Hari Bumi yang mengusik kenyamanan…

Judulnya meminjam istilah Al Gore, An Inconvenient Truth. Jika ada yang belum menonton, sempatkanlah menyaksikannya lewat HBO dan CineMax malam ini, disajikan untuk menyambut Hari Bumi.

Keputusan untuk mengusir delman dari Taman Monumen Nasional terasa mengusik-usik hati, bertentangan dengan cita-cita Kartini dan konsep berwawasan lingkungan. Tetapi tetap ditahan untuk tidak menuliskannya, demi menghormati dan menghargai wanita pertama yang menjadi walikota Jakarta. Juga karena Gubernur telah menganjurkan agar segera dicarikan solusi mengatasi masalah kotoran kuda dan mengizinkan delman kembali beroperasi.

Lihatlah betapa hal-hal yang alami kini sudah dianggap mengusik kenyamanan. Padahal ia diciptakan untuk menjaga keseimbangan ekologi. Kotoran kuda pasti bermanfaat bagi tumbuhan dan mahluk-mahluk mikro yang membuat bumi ini layak dihuni manusia.

Menjadi tuan rumah Konperensi Pemanasan Global ternyata berpengaruh positif terhadap kesadaran publik. Hari Bumi tahun ini lebih terasa dibanding sebelumnya. Anak-anak hingga orangtua, para pejalan kaki hingga media massa, semakin sadar dan semakin kritis.

Kini tinggal para bapak-bapak dan ibu-ibu di pemerintahan dan parlemen, untuk mengaplikasikan dalam peraturan dan pelaksanaan di segala bidang. Agar publik bisa dengan leluasa menerapkan apa yang dianjurkan dalam An Inconvenient Truth. Read the rest of this entry »

Kring kring kring ada sepeda

Hari ini banyak keprihatinan. Dari ulah DPR - DPRD (menyerobot jalur busway, kasus slankers, suap, selingkuh, timbunan senjata), ribut partai dan calon partai hingga gembok celana. Pasti sudah banyak komentar.
Tulisan ini tidak ke sana, hanya ungkapan kekecewaan atas keputusan Pemerintah untuk membangun lagi jalan tol-dalam-kota.

Disebut-sebut bahwa setiap hari beraktivitas di Jakarta asekitar 3.500.000 kendaraan bermotor. Dalam kemacetan, kendaraan rodaempat menghabiskan sekitar 5 liter BBM, sedangkan rodadua 1 liter. Misal dari 3,5juta itu dua juta rodaempat dan 1,5 juta rodadua, maka kendaraan Jakarta menghabiskan 2×5 + 1,5×2 = 13 juta liter BBM. Setiap hari…

Misal lagi, 1/3 dari mereka beralih ke sepeda, maka kita akan menghemat lebih 4 juta liter BBM. Setiap hari…
Belum dihitung penghematan yang dicapai oleh duapertiga pengendara sisanya, karena untuk setiap pengurangan kemacetan ada pengurangan pemborosan bahanbakar.

Ada kelebihan lain dari sepeda, karena tidak menggunakan bahan bakar, maka sepeda tidak mengemisikan gas beracun dan gas yang mengakibatkan pemanasan global. Polusi berkurang, kita menghirup udara yang agak lebih bersih.
Maka sepeda memberi kontribusi pada kesehatan kota dan individu. Ini dipertegas lagi dengan manfaat dari pergerakan tubuh, olahraga.

Ketiga kelebihan yang tak terbantahkan itu disebut oleh Presiden saat mengantar rombongan Bicycle for Earth Goes to Bali pada 11 November 2007.

Kelebihan lainnya lagi: siapa saja —kaya miskin, pria wanita, tua muda— bisa bersepeda. Tersedia beragam jenis sepeda untuk semua, dari harga ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Buat yang kuatir, jika bersepeda digolongkan sebagai orang tak mampu, gunakan saja sepeda yang harganya 30juta. Terlalu mahal? Coba di pasar Rumput. Bukan, bukan untuk membeli rumput untuk bahanbakar kuda tunggangan. Tapi di sana ada ratusan, bahkan bisa jadi ada seribu-duaribu sepeda bekas, jika mujur bisa dapat sepeda murah dengan kondisi 90% baru. Read the rest of this entry »

Busway dan bikeway

Belajar busway ke Bogota tapi tidak belajar bikeway. Absurd sebetulnya, tapi di seputar kita memang banyak hal yang absurd.
Saya sering merefer ke Bogota karena rindu pada pengelola kota seperti mereka —yang manusiawi dan banyak memberi pada warganya, terutama yang kurang mampu. Bayangkan, di setiap komunitas kecil dibangun perpustakaan, bahkan ada tiga perpustakaan mewah multi-lantai dilengkapi komputer dan internet, di tengah pemukiman-pemukiman kaum tidak mampu. Tidak mampu beli buku tapi diupayakan bisa baca.
Seratus persen rumah penduduk sudah dialiri air bersih sejak lima tahun lalu. Padahal jabatan pemimpin hanya tiga tahun dan tidak boleh dua kali berturut-turut. Padahal jumlah populasiya tidak jauh beda dengan Jakarta.

Barangkali solusinya bukan hanya terletak pada individu pemimpin, melainkan pada aturan perundangan yang mendorong calon pemimpin untuk memiliki visi dan ketangkasan yang memadai. Nanti akan ditulis di sini kalau sudah dapat jawabannya.

Ini denah kota Bogota. Garis merah adalah koridor busway, titik-titik merah itu terminal busway.
Jalur sepeda digambarkan dengan garis biru, titik biru adalah terminal busway yang meenyediakan fasilitas parkir sepeda. Read the rest of this entry »

Posted in lingkungan. Tags: . No Comments »

Car free day. Mengapa sepi?

30 Maret lusa ada kegiatan rutin menutup Jalan MH Thamrin dan Jalan Sudirman pada rentang jam 06:00-14:00. Semoga nanti tidak sesepi ini.
Program Car Free Day juga akan diperluas ke kota madya, seperti di Jalan Wijaya untuk Jakarta Selatan, Jalan Danau Sunter di Jakarta Utara dan di kawasan Kota Tua untuk Jakarta Barat.

Budirama Natakusumah, Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah DKI Jakarta, menyampaikan bahwa pada 2006 terselenggara 45 hari bersih, 2007 ada 73 hari, dan 2008 ditargetkan 100 hari bebas polusi.
Dari sisi pengurangan polusi udara, kegiatan Car Free Day dianggap sukses. Tapi manfaat yang jauh lebih dalam dan lebih luas, belum digali dan dinikmati oleh warga Jakarta. Car Free Day di Jakarta bagai batu hitam tergeletak sia-sia, padahal jika digosok dengan benar ia akan menjadi intan yang tak terukur nilainya.

Car Free Days seharusnya menjadi hari-hari berharga bagi warga Jakarta yang sehari-harinya mengalami berbagai macam tekanan. Car Free Day merupakan peluang untuk interaksi informal yang positif antar sesama setelah lama tenggelam dalam individualisme kemacetan. Read the rest of this entry »

Jika permukaan laut naik satu meter

Seorang pakar GIS (peta digital berdasar database geo-lokal) asal Hongaria, Zoltan Buki, membuat simulasi naiknya permukaan laut dari satu hingga 100 meter. Efek animasinya hanya bisa dilihat melalui software GoogleEarth [bisa diunduh gratis di sini].

Dengan mengklik gambar ini, anda bisa memasukkan data Rising Level Animation ke Google Earth yang akan langsung membawa anda ke San Fransisco. Jika gambar yang tampil tidak seperti contoh di sini, aktifkan layer <terrain> dan layer <3D> pada GoogleEarth. Jika panel layer tidak terlihat, munculkan dengan mengklik <show sidebar> di menu atau melalui keyboard Ctrl+Alt+B.

Di bagian atas layar akan terlihat pengontrol TimeLine berupa garis-skala dilengkapi tombol play, pause dan slider. Efek naiknya permukaan laut setinggi 1-100 meter bisa anda lihat dengan mengklik play atau menggeser slider. Pilih kota-kota lain dengan mengetikkan namanya di kolom <Fly to> yang berada di panel kiri atas.

Yang kemudian terpikir adalah: apakah instansi pemerintah-kota di Indonesia, sudah memanfaatkan GoogleEarth untuk membuat simulasi semacam ini. Read the rest of this entry »

Hari ini Hari Air Sedunia

PBB mengumumkan bahwa pada 20 Maret di seluruh dunia dilakukan berbagai kegiatan untuk memperingati World Water Day 2008. Apa ya yang dilakukan di Indonesia? Kita lebih tau kegiatan para artis dan politikus… tanya kenapa.

Pada 22 Maret 2005 diproklamirkan dekade air internasional: Water for Life 2005-2015, mengajak negara-negara anggota PBB untuk melaksanakan komitmen mengurangi hingga separuh, jumlah mereka yang tidak memiliki akses untuk air minum, dan menghentikan eksploitasi air yang tidak berkelanjutan.

Untuk tahun 2008, PBB mencanangkannya sebagai Tahun Sanitasi Internasional. Karena tidak tahu apa yang disodorkan Kementrian/Dinas kita tentang Tahun Internasional ini, maka di sini dilampirkan ringkasan 10 hal tentang sanitasi yang disebarluaskan oleh PBB.
Jika perhatian kita terhadap sampah sudah kita ketahui, bagaimana dengan urusan “invisible sampah” ini, ya?

10 Things You Need to Know About Sanitation

1. What do we mean by “sanitation”? Read the rest of this entry »

Becak Art Trip

Meski tradisinya kita yang punya, tapi yang mampu melihat nilainya hanya mereka yang tidak punya. Tak heran jika program naik becak keliling kota lebih banyak ada di luar negeri. Ini becak-becak di Heidelberg, Jerman. Ada juga di Perancis, Amerika, Australia…

Bagaimana di Indonesia? Di Jakarta tidak mungkin ada, karena peraturan daerah melarang mereka beroperasi di jalan-jalan. Tapi ternyata di Jogja ada, bahkan berpotensi menjadi atraksi wisata, ini iklannya :

GANDUNG JOGJA ART TRIP

merupakan program terbaru dari eorang pengemudi becak asli Jogja.
Anda akan menemukan sebuah pengalaman paling menakjubkan ketika anda bertandang ke kota Yogyakarta bersama Gandung.

Bila anda ingin menikmati petualangan mengunjungi galeri,museum dan studio seniman di Jogja maka anda tinggal kontak ke Hp: 0819.0423.237781

Informasi lengkapnya ada di Pameran Gang.

Akhirnya Bogor bisa menarik nafas lega

Meski bukan orang Bogor, saya selalu sakit hati kalau dengar/baca istilah banjir kiriman. Bukan karena merasa dituduh mengirim banjir, tapi lebih karena pembodohan masyarakat yang dilakukan oleh para pejabat dan media massa dengan berulang-ulang mengunakan istilah itu.
Kini, saat Jakarta lumpuh dilanda banjir, di Bogor ternyata tidak hujan. Tanya kenapa.

Juga soal banjir yang bersiklus lima tahunan, BMG dan para pakar sudah membantah adanya siklus lima tahunan, tapi tetap saja —secara sadar atau tidak, masyarakat terus disodori siklus yang sebenarnya tidak ada.

Tuhan menciptakan banjir untuk memelihara kelangsungan hidup alam semesta. Jika banjir yang dulu merupakan rahmat kini berubah menjadi musibah, tentu manusianya yang bandel. Read the rest of this entry »

Ketika pemimpin sudah tak peduli lagi

Pemandangan seperti ini tidak lagi begitu menyentuh, saking seringnya kita lihat di beberapa sudut kota yang menjadi tempat penampungan sampah sementara. Kalau dulu sering mengelus dada yang tergolak oleh berbagai perasaan.

Tapi jika gambarnya diteliti, terlihat bahwa perahu itu bukan barang rongsokan.
Masa’ perahu di timbunan sampah?
Berarti sampah itu terapung di atas air. Di sungai, situ, kolam… ini memunculkan kembali desakan-desakan yang mendorong -dorong rongga dada.

Rasa penasaran pun memaksa untuk mengunjungi asal gambar itu yang berada di Daily Mail, Inggris.
Naudzubillah… Dada ini semakin sesak.

Read the rest of this entry »