2007 dari Busway ke Subway

subway.jpg

Ga ada hubungan langsung dengan Bataviase Nouvelles, tapi informasinya cukup exciting. Akhir bulan ini di Jepang akan ditandatangani perjanjian untuk realisasinya. Lebak Bulus akan jadi stasiun akhir pertama. Selengkapnya klik Berita Jakarta di blogroll [di kolom sebelah kanan].

4 Responses

  1. Mengapa sistem transportasi massal “busway” banyak mendapat tentangan:

    1. Jalur bus (busway) mengokupasi / menggusur jalur jalan yang sudah ada, sehingga jalur jalan yang sebelumnya sudah padat menjadi lebih padat.
    2. Pembangunan sistem transportasi massal tersebut dilandasi pola pikir memindahkan pengguna kendaraan pribadi bukan menambah kapasitas angkutan.
    3. Yang paling parah dan salah kaprah adalah kemacetan hanya bisa diatasi dengan mengurangi jumlah kendaraan. Cara berpikir parsial ini melupakan bahwa transportasi adalah salah satu faktor produksi terpenting dalam kegiatan ekonomi. Apakah ada kegiatan ekonomi yang tidak terkait dengan transportasi?

    Ingat!!! Transportasi massal kota harus dibangun dengan jalur yang eksklusif / terpisah dengan dari jaringan jalan untuk umum, termasuk tidak melintasi persimpangan sebidang dengan jalan umum. Alternatifnya adalah subway (terowongan bawah tanah) atau elevated (jalan layang).

    Soal wahananya .. terserah, bisa kereta ringan (light train), monorell, atau bus (seperti yang sudah ada).

    Wartabuku, terimakasih comment-nya.
    Busway memang salahkaprah, tapi saya kira hanya dalam hal pelaksanaannya bukan dalam konsepnya.
    Konsep busway sudah mulai diterapkan di banyak kota seluruh dunia, karena memang merupakan solusi tercepat dan termurah.
    Di akarta hanya koridor satu, blok M-Stasiun Kota, yang saya kira “pernah” berhasil sesuai konsepnya. Tapi begitu dilanjutkan dengan koridor lainnya, situasi menjadi amat sangat parah. Busway Bogota adalah contoh dan guru yang baik, tapi tampaknya kita tidak benar-benar belajar saat studi banding ke sana. Buktinya di Bogota kemacetan bisa hilang hanya dalam 3 tahun, tapi Jakarta malah semakin menjadijadi.
    Mampir ya ke Batavia Busway.

  2. very interesting, but I don’t agree with you
    Idetrorce

  3. knapa pemikiran pengurangan jumlah kendaraan pribadi yang dialihkan ke kendaraan umum tersebut ,menjadi salah kaprah??
    padahal itulah tujuan utama adanya kendaraan umum,disamping mempermudah transportasi bagi masyarakat yg tdk memiliki kendaraan.
    lagipula konsep ini, bagi saya sudah baik.
    hal ini dapat mengurangi kemacetan dan polusi udara yang begitu menumpuk di jakarta.
    tapi,,,hal itu hanya akan terjadi apabila kita semua menyadari dan tidak GENGSI untuk menaiki kendaraan umum.

  4. knapa yang lagi ngurusin busway aja belum selesai,eeeehh…malah mau langsung bangun inilah…itulah… kayak subway,monorail,dll..
    mbok ya..satu2 dulu…
    di tuntasin dulu yang satu…baru bangun yang lain…
    di fokusin…

    tks, listya, setuju.
    belum lagi beres integrasi dengan KRL yang baru…
    entah ya kenapa, padahal ada konsultan yang ahli transportasi sejak dari planningnya.
    atau konsultannya ga beres atau pemprovnya yang bandel
    tambahan lagi mau bikin 6 jalan tol dalam kota, berapa taon lagi…
    ampuun…saat anak-anak udah pada tua, jakarta tetap macet deh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: