Ucok dan empat truk buku Adam Malik

buku3.jpg

Ratusan koleksi buku langka milik pejabat seperti Adam Malik sampai Ali Sastroamidjoyo pernah dijual di kios buku langka TB Laras, milik Effendi Simanjuntak aliasl Ucok. Dari aktivis, jurnalis, sastrawan, hingga pengusaha sering berburu buku di tokonya itu

Awalnya Ucok bekerja sebagai age surat kabar di Cengkareng. Pekerjaan ini ia geluti usai sekolahnya pupus pada semester 6. Kesulitan biaya kuliah memaksanya berhenti dari Universitas Kristen Indonesia. Ia lalu bertekun dalam penjualan buku-buku bekas dan langka.

Kios pertama yang dirintisnya terletak di terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Kiosnya tergolong kecil sehingga sedikit koleksi buku yang tertampung. Banyak koleksinya tertumpuk di rumahnya. “Waktu itu teman-teman banyak yang datang ke rumah,” kata Ucok.

Tak sedikit yang sering datang para jurnalis. Eros Jarot saat masih di Tabloid Detik, atau wartawan-wartawan dari Amanah, Panji Masyarakat pernah datang ke rumahku,” kata Ucok. Dari terminal Lebak Bulus ia pun mulai ber petualang dengan buku-buku langka atau bu ku lama.

Ia sempat berpindah-pindah tempat untuk mendapatkan pembaca dan peminat buku.
Perempatan lampu merah pondok Pinang adalah tempat kedua sebelum ia memindahkan koleksinya ke arah Kota. Di Mangga Dua ia buka kios baru, dan hanya bertahan sekitar 2 tahun.
Lalu kembali ke daerah awal tak jauh dari kawasan terminal Lebak Bulus.Tepatnya di Jalan Ciputat Raya, sisi kiri traffic light Pondok Pinang, Kebayoran Lama. Lebih 2 tahun ia terus bertahan dan berkembang di kios ukuran sekitar 4 kali 5 meter itu. TB Laras terpampang di papan nama.

Di situlah mampir ratusan koleksi buku langka atau buku lama koleksi para tokoh penting di republik ini. Adam Malik, wakil presiden RI adalah nama besar yang buku-bukunya mampir di rak-rak Ucok. Pada 2002 ia mendapatkan buku-buku koleksi Adam Malik dalam jumlah sangat besar. “Banyaknya 4 truk. Totalnya 30 ton. Satu museumnya dia ya,” kata Ucok. Menurutnya jumlah itu yang terbesar selama bergelut dengan buku-buku langka.

Kali pertama ia mendapat barang dalam jumlah besar pada tahun 1998. Toko buku Iswandi di Jalan Arteri, Jakarta Selatan menjual bukubukunya kepada Ucok. Stok lama dari gudang toko buku yang telah tutup itu dijual dengan sistem borongan. “Ditimbang beratnya 1 ton 800 kilogram. Dan saya beli perkilonya 1000 rupiah,” kata Ucok. “Dari Pak Adam Malik waktu itu 5000 satu kilogramnya,” kata Ucok membandingkan
borongan buku yang pernah ia dapatkan.

Koleksi-koleksi buku lama datang dari pejabat tinggi lain, seperti Wahono, yang pernah menjabat ketua Dewan Petimbangan Agung (DPA RI). Jenderal polisi Sujarwo, mantan sekretaris Menpen Sunarto, dan Ali Sastroamidjoyo juga pernah di lego ke Ucok.

Tokoh-tokoh itu suka membaca buku dan punya koleksi buku yang tidak sedikit. Ketika
yang empunya meninggal dunia, koleksi buku-bukunya tetap tersimpan di rak-rak kerja mereka. “Ternyata generasi penerusnya itu kebanyakan tak peduli dengan buku-buku
orang tuanya. Buku-buku itu malah dianggap merekaa limbah,”
komentar Ucok.

Ucok tidak menerima buku-buku itu langsung dari keluarganya. Ada perantara yang mengantarnya untuk bisa datang dan menilai buku-buku itu. Mata rantainya sederhana, tak rumit. Orang kepercayaan keluarga menghubungi dirinya atau teman-teman dari jaringan penjual buku langka. “Jarang dari keluarga langsung. Mereka kan malu,” katanya.

Sekali pernah, isteri dari mantan rektor UI datang ke kiosnya menawarkan dua buku yang ditawarkan lima juta rupiah. Ucok menolaknya. “Buku itu sangat mahal jadi kita tidak bisa jual. Bisa juga sih dijual mahal, masalahnya buku itu bisa berharga bagi mereka yang punya kepentingan kan?”.

Pencinta buku yang usianya 35 tahun ini mengaku sebagai mata rantai ketiga.
Buku-buku yang ia dapatkan dalam jumlah besar tidak dijualnya sendiri. “Ya, sebagian lemparkan ke teman. Kalau nggak mana habis begitu banyaknya. Ya, berbagilah, biar tetap ada hubungan.” Ia sadar betul memelihara jalinan relasi terhadap sesama pemain buku langka.

Pekerjaannya tak selesai saat berhasil mendapatkan barang buruannya. Buku-buku lama ia bersihkan dulu, ia pilahpilah dan baru menghubungi pelanggannya. Untuk buku-buku yang bermutu ia pun merasa harus membaca terlebih dahulu sebelum dijual. “Buku itu bisa bernilai kalau kita sendiri tahu isinya,” kata Ucok.

Barangkali ia sadar dengan para pelanggannya. Teten Masduki, Hawe Setiawan, Richard Oh, dan politikus Adam Wahaf pernah bertandang ke kiosnya. Ia mengaku sangat senang melayani para pembaca sejati. Benarbenar pecinta buku. Karena, bukan sekedar satu keuntungan yang di dapat tapi obrolan atau diskusi kecil bisa berlangsung di tokonya.

Bila Anda ke tokonya kini, terlihat terpampang buku-buku Karl Marx, Lenin, terbitan aslinya tahun 1900-an. Buku tua Serat Babad Tanah Jawi yang harganya sekitar 500 ribu masih duduk di rak paling atas. Dari berjualan buku langka itu kini pun ia punya rumah sendiri. “Hasil dari kerja keras,” jawabnya. [BASIL]

18 Responses

  1. luar biasa…
    mohon ijin buat di link ke blog ku mas..

  2. silakan mas, dan terimakasih

  3. MAKASIH…

  4. Bank WC cari in buku tentang sepeda cetakan tahun 1914.yang ada hanya copy nya saja. gimana bank salm untuk Effendi Simanjuntak aliasl Ucok. salam

  5. nanti deh bang chandra, nyempetin waktu main2 ke kios nya bang Ucok…kali aja nemuin buku2 referensi sepeda..

  6. bataviese mantap bro….

  7. Asyik bertandang ke kios bukunya,orangnya ramah, bersahabat dan tahu bagaimana memperlakukan pelanggan. Semoga sukses ya bang Ucok…

  8. maz, cariin buku negara kertagama dunkz!!! bth bgt nie. thx b4

  9. Sejak beberapa bulan lalu sudah mulai ada beberapa buku baru yang membahas mengenai negara kertagama. Coba tengok di gramedia. thx n good luck kiara

  10. aku dengar buku aslinya “indonesia dalem api dan bara” karangan tjamboek berdoeri itu katanya cuma ada satu di bumi ini, padahal aku punya buku langka itu, kondisi amat baik.
    kalau begitu aku menawarkannya dengan cara lelang, siapa tahu ada yang mau beli. tawarannya sih minimum 50 juta (limapuluhjutarupiah) saja.
    aku sih masih punya lagi yang langka: aslinya “habis gelap terbitlah terang” bahasa belandanya “door duisternis tot licht”, terbitan tahun 1923. semuanya kesayanganku, tapi aku masih punya obsesi bikin pustaka pribadi, kalau bisa mahal kan bisa nambah koleksiku yang baru belasan ribu buku.
    kalau serius sms aja ke 0811 343 151. nuwun

  11. hahaha Potretnja si Oetjok ada disini…….. hm besok kaloe ketemoe ik maoe kabarin deh

  12. Boekoenja Opa Kwee di lelang 50 Djoeta wah…… sip deh, 1 boeah ada di Cornel University, satoe ada di roemah Tante Jean (Poetrinja Opa Kwee) satoe ada di….. (belon bisa diomongin karena masih dalem pantaoeankoe) dan satoe lagi ada di toean Ari Maricar….. selamet deh oentoek toean Ari hehehehhe………

  13. Mas Ucok, PM saya no kontaknya donk..saya ingin wawancara kolektor buku-buku ini gmn caranya ya?

  14. Bang Ucok, saya punya buku-buku tehnik keluaran tahun 1956,1936,seperti pengarangnyanya dari StanfordUniversity, california University, dll.Saya ingin menjualnya, kondisinya 90% dan merupakan cetakan dari penerbit-penerbit luar.Barangkali adap[eminatatau abang punya link., tolong hubungi saya secepatnya.Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.

  15. saya juga punya buku aslinya “indonesia dalem api dan bara” karangan tjamboek berdoeri th 1947 itu..uniknya di depan covernya ada contok tak berharga….

  16. Salam kenal…Blog Mantabs….saya punya obsesi punya toko buku langka yang lengkap, selain kesibukan sebagai karyawan, tapi sementara baru sedikit koleksi saja yang saya jual melalui toko online saya…..monggo mampir….

  17. Bagi pecinta sastra atau buku tua lainnya, kunjungi http://plasabukutua.blogspot.com. Profil cover dan informasi detil tersedia lengkap di sini.terima kasih

  18. Numpang info juga, kami koleksi buku langka juga memiliki koleksi buku-buku langka, buku tua, buku antik yang berkaitan dengan sejarah Indoneia dan lainnya. Silakan kunjungi web site kami : http://www.koleksibukulangka.com
    Buku Max Havelaar tahun 1917, buku oud batavia, buku Les Indes (Hindia Belanda), Bababd Gianti, dan masih banyak koleksi langka kami.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: