Bisakah Oud Batavia diselamatkan?

Jacky, wakil ketua Paguyuban Kota Tua, menyatakan revitalisasi masih perlu perjalanan panjang. Kepentingan komunitas-komunitas dan stakeholder terkait butuh waktu untuk diakomodir. Jacky dan komunitas di bawahnya menginginkan dibangkitkannya bisnis dan ekonomi.

“Ini perjalanan masih panjang. Sampai kapan pun kita terus berjuang sampai Kota Tua ini menjadi obyek wisata. Itu saja,” kata Jacky, yang mengaku sebagai onderbouwnya JOK.

Belajar masa lalu, Jacky tidak begitu cepat berharap, meski ia mendukung dan menyambut tindakan pemerintah yang telah mulai memperbaiki infrastruktur di sebagian kawasan Kota Tua. “Kita belum tahu ke depannya. Kan 2007 gubernur mau ganti juga. Apakah dengan pergantian gubernur ini tetap concern menjadikan Kota Tua sebagai obyek wisata?,” katanya.

Sejak Ali Sadikin tak menjabat gubernur, upaya revitalisasi terhenti. Namun melihat dimulainya perbaikan infrastruktur oleh pemerintah, ia tampak sedikit optimis. “Kita sebagai komunitas akan berjuang semaksimal mungkin. Apakah gubernur lama, gubernur baru. Kalau memang gubernur baru punya satu concern untuk revitalisasi kota tua ya bagus,” kata Jacky lagi.

Mengenai hal ini, pada kesempatan lain, Aurora Tambunan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI, menyatakan: “Estafet ini memang sekarang tidak boleh tergantung sama orang. Jadi Pak Sutiyoso sekarang sedang menyusun lembaga yang menangani Kota Tua. Itu diharapkan bergulir setelah Pak Sutiyoso pergi. Seperti busway, sistemnya sekarang sudah terbentuk, gubernur baru tinggal melanjutkannya.”

Menurut Aurora, sistem kelembagaan ini diperlukan untuk menjaga kontinuitas program revitalisasi Kota Tua, menurut Aurora. “Jadi rencana jangka dekat ini adalah membentuk satu unit pelaksana di bawah Dinas Kebudayaan dan Permuseuman. Yang kita harapkan setelah evaluasi nanti kedudukannya akan naik langsung berada di bawah gubernur, menjadi satu badan. Unit ini belum ada, sedang digodok. Nanti akan dikeluarkan bersamaan dengan masterplan revitalisasi kota tua.”
Perjalanan Miranda Gultom dan kawan-kawan baru dimulai. Sebuah komitmen bergelora untuk menyelamatkan pusaka bangunan, sejarah kota Batavia. Agar wajah kawasan kota tua kembali bersinar. Anak cucu pun bisa terus belajar sejarah Batavia dan sejarah Indonesia dengan jejak kolonial yang ditinggalkan.

“Kita boleh benci penjajah, tapi warisan penjajah adalah nilai arsitektur yang tinggi dan teknologi. Ini yang nggak kita pelajari dalam sejarah,“ kata Asep Kambali dari Komunitas Peduli Sejarah dan Budaya Indonesia (KPSBI) – Historia. [BASIL]

Artikel terkait:
Menghidupkan sejarah Kota Tua
Ratu Timur kan bersolek
Bisakah Oud Batavia diselamatkan?
Pedestrian. Awal sebuah impian besar.
Belajar dari pedestrian Eropa
2007. Upaya menarik swasta ke Kota Tua
Adolf Heuken: Bila Meneruskan Rencana Ali Sadikin, Saya Percaya…
Adolf Heuken: Tak mau menjual dongeng

One Response

  1. Dari dulu komitmen Pemda DKI hanya sampai dimulut dengan janji2 dan kalau boleh dibilang Euphoria.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: