Pedestrian. Awal sebuah impian

Batu-batu kali (andhesit) berukuran panjang 18 centimeter, lebar 40 centimeter dan ketebalan 12 centimeter itu sebagian besar telah terpasang di jalan kawasan Museum Fatahillah dan Cafe Batavia hingga ke Jalan Pintu Besar Utara. Batu kali lebih kecil ukurannya juga telah terpasang di pinggiran jalan, trotoar. Di mulut jalan pintu besar utara terlihat pengerjaanya.

Sejak pukul 8 pagi hingga 10 malam, bila Anda berada di sekitar Fatahillah tampak buruh pekerja mengerjakan batu-batu kali. Inilah awal dari sebuah impian besar: Menyelamatkan Kota Tua!

Dimulai sejak 27 Agustus 2006 di Jalan Pancoran dan penghujung November 2006 di Jalan Pintu Besar Utara sampai sekitar taman Fatahillah, pembangunan ini hampir selesai. Ini kali pertama setelah 30 tahun proyek revitalisasi Kota Tua ditinggalkan.

“Diharapkan selesai tanggal 15 Desember,” ujar Aurora Tambunan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Pemprov DKI Jakarta (28/11). Pedestrian ini dilanjutkan ke sekitar Kantor Pos, Jalan Kunir sampai depan Museum Senirupa dan Keramik.

Pemprov DKI awalnya menerapkan pedestrian penuh, hanya untuk pejalan kaki. Kendaraan motor takkan diizinkan melintasi kawasan itu. Namun, rencana berubah karena sebagian masyarakat menghendaki kendaraan roda empat atau dua bisa memasuki kawasan tersebut. Setelah dengar pendapat, konsep semipedestrian pun digunakan.

“Kita (pemerintah) menerapkan traffic calming. Mobil bisa masuk tapi tak leluasa karena jalannya kecil dan ruangnya terbatas,” jelas Lola, panggilan akrab Aurora Tambunan. Dengan sistem ini diharap kendaraan lebih memilih jalan melingkar yang lebih cepat. Direncanakan juga nantinya di kawasan Kota Tua disediakan angkutan bus khusus. “Akan kita sediakan bus umum yang didesain khas dan unik beroperasi hanya di kawasan kota tua,” kata Lola sambil menunjukkan fotonya.

Menurut Aurora Tambunan, proyek pedestrian sejatinya adalah program pancingan. Pancingan untuk menarik banyak pihak ikut menanamkan dana untuk merevitalisasi Kota Tua “ Supaya ada inisiatif, kami ambil dana lebih dahulu dari dinas kami masing-masing.” katanya. Dinas yang terkait dalam revitalisasi Kota Tua adalah Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pertamanan, Dinas Tata Kota, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kebudayaan dan Permuseuman. “Kita maju duluan untuk memberi contoh dan mendorong pihak lain untuk berpartisipasi. Meskipun masterplan (cetak biru) program revitalisasi Kota Tua belum selesai.”

Konsepnya cukup memberi harapan. Para pemilik gedung tua akan diberi berbagai kemudahan jika berniat merawat dan merevitalisasi bangunannya. Dengan kawasan yang semakin rapi dan indah, diharap akan menarik para investor dan menghidupkan ekonomi. Gubernur mendukung penuh program ini. 2007 Revitalisasi Kota Tua akan menjadi proyek unggulan DKI, sekelas dengan proyek Busway.

Revitalisasi Kota Tua tentunya harus dikerjakan matang. Adanya galeri-galeri, tempat pertunjukan, toko-toko dan café yang nyaman, kebersihan dan keamanan lingkungan, pengelolaan kaki lima juga harus diperhatikan. Tanpanya , Kota Tua tak akan menjadi magnet kuat, bahkan bagi warganya sendiri. [BASILIUS TRIHARYANTO]

Artikel terkait:
Menghidupkan sejarah Kota Tua
Ratu Timur kan bersolek
Bisakah Oud Batavia diselamatkan?
Pedestrian. Awal sebuah impian besar.
Belajar dari pedestrian Eropa
2007. Upaya menarik swasta ke Kota Tua
Adolf Heuken: Bila Meneruskan Rencana Ali Sadikin, Saya Percaya…
Adolf Heuken: Tak mau menjual dongeng

4 Responses

  1. ayo dong di realisasikan itu gambarnya. hmm aku mau deh jadi volunteer di museum fatahillah. apalagi kalo emang boil or motor gak usah masuk skalian, parkirnya agak jauhan trus boleh lewat only sepeda ajah, pasti keren abis…

  2. terakhir sy liat ke sana tahun 2007, lapangan depan sudah jadi, lighting nya sudah, tapi hijaunya belum jadi, keliatannya desainnya menarik, tapi kenyataan dilapangan berbeda dan cenderung memprihatinkan, beberapa perkerasan dr bahan batu andesit dan padalarang terpasang miring dan membuat pejalan kaki tersandung, lighting2 tanamnya juga akan mudah lepas dan kurang rapi pekerjaannya. Apakah hal ini terjadi sejak awal atau mudah rusak oleh waktu dan tangan jahil?? semoga kedepan semakin baik kualitasnya. salam

  3. Saya usul agar kawasan kota tua (oud batavia) 100% untuk pejalan kaki, sepeda dan kawasan wisata kota.
    Kendaraan bermotor tidak boleh masuk sejak dari Monas sampai stasiun kota. Pengunjung musti parkir mobilnya di Monas lantas jalan kaki ke stasiun Gambir untuk naik kereta api gratis ke stasiun kota.
    Dikawasan kota tua dibangun trotoir, jalur sepeda dan taman kota disepanjang jalan itu. Infrastruktur semacam ini selalu ada disemua kota eropa dan amerika (perlu studi banding !). Nanti dengan sendirinya akan tumbuh kafe trotoir, pedagang souvenier, pakaian, etc yang membuat suasana jadi meriah sekaligus menghidupkan usaha rakyat !

  4. Kami juga terus berharap agar ini tidak sekedar wacana dan bisa terus berjalan :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: