Nobel… eh, Kartini Prize untuk wanita Maroko

Ada kejutan April 2007. Mulai tahun ini pemerintah daerah berinisiatif untuk memberi penghargaan kepada siapa saja yang memberi kontribusi pada persamaan kedudukan para penduduk di daerah ini. Penghargaannya tak heran jika dinamakan Kartini Prize.

Tak akan mengejutkan jika itu dilakukan oleh salahsatu pemerintah daerah di Indonesia. Tapi Kartini Prize ini diselenggarakan oleh pemerintah daerah Den Haag, Belanda, dianugerahkan kepada seorang wanita Maroko, Rahma El Hamdaoui, 1 Maret lalu.

Rahma tinggal di Belanda sejak 1980. Dalam empat tahun terakhir Rahma —secara sukarela maupun profesional, membantu para wanita yang menghadapi masalah pendidikan, kekerasan rumahtangga, dan lainnya.

Berhasil di distrik Schilderswijk, Den Haag, Rahma kemudian juga membentuk kelompok serupa di beberapa lokasi lain. Sekurangnya ada empat wanita telah mengikuti jejaknya dan bekerjasama dengannya. Mereka turun ke lapangan membantu para wanita, memberi penerangan, mendampingi ke berbagai instansi, menjadi penerjemah dsb.

Dewan Juri terdiri dari lima orang. Masingmasing memiliki pengetahuan mendalam, mengenal seluk beluk masyarakat Den Haag. Diantara 20 nominasi, Rahma yang terpilih dan berhak atas € 2.500 —sekitar Rp. 30 juta.

Dewan Juri menilai Rahma melakukan semua itu dengan penuh dedikasi. Ia telah menjadi simbol, panutan banyak wanita Den Haag. Simbol kebebasan, kekuatan, keadilan dan ketekunan.
Cara pendekatan Rahma ternyata menumbuhkan kekuatan pada para wanita dan memberi kemampuan untuk mengembangkannya sendiri. Bagi banyak orang Rahma diterima sebagai kakak atau ibu, dimana mereka bisa mengembangkan diri.
Setelah penyerahan Kartini-Prize, Den Haag —yang saat Indonesia merdeka dijuluki sebagai Janda Hindia— melanjutkannya dengan Pekan Wanita hingga 11 Maret 2007.
Tanya kenapa… [WWW.KARTINI.NL | WWW.DENHAAG.NL | ILUSTRASI: WWW.KARTINI.NL ]

One Response

  1. […] hari-hari mendatang. Ketika tahun lalu pemerintah kota Den Haag menganugerahi Kartini Prize kepada Rahma El Hamdaoui, dan The Royal Holland Society of Sciences menganugerahi Kayin Leung dengan Raden Ajeng Kartini […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: