Indonesia jelang tahun baru 1920

1 hari jelang tahun baru, tahun 1919 digantikan tahun 1920, surat kabar Tjaja Soematra menurunkan sajak berkepala “Lahirlah Tahoen 1920 !!!”. Kebaikan dan keselamatan jadi harapan di masa depan. Hari-hari yang bikin kalut dan sengsara di tahun 1919 diharap tak terulang di tahun baru,1920.

Sajak ini menebar impian akan republik dan kemerdekaan, juga mengabarkan kelaparan dan pandemi influenza yang dasyat. Tak sedikit rakyat di Djawa dan Soematra, seluruh tanah Hindia menjadi korban epidemi flu Spanyol. Semoga di tahun 2007 dan tahun-tahun selanjutnya rakyat tak didera lapar dan flu burung.
“Tahoen 1919 njatalah silam/menggojangkan pendoedoek pendjoeroe alam/ hai 1920 djanganlah moeram/ pantjarkanlah tjahajamoe seloeroeh ‘alam.”

Surat kabar Tjaja Soematra adalah surat kabar Melayu, diterbitkan pertama kali tahun 1896 di Padang oleh K. Baumer, dibawah perusahaan Winkel Maatschappij v.h. P. Baumner & co. Padang. Salah satu redaktur pimpinan redaksinya adalah Sampono Radja. Terbit setiap hari Selasa, Kemis, Saptoe, kecuali hari besar. Penduduk Hindia yang ingin berlangganan membayar f 9.- untuk 1 tahun, f 4.50 dapat 6 bulan, dan 3 bulan membayar f 2.25.

Sekarang penduduk Batavia tak lagi bisa berlangganan karena korannya sudah almarhum. Tapi pembaca akan suka hati membaca artikelnya soal detik-detik menjelang tahun baru di tanah hindia periode awal abad 20. Semoga kekalutan tahun 1919 itu tak terjadi di antero penduduk Indonesia di tahun baru 2007.
“Lahirlah tahoen 1920!!!”, lahirlah tahun 2007!!! [Basil]

Lahirlah tahoen 1920!!!

Tahoen 1919 lenjaplah njata
pergi mendapatkan doenia yang baka
seloeroeh doenia ta’kan loepa
pengaroeh 1919 poerak poranda.

Pendoedoek doenia tentoelah sedar
baik didoesoen atau dibandar
dimana mana terdengar kabar
pantjaroeba mengedari doenia jang lebar.

Perhatikanlah wahai tolan dan handai
kedjadian ditahoen 1919 boekan sebagai
laksana permata djatoeh berderai
djadi peringatan bagi sipandai.

Pendoedoek doenia tentoelah insjaf
tahoen 1919 seoempama wakaf
menggerakkan sekalian oerat saraf
mendjadi adjaran bagi jang kilaf.

Teroetama bagi pendoedoek Europa
baik diselatan atau oetara
bagi peringatan semata mata
tergambar diotaknja sebagai peta.

Betapakah tidak wahai djauhari
oleh pendoedoek Europa jang ta’ pani
besar sjoekoernja pada illahi
karena terlepas dari pada bahaja negeri.

Tahoen 1919 selaloe diotak
sendjata peperangan moelai terletak
perkakas menghabiskan doesoen teratak
Toehanlah djoega jang empoenja kehendak.

Selesai dari pada meangkat sendjata
kaoem Belejewik datang menggoda
mengantjam segenap djadjahan Europa
goena mentjapai kata merdeka.

Kaoem bangsawan diminta hapoesi
menindis rai’at jang berlebih lebihi
keradjaan republiek akan ditjari
mereka pemimpin berhaloean democratie.

Wahai pembatja toean dan engkoe
kedjadian ditahoen ’19 boekan soeatoe
Influenza dan lapar datang mengganggoe
semoeanja takdir Toehan jang satoe.

Penjakit Spanjol datang berdjangkit
sematjam penjakit jang baharoe terbit
keadaanja gadjil sertanja soelit
mendjadikan korban boekan sedikit.

Di beberapa tempat sangat hebatnja
baik di Djawa atau di Soemetera
pendeknja diseloeroeh poela Hindia
Influenza mengamoek dengan perkasa.

Influenza berdjangkit boekan boeatan
disatoe satoe negeri sangat mengerikan
seperti di Naras district Pariaman
Influenza nan sangat habis memoenahkan.

Oleh Goebernemen ta’ diboeat loepa
selaloe ditolong rai’at jang sengsara
menjahkan bala dari moeka doenia
patoetlah dioetjapkan akan kasihnja.

Tahoen 1919 berbintang kelam
tanah Hindia akan diantjam
bahaja lapar datang mendendam
kaoem miskin banjaklah karam.

Kaoem miskin hatinja ta’ sedap
kalau diantaranja ta’beriman tetap
tentoelah matanja mendjadi gelap
melanggar oendang akan diharap.

Melihat sianak doedoek meroetoe
karena ta’ makan barang soeatoe
tentoelah anggota djadinja lesoe
sjetan menggoda pastilah tentoe.

Dalam zaman begitoe soekar
pemerintah berpemandangan lebar
mentjegah godaan penjakit lapar
soepaja rai’at djangan terhantar.

Berkat oesaha pemerintah sini
pemoeka rai’at poen tiadalah soeni
keadaan rai’at amat diselidiki
setiap waktoe tiadalah ditinggali.

Jang dipertoean Radja Moeda
memegang tampoek tanah Hindia
selaloe membimbing pergerakan rai’atnja
Allah membalas akan djasanja.

Tahoen 1919 njatalah silam
menggojangkan pendoedoek pendjoeroe alam
hai 1920 djanganlah moeram
pantjarkanlah tjahajamoe seloeroeh ‘alam.

Bawalah gobahan oentoek Hindia
pengobah manoesia jang bersengsara
soepaja rai’at bersoeka raja
djanganlah sebagai sa’at biasa.

Achir kalam kita oetjapkan
moedahan 1920 membawa perobahan
seloeroeh Hindia hendaknja aman
mara bahaja Allah lindoengkan.

R. v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: