Nieuwpoortstraat, Kontroversi Gerbang Baru

Artikel ini ditulis bukan karena ingin mengkritik atau memihak salah satu pihak yang mungkin berlawananan pendapat, tapi sekedar ingin memperlihatkan fakta-fakta yang telah didapatkan sampai saat ini. Betapa banyak yang sebenarnya masih dapat diteliti dari sebuah penggalian guna mempercantik ibukota Negara ini.
Jika penelitian semacam itu dapat direalisasikan, ia akan memperkaya sejarah perjalanan kota ini, memperbanyak koleksi kisah sejarah yang dapat diceritakan kepada turis-turis, menambah kisah sejarah yang dapat memperkaya pengetahuan generasi muda supaya makin mengenal dan merawat ibukotanya yang dulu terkenal dengan julukan Ratu dari Timur (De Koningin van het Oost).

Beberapa bulan lalu ada banyak pemberitaan tentang pembangungan terowongan di bawah sekitar taman Stasiun Kota atau Stasiun Beos yang menimbulkan banyak pertanyaan dan pertentangan dari kalangan wartawan, ahli, pengamat dan pencinta sejarah dengan pemerintah daerah atau pihak dinas kebudayaan dan purbakala DKI Jakarta. Sampai akhirnya saat ini pembangungan hampir rampung dan perihal ini sepertinya ditutup saja.

Banyak yang ingin tahu apa yang sebenarnya yang tertanam di bawah merahnya tanah kota Jakarta ini, namun sepertinya belum banyak informasi yang dapat diterima oleh para pecinta sejarah, wartawan atau bahkan masyarakat awam yang telah haus tentang kebenaran kisah lama kota Jakarta. Kebanyakan berpendapat bahwa pembangunan kota Jakarta saat ini hanya dapat menggeser keberadaan situs-situs tua yang ada di Jakarta dan mengancam hilangnya sisa-sisa tata kota Batavia zaman VOC yang sampai saat ini sebenarnya masih tertanam di bawah kota Jakarta.

Hal paling mudah agar dapat membayangkan keadaan kota Jakarta atau Batavia secara persis pada zaman VOC adalah dengan mencari peta Batavia dari sekitar abad ke-18. Pada masa itu kota Batavia masih merupakan kota kecil yang dikelilingi tembok sebagai pelindung kota dari berbagai macam serangan luar. Wilayah Batavia tentunya belum seluas wilayah Jakarta sekarang ini, jika dapat membayangkan, Batavia saat itu hanya sampai sekitaran daerah Hayam Wuruk.

Peta Batavia dari tahun 1797.



Peta di atas adalah wilayah paling penting di Batavia pada masa itu. Disekitar Angka 2 adalah Binnenhospitaal (Rumah Sakit milik VOC), sekarang adalah sekitar Museum Bank Mandiri dan bekas Bank Indonesia. Jalan raya yang ada didepannya adalah Nieuwpoortstraat atau Jalan Pintu Besar sekarang. Di ujung jalan tersebut ada sebuah gerbang besar disebut sebagai Gerbang Baru atau Nieuwpoort. Gerbang ini dibuat bertingkat dua. Gerbang tersebut tentu saja bersisi dengan tembok kota Batavia bagian selatan. Sedangkan mengenai tembok kota Batavia, tembok ini terbentang dari utara kota Batavia yang saat itu masih memiliki kastil (Kasteel Batavia). Sisi timur dan barat yang bersisian dengan sungai Ciliwung lalu diakhiri di bagian selatan dengan Gerbang baru sebagai pintu masuk ke kota Batavia dari sisi tersebut.

Ada dua lukisan karya Johannes Rach, seorang prajurit altileri VOC kelahiran Denmark yang juga melukis gambar-gambar topografis selama berada di Asia, yang dapat memperlihatkan keadaan Gerbang Baru zaman VOC (sekitar tahun 1770) dengan baik. Dalam dua gambar tersebut dapat dilihat bahwa kompleks yang berada disekitar Gerbang Baru cukup luas. Dari gambar dan peta yang disajikan inilah dapat dibuktikan bahwa Gerbang Baru pernah terletak di posisi di mana sekarang terowongan tergali.

Dalam Gambar pertama di bawah ini diperlihatkan Jalan Pintu Besar dan Gerbang Baru dari arah utara ke arah selatan. Gedung sebelah kanan adalah gedung Binnenhospitaal yang dilihat dari arah utara. Kompleks rumah sakit milik VOC ini berakhir sampai ujung selatan dekat Gerbang Baru dan dekat bastion Hollandia, bastion adalah tempat penjagaan atau semacam benteng kecil yang dipergunakan sebagai pertahanan pertama yang mengetahui akan adanya serangan dari luar. Sedang gedung-gedung di seberang Binnenhospitaal adalah kompleks rumah-rumah besar.

Pemandangan sepanjang jalan Nieuwpoorstraat dari arah utara ke arah Selatan.

Dalam gambar, yang diperbesar dengan gambar detil dibawahnya, terdapat jembatan dan menara Gerbang Baru.

Sumber: gambar Johannes Rach, Perpustakaan Nasional Indonesia, no. inv. BW_15
Tembok kota Batavia dilihat dari arah Selatan. Ujung kiri adalah Bastion Hollandia dan ujung kanan adalah Bastion Gelderland. Gerbang bertingkat yang terlihat di bagian belakang adalah Gerbang Baru yang bersisian dengan tembok kota. Dapat dilihat juga bahwa kompleks gerbang adalah sebuah kompleks yang luas.

Sumber:Johannes Rach, Perpustakaan Nasional Indonesia, no. inv. BW_34

Dalam Gambar ke dua, Gerbang Baru dilihat dari arah dari selatan. Dalam gambar ini dapat dilihat dengan jelas sekali bahwa kompleks gerbang cukup besar, yaitu dari banyak atap gedung yang terlihat dari balik tembok dan gerbang yang membentang panjang dari ujung kiri sampai ujung kanan. Dari gambar ini juga dapat terlihat gerbang dibentuk menjadi dua bagian, bagian depan yang rendah dan bagian menara (yang juga bisa terlihat di gambar satu). Kemungkinan gerbang ini memiliki dua buah pintu. Hal ini bentuk pertahanan bertahap yang digunakan VOC untuk menahan laju serangan, sehingga para penyerang mengalami kesulitan memasuki kota Batavia. Dari gambar ini pun dilihat dengan jelas bahwa ada bastion diujung tembok kota, yaitu Bastion Hollandia (kiri) dan Bastion Gelderland (ujung kanan).

Jika melihat tempat galian terowongan yang ada sekarang, dapat dilihat ada rangkaian fondasi yang mirip dengan penggambaran peta dan dua buah gambar Johannes Rach di atas. Walaupun ada bagian tembok yang ternyata miring yang sepertinya diindikasikan sebagai bagian dari bastion, keseluruhan tembok hampir semuanya lurus dan fondasi tembok biasanya memang selalu lurus.

Dengan semua gambar dan peta dari zaman VOC yang masih dapat dijadikan sumber sampai sekarang, seharusnya para ahli atau insinyur yang baik dapat mengukur persis di mana seharusnya ada fondasi tembok kota Batavia. Tempat berdirinya Museum Bank Mandiri dan tempat penggalian sekarang, jika diperhatikan seksama dengan melihat dua buah gambar dan peta yang ada dapat diperkirakan adalah tempat dulunya Gerbang dan jembatan berada.

Jika saja penelitian arkeologi yang lebih detil dan mendalam dapat dilakukan. Untuk melakukan itu seharusnya pembangunan proyek dihentikan dulu untuk kepentingan penelitian, karena jika proyek masih terus berlangsung otomatis semua struktur berubah dan penelitian tidak akan berguna sama sekali jika tidak lagi ditemukan bentuk aslinya.

Max de Bruijn, Sejarawan Belanda, banyak meneliti Batavia abad 18
Yulia Irma Pattopang, Asisten Proyek di PT Bruijn Bouvy

11 Responses

  1. gw pengen banget cari tau tentang sejarah kerajaan betawi

  2. gw jg tertarik pengen gabung di club kalo, ad…?
    “el_gifary@yahoo.co.id”

  3. thanks el gifary. anda bisa gabung ke milis sahabat museum. mereka giat melakukan diskusi, plesiran tempo doeloe, nonton bareng dsb hampir tiap minggu.
    daftar de ke http://groups.yahoo.com/group/SahabatMuseum/join;
    pimpinan ade purnama, karena aktivitasnya ini, ia sempet jadi salah satu man of the yearnya tempo.

  4. kontroversi seputar pembangunan TPO Taman Beos memang semakin banyak, namun dampak pembangunan itu saya rasa bagus juga karena selain kota tempatnya angkot yang nge-tem sembarangan juga kelihatan semerawut, nah…kalau ada terowongan yang pake AC mungkin bisa menurunkan jumlah pejalan kaki yang mau nyebrang asal-asalan aja, selain itu akan semakin mempopulerkan kota tua itu sendiri juga kan?

  5. aku emang penasaran banget sama sejarah kota jakarta. apalagi kalau membaca tentang jakarta masa lalu, jadi saya kepingin ada di masa itu. paling nggak sekarang pengennya jakarta dikembalikan seperti pada masa itu. sesuai dengan cerita di novel-novel

  6. Salam kenal semuanya.
    Seneng nih bisa pada kumpul2.
    Ada yang bisa bantu ga?
    Aku lagi ngumpulin dokumen gambar jakarta dulu,tapi yang belum hilang pada jaman sekarang peninggalannya.
    Aku seneng banget kalo bisa dibantu.Kita tuker2an info.
    Untuk di publish buat umum tapi non profit loh.
    Maksudnya biar ngingetin kita semua kalo jakarta sekarang tuh beda bgt sama dulu.
    kayanya segitu dulu aja.
    Thanks anyway…

  7. Aryo, di blogroll —kolom kanan— ada [batavia plus] dan [jakarta old picture] yang menyajikan foto-foto jakarta lama.
    kunjungi dan kontak aja mereka.
    good luck

  8. Terima kasih banyak buat bantuannya bataviase.

  9. hai2.. aku pengen nanya nich.. aku lagi butuh Peta Batavia pada jaman masih ada temboknya itu… tapi susah banget cari yang jelas, kebanyakan gambarnya kecil2 deh.. gimana yah..

    nacie coba ke alamat di bawah ini, umumnya mereka memiliki data yang lumayan banyak, bisa dilihat malah kadang menyelenggarakan seminar dan pameran.
    atau ikut ngabuburit di sebelah tembok batavia minggu besok (detilnya di djalandjalan.blogspot.com):

    ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
    Jl. Ampera Raya Cilandak Timur – Jakarta Selatan 12560
    T. 780 5851 ext. 213, 214, 240, 247 dan 117
    F 780 5812
    E info@anri.go.id
    http://www.anri.go.id

    Jl. Gajah Mada No. 111, Jakarta Pusat
    T. 634 7744

    PERPUSTAKAAN NASIONAL RI
    Jl. Salemba Raya 28A Jakarta 10430
    T 315 4864, 315 4870 hunting)
    F 310 3554
    http://www.pnri.go.id

  10. Gue lagi dalam pembuatan novel yang settingnya jaman penjajahan belanda dulu, jadi, gue butuh banget info sebanyak banyaknya mengenai situasi dan keadaan jaman itu. kalo ada yang tau kemana dan siapa yang bisa gue wawancarai, tolong kasih tau ya… via mail aja: vhan_da_rose@hotmail.com.
    thanks banget kalo ada yang mo bantu.. terutama nih, info tentang kegiatan bangsawan belanda.. Thanks..

  11. aku lagi cari2 cerita menarik untuk ide cerita di kaos khas jakarta, thanks sudah sharing artikel…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: