Awalnya dari Justinus Vinck

Dulu sekali, di zaman Jakarta masih bernama Batavia, orang menyebut Pasar Senen dengan Vink Passer. Nama Vink Passer ini merujuk pada Justinus Vinck, pengusaha Hollanda kaya yang membeli tanah luas di seputaran Weltevreden pada 1733. Dia inilah yang mula-mula

pasar-senen3.jpg

membangun pasar tersebut, selain pasar Tanah Abang, dua tahun setelah membelinya. Dia juga yang menghubungkan kedua pasar tersebut dengan sebuah jalan. Sekarang disebut Prapatan dan Kebon Sirih. Kedua jalan ini menjadi jalur penghubung timur-barat pertama di Jakarta Pusat.

Weltevreden, saat itu menjadi antitesis dari kawasan pemerintahan lama yang dibangun di daerah Kota alias Oud Batavia. Jaman itu Oud Batavia tambah rusak dan tempat bersemainya malaria di kanal-kanal yang dibangun maskapai dagang Vereenigde Oost-indische Compagnie (VOC). Pelan-pelan lingkungan Oud Batavia menjadi makin tidak sehat. Gubernur Jenderal Willem Herman Daendels (1808-1811), memindahkan kota lama ke Weltevreden. Pada saat ini Vink Passer disebut Pasar Weltevreden. Itu terjadi setelah VOC bangkrut pada 1799.

Dalam kurun 1811-1816, pemerintahan Inggris Raya menguasi Hindia-Timur, di mana Thomas Stamford Raffles menjadi gubernurnya dan mengembangkan kawasan Weltevreden sedemikian rupa, selain juga membangun istana Bogor. Ini juga menjadi langkah penting dalam pengembangan kota Batavia selanjutnya.

Kawasan Senen menjadi titik strategis dalam pengembangan Batavia ke arah selatan atau Meester Cornelis alias Jatinegara. Ia dihubungkan oleh Jalan Gunung Sahari atau dulu bernama Groote Zuedorweg. Membentang dari utara, kawasan Ancol atawa Slingerland, jalan ini dibangun pada abad 18. Para pemukim Senen masa itu lebih banyak warga Tionghoa. Sampai tahun 1960-an misal kita masih mendapati adanya Gang Wangseng, bekas tempat tinggal Kapiten Tionghoa.

Pada 1970-an dan 1980-an ratusan rumah tua bergaya arsitektur Cina dibongkar menjadi Proyek Senen. Jika dirunut lebih ke belakang, ada Anthonij Paviljoun yang mendapat garansi pertama berupa areal tanah luas, dari pemerintah kolonial pada 1648. Pemilik berikutnya Cornelis Chastelein, seorang anggota Dewan Hindia (1693). Ia termasuk orang pertama yang berusaha mengembangkan perkebunan kopi di tengah-tengah kota Batavia. Ia membeli banyak budak dari raja-raja Bali untuk membuka ladang dan persawahan.

Gubernur Jenderal Jacob Mossel (1750-1761) menggantikannya dan membangun rumah mewah di tikungan Ciliwung. Ia juga menggali Kali Lio untuk memudahkan sekoci kecil mengangkut kebutuhan pasar.

Pada 1767 Weltevreden menjadi milik Gubernur Jendral Petrus Albertus van der Parra (1761-1775). Kala itu, di sekitar pasar telah terbentuk sebuah kampung yang kemudian disebut Kwitang. Areal Kwitang dijual lagi pada gubernur jenderal VOC terakhir, Pieter Gerardus van Overstraten (1796-1799). Ini terjadi pada 1797, dibeli dengan harga lebih tinggi.

Konon, tingginya harga tanah tersebut dipicu kenaikan hasil pajak yang diadakan setiap hari Senin. Itulah kenapa ia kemudian disebut Pasar Senen. Demikianlah asal usul nama Pasar Senin. Tapi Ridwan Saidi dalam bukunya: Profil Orang Betawi mencatat nama Senen sudah ada sebelum kedatangan Belanda. Bahkan Belanda sendiri menamakan pasar ini sebagai Snezen alias barang gelap, bekas dan rongsokan. Sampai sekarang, Senen memang dikenal sebagai lokasi jualan pakaian-pakaian loak.

Kini, sudah sejak lama di areal Pasar Senen terdapat sebuah gedung berlantai yang menampung kios-kios. Tapi tetap dari hari ke hari makin banyak pedagang kaki lima dan lapak liar. Sering mereka ini bentrok dengan petugas tibum saat dipindah lokasikan.

Itulah suka duka Senen. Pasar yang dulunya dibangun Justinus Vinck ini, pada akhirnya, menjadi penanda wilayah administratif kawasan Jakarta Pusat. Nama Kecamatan Senen bahkan mengikuti nama Pasar Senen. [ RIE]

2 Responses

  1. […] – Alamat distro lagi. – Bursa Subuh – Pasar Senen riwayatmu dulu. – Seniman […]

  2. mingsih banja itoe poe’oen poen, rindang toelen ! Mantabh !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: