Adolf Heuken. Tak mau menjual dongeng

Ia terus menulis, menulis, dan menulis. Jakarta tempo doeloe atau “Oud Batavia” seakan menjadi saksi sejarah hidupnya. Separuh lebih hidupnya bersama koleksi dan arsip-arsip tua. Hingga usia 77 tahun, ia terus menulis buku. Hari-hari ini, waktu terus memburunya. Buku Historical Sites of Jakarta yang sudah terjual diatas 20 ribu eksemplar akan dicetak kembali pada 2007. Dua edisinya pernah diterbitkan Times International, Singapura.

1963. Kali pertama kakinya berpijak di tanah Jakarta, sebagai Pastor Jesuit. Bahasa Indonesia belum bisa. Ia tolak tawaran menulis buku. Setahun kemudian, bahasanya mulai sedikit lancar dan terus belajar bahasa. Lalu ia mulai menulis buku-buku kecil soal kehidupan rohani.
1980-an. Ia sering ke Kota untuk mengambil dan mengantar surat. Bangunan-bangunan tua di sekitarnya memberi inspirasi dan membuat pertanyaan yang tak pernah mendapat jawaban tepat dari penduduk Jakarta. “Ini dulu gedung apa? Dulu bagaimana? Kapan dibangun? Orang tidak bisa jawab. Setiap saya tanya sesuatu orang tidak bisa jawab.”

Ia tak henti mencari jawabnya. Buku-buku kuno dibelinya. Arsip-arsip tua dan kontemporer soal Batavia atau Jakarta ia buru. Awal 1980-an arsip dan buku-buku tua bertumpuk. “Maka saya cari buku kuno untuk menjawab pertanyaan itu dengan tepat. Saya tidak mau jual dongeng. Saya tidak anti dongeng, tapi dongeng didongeng. Kalau bagus, ya ingin dengar dan cerita juga, tapi sebagai dongeng. Saya tidak mau menceritakan dongeng sebagai sejarah. Maka saya cari fakta sejarah.” Dan buku Historical Sites of Jakarta terlahir untuk memberi jawaban yang tepat soal gedung-gedung yang dibangun sejak abad 17-an itu.

Reaksi datang. Bukunya jadi tempat berlabuh soal “Oud Batavia”. Bahkan, data dan arsip-arsip informasi baru datang dari berbagai pihak. Orang Belanda semasa tinggal di Batavia, orang-orang tua di Eropa dan orang yang banyak tahu tentang sejarah Batavia rela berbagi informasi dan memberi data baru. “Buku ini membuat banyak orang memberitahu pengalaman mereka. Cetakan berikutnya selalu diperbaiki. Reaksi pembaca membuat saya tambah 9 buku lain.”

Hampir 9 buku lain ia tulis dalam bahasa Inggris. Semula ia pertahankan, tetap menulis dengan bahasa Inggris. Ia akhirnya menerjemahkannya karena banyak pembaca mengeluh. “Kenapa tulis buku tentang kota dalam bahasa Inggris bukan bahasa Indonesia. Saya jawab tidak banyak orang Indonesia yang peduli tentang sejarah mereka. Tapi akhirnya saya terjemahkan buku ini menjadi tempat-tempat bersejarah. Buku ini cepat laku dan cepat habis.”

Sejak 1964, sekitar 200 buku ia tulis, soal filsafat, gereja, remaja, ensiklopedi, dan kamus Indonesia-Jerman, Jerman-Indonesia. Kini ia terus memburu waktu menyelesaikan revisi Historical Sites edisi 7. Rambut memutih, kulit keriput, tapi idenya terus menjalar tak pernah mati. “Saya suka sejarah. Sejarah perang dunia kedua, Pendudukan Jepang, masa Soekarno adalah impian saya. Mestinya diteruskan, tapi tidak ada waktu lagi. Sudah tua.” [Basil]

Artikel terkait:
Menghidupkan sejarah Kota Tua
Ratu Timur kan bersolek
Bisakah Oud Batavia diselamatkan?
Pedestrian. Awal sebuah impian besar.
Belajar dari pedestrian Eropa
2007. Upaya menarik swasta ke Kota Tua
Adolf Heuken: Bila Meneruskan Rencana Ali Sadikin, Saya Percaya…
Adolf Heuken: Tak mau menjual dongeng

2 Responses

  1. Hello. I’m a graphic design student in a university in Tangerang who is doing a book design about the old city of Jakarta for this whole semester. I found Adolf Heuken’s book “Historical Sites of Jakarta”, and decided to use it as my main source of data. I was wondering if I can meet him or get a contact with him to get more details about this book. I’m running out of time, but I want to make a well-designed book about Jakarta to support his dream and to make Jakarta citizens more aware about the beauty of old Jakarta. Thank you so much, looking forward to your reply.

  2. Hallo I am a fans of Mr. Haukens through ‘Historical sites of Jakarta” and it inspired me on exploring the old stories since Batavia was established. I just want to give my highest appreciation to Mr. Hauken as a historian that concern with the city that I’ve been living in since I was born and wondering if i could have the email address of anya contact number to Mr. Hauken. Thanks very much.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: