan oleh ponsel. Mungkin informasi dibawah ini dapat bermanfaat untuk kita semua, terlebih yang sering menggunakan pesawat terbang.

Contoh kasusnya antara lain:

Pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru saja take-off dari bandara Zurich , Swiss. Sebentar kemudian pesawat menukik jatuh. Sepuluh penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan sinyal ponsel terhadap sistem kemudi pesawat.

Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo melakukan pendaratan darurat karena sistem alarm di kokpit penerbang terus meraung-raung. Ternyata, sebuah ponsel di dalam kopor dibagasi lupa dimatikan, dan menyebabkan gangguan terhadap sistem navigasi.

Boeing 747 Qantas tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi setinggi 700 kaki justru ketika sedang final approach untuk landing di bandara Heathrow, London. Penyebabnya adalah karena tiga penumpang belum mematikan komputer, CD player, dan electronic game masing-masing (The Australian, 23-9-1998).

Seperti kita tahu di Indonesia? Begitu roda-roda pesawat menjejak landasan, langsung saja terdengar bunyi beberapa ponsel yang baru saja diaktifkan.
Para “pelanggar hukum” itu seolah-olah tak mengerti, bahwa perbuatan mereka dapat mencelakai penumpang lain, disamping merupakan gangguan (nuisance) terhadap kenyamanan orang lain.

Dapat dimaklumi, mereka pada umumnya memang belum memahami tatakrama menggunakan ponsel, disamping juga belum mengerti bahaya yang dapat ditimbulkan ponsel dan alat elektronik lainnya terhadap sistem navigasi dan kemudi pesawat terbang. Untuk itulah ponsel harus dimatikan, tidak hanya di-switch agar tidak berdering selama berada di dalam pesawat.

Berikut merupakan bentuk ganguan-gangguan yang terjadi di pesawat:

Arah terbang melenceng,
Indikator HSI (Horizontal Situation Indicator) terganggu,
Gangguan penyebab VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tak terdengar,
Gangguan sistem navigasi,
Gangguan frekuensi komunikasi,
Gangguan indikator bahan bakar,
Gangguan sistem kemudi otomatis,

Semua gangguan diatas diakibatkan oleh ponsel, sedangkan gangguan lainnya seperti Gangguan arah kompas komputer diakibatkan oleh CD & game Gangguan indikator CDI (Course Deviation Indicator) diakibatkan oleh gameboy. Semua informasi diatas adalah bersumber dari ASRS.

Dengan melihat daftar gangguan diatas kita bisa melihat bahwa bukan saja ketika pesawat sedang terbang, tetapi ketika pesawat sedang bergerak di landasan pun terjadi gangguan yang cukup besar akibat penggunaan ponsel.
Kebisingan pada headset para penerbang dan terputus-putusnya suara mengakibatkan penerbang tak dapat menerima instruksi dari menara pengawas dengan baik.

Untuk diketahui, ponsel tidak hanya mengirim dan menerima gelombang radio melainkan juga meradiasikan tenaga listrik untuk menjangkau BTS (Base Transceiver Station). Sebuah ponsel dapat menjangkau BTS yang berjarak 35 kilometer. Artinya, pada ketinggian 30.000 kaki, sebuah ponsel bisa menjangkau ratusan BTS yang berada dibawahnya. (Di Jakarta saja diperkirakan ada sekitar 600 BTS yang semuanya dapat sekaligus terjangkau oleh sebuah ponsel aktif di pesawat terbang yang sedang bergerak di atas Jakarta ).(Varis/ pertamina)

Sebagai mahluk modern, sebaiknya kita ingat bahwa pelanggaran hukum adalah juga pelanggaran etika. Tidakkah kita malu dianggap sebagai orang yang tidak peduli akan keselamatan orang lain, melanggar hukum, dan sekaligus tidak tahu tata krama?

Sekiranya bila kita naik pesawat, bersabarlah sebentar. Semua orang tahu kita memiliki ponsel. Semua orang tahu kita sedang bergegas. Semua orang tahu kita orang penting. Tetapi, demi keselamatan sesama, dan demi sopan santun menghargai sesama, janganlah mengaktifkan ponsel selama di dalam pesawat terbang.

Semoga suatu hari rakyat kita bisa sedikit lebih pintar.

From: syahrul yacob (sxyacob@yahoo. co.id)
To: ex_pta@yahoogroups. com
Sent: Saturday, July 7, 2007 4:06:48 PM
Subject: Balasan: [ex_pta] Fwd:Indonesia – Rakyat High Class, Tapi…..[Norak! Katro!]

Apa tiga penumpang yang mau mendarat di bandara Heathrow org2 indonesia juga? kan tidak ! , ternyata orang eropa juga katro’ …ndeso.

Dari: djumaidi amir djumaidi_amir@ yahoo.com
Kepada: ex_pta@yahoogroups. com
Terkirim: Minggu, 8 Juli, 2007 6:54:48
Topik: Re: Balasan: [ex_pta] Fwd:Indonesia – Rakyat High Class, Tapi…..[Norak! Katro!]

Jangan bilang org Indonesia NORAK DAN KATRO bagi saya org Indonesia bagus dan cukup baik dibandingkan org lain.
Amir

Mohammad Daud mxdaud@yahoo. com wrote:

Bukan bermaksud membela sana-sini, dengan pengalaman sebulan sekali terbang di jalur domestic (Indonesia) dan internasional cukup lumayan buat saya membuat perbandingan.
Jangankan untuk membandingkan Indonesia dengan Eropa atau negara-negara maju, di jalur Asia saja penumpang kita masih kalah jauh disiplinnya.
Memang dimanapun tetap ada orang yang “norak” ,”katro” atau apalah namanya. ttp perbandingannya sangat jauh berbeda, ambil saja ibarat 100 : 1 atau mungkin 1000 : 1.

RUSLAN WADIAH ruslan_zheb@ yahoo.co. id wrote:

Cerita norak n katro memang azzik juga ne…
Aku sendiri sering ngalami tiap terbang Jkt-Mes n Mes-Jkt.

Kebetulan ya…ini emang kebetulan sekali setiap terbang aku dapat “jatah” bisnis kelas dari perusahaan tempat aku nyangkul…dan kebetulan sekali juga jatah bisinis kelas ini umum nya di kuasai oleh para penjabat nanggroe Indonesia dan konco molo nya alias bapaks wakil rakyat.

Apa yang terjadi emang “MEMALUKAN” dan menjijikan melihat gaya mereka mencat mencet hape ketika perintah mematikan di umumkan oleh crew pesawat bahkan pada sa’at pesawat sedang terbang.

Mereka dengan cuek bebek nya terus azza bicara…ber sms ria…sambil pamer jari jemari nya yang penuh cincin gede-gede ala TESI si pelawak

Pernah satu kali aku minta bapak yang terhormat itu untuk mati kan hape nya karena…eee dia malah melotot dengan gaya pejabat nya sambil bilang “Anda tahu saya lagi bicara tentang urusan negara, saya ini wakil rakyat dari kelompok kebo mabuk (PDIP)”

Entah kenapa tiba-tiba kumat gila ku…lalu aku bilang sama dia “Kalo bapak wakil rakyat memangnya kenapa…bapak tau bapak lagi maen-maen dengan nyawa aku dan nyawa orang-orang di pesawat ini.” Akhir nya di matikan juga haape nya karena crew pesawat ikut turun tangan…tapi itu lah….rasa nya kepingin azza dia makan aku…

Begitulah pak bapak n wan kawan….kalo bapak nya aza kencing berdiri….so wajar azza kalo anak nya kencing sambil menari…..heheeeeh eeeeee… ..

Wassalam,
Ruslan Wadiah.
Sakahalinsk- Russia.

Lita [lita.adam@xxxxx] 13 Juli 2007 14:42 menulis:

Itulah wong Indonesia masih banyak yang katro padahal katanya birokrat, tapi bodoh.
Gak heran kok, salah satu tamu kantor saya wong bule juga pernah ditonjok oleh salah seorang pengawal pak Boss sewaktu mendarat cuma gara2 telah memperingatkan si Boss untuk mematikan HP ketika pesawat belum benar2 mendarat.
Cuiih bosen and sebel aja mendengar cerita begini kapan ya kita paham tentang keselamatan dalam penerbangan.
WBR
Lita

Looking Destiny 13 Juli 2007 19:19 wrote :

Makanya pesawat produksi terbaru seperti Boeing 787 Dreamliner, Boeing 737-900 ER (seperti punyanya Lion Air) , dan Airbus A 380, pakai HP di pesawat sudah boleh. Pesawat-pesawat tersebut punya teknologi canggih yang bisa melindungi sistem navigasinya dari gangguan sinyal HP penumpang.

Kalau naik Singapore Airlines (SQ), di flight safety card yang ditaruh di kantong kursi, ditulis: siapapun yang menggunakan HP di dalam pesawat, akan langsung diturunkan dari pesawat, ditangkap, ditahan, dan didenda sejumlah SIN$ 150.000,- . Undang-undangnya dicantumkan juga di flight safety cardnya itu.

Mungkin di Indonesia perlu diterapkan cara seperti di Singapore, kalau perlu ditulis besar-besar di ruang tunggu bandara, kursi pesawat, toilet di pesawat dan bandara, dan tempat mana pun yang terbaca. Biar orang mematuhi larangan pakai HP. Kalau hanya dibilang mengganggu navigasi dan keselamatan, ga mempan, hanya angin lalu.

Orang Indonesia kan merasa sakti-sakti, jadi kalau nantinya pesawatnya bermasalah karena pakai HP, semua penumpang orang Indonesia langsung bisa berubah jadi Gatot Kaca… Makanya ga takut. Tapi kalau ditulis ada ancaman penjara kalau ketahuan pakai HP, langsung mengkerut. Itulah sifat sebagian besar orang-orang kita (Indonesia).

Franklin Charles wrote:

Kalo gunain HP, tapi di switch ke flight mode gpp kan?
biar bisa dengerin musik.
Flight mode kan memang dirancang untuk di dalam pesawat.??
Regards,
Franklin Charles

Dari wikipedia: Daftar Kecelakaan Pesawat 2007

dari Wikipedia: Kecelakaan Pesawat 2006

2 Responses

  1. Mereka dengan cuek bebek nya terus azza bicara…ber sms ria…sambil pamer jari jemari nya yang penuh cincin gede-gede ala TESI si pelawak

    Pernah satu kali aku minta bapak yang terhormat itu untuk mati kan hape nya karena…eee dia malah melotot dengan gaya pejabat nya sambil bilang “Anda tahu saya lagi bicara tentang urusan negara, saya ini wakil rakyat dari kelompok kebo mabuk (PDIP)”

    …untung pemilu kemaren ngga ikutan nyoblos… :D

  2. terbang lah harapanku….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: