Hari Bumi yang mengusik kenyamanan…

Judulnya meminjam istilah Al Gore, An Inconvenient Truth. Jika ada yang belum menonton, sempatkanlah menyaksikannya lewat HBO dan CineMax malam ini, disajikan untuk menyambut Hari Bumi.

Keputusan untuk mengusir delman dari Taman Monumen Nasional terasa mengusik-usik hati, bertentangan dengan cita-cita Kartini dan konsep berwawasan lingkungan. Tetapi tetap ditahan untuk tidak menuliskannya, demi menghormati dan menghargai wanita pertama yang menjadi walikota Jakarta. Juga karena Gubernur telah menganjurkan agar segera dicarikan solusi mengatasi masalah kotoran kuda dan mengizinkan delman kembali beroperasi.

Lihatlah betapa hal-hal yang alami kini sudah dianggap mengusik kenyamanan. Padahal ia diciptakan untuk menjaga keseimbangan ekologi. Kotoran kuda pasti bermanfaat bagi tumbuhan dan mahluk-mahluk mikro yang membuat bumi ini layak dihuni manusia.

Menjadi tuan rumah Konperensi Pemanasan Global ternyata berpengaruh positif terhadap kesadaran publik. Hari Bumi tahun ini lebih terasa dibanding sebelumnya. Anak-anak hingga orangtua, para pejalan kaki hingga media massa, semakin sadar dan semakin kritis.

Kini tinggal para bapak-bapak dan ibu-ibu di pemerintahan dan parlemen, untuk mengaplikasikan dalam peraturan dan pelaksanaan di segala bidang. Agar publik bisa dengan leluasa menerapkan apa yang dianjurkan dalam An Inconvenient Truth. Read the rest of this entry »

Emansipasi atas nama para ayah

Besok Hari Kartini. Ketika sebagian kalangan bangsa ini mempermasalahkannya, bangsa lain malah menjadikan Kartini sebagai inspirasi untuk hari ini dan hari-hari mendatang.
Ketika tahun lalu pemerintah kota Den Haag menganugerahi Kartini Prize kepada Rahma El Hamdaoui, dan The Royal Holland Society of Sciences menganugerahi Kayin Leung dengan Raden Ajeng Kartini Prize, di Indonesia tak ada yang tergugah akan refleksi yang terpantulkan.

Yang membaca surat-surat ibu Kartini sudah pasti memahami fenomena langka yang dimiliki bangsa kita (dianggap oleh Watson CW sebagai salah satu pemicu terbangunnya identitas nasional - Of Self and Nation: Autobiography and the Representation of Modern Indonesia - 2000) 6 tahun sebelum Kebangkitan Nasional. Sayangnya tidak dikembangkan untuk membekali generasi-generasi berikutnya. Read the rest of this entry »

4 hari lagi. Global Action for Education

Jutaan orang Bangladesh, duaratus ribu murid Denmark dan menteri pendidikannya, duapuluh ribu anak Austria, duaribu anak di Bulgaria, 17 ribu anak Jepang, tigaribu sekolah ditemani Presiden dan Ketua parlemen Georgia, ribuan orang Palestina ditemani Menteri Pendidikan dan Menteri Keuangan, Perdana Menteri Burkina Faso, Perdana Menteri Norwegia, sekurangnya 8 menteri dan 1500 anak Cameroon, para anggota parlemen Canada, para selebriti Colombia, dan banyak lagi akan menghadiri kelas terbesar di dunia pada 23-24 April besok.

Sementara hari itu Raja Kambodja akan mengajar, Kanselir Jerman akan menyerahkan rapor, dan kita hanya sibuk dengan diri sendiri atau hanya bicara pada diri sendiri betapa peduli kita pada pendidikan. Read the rest of this entry »

Mata Hari. Mata-mata atau penari?

Kisah hidupnya berubah-ubah sepanjang 100 tahun.

Matahari pagi itu muncul jam 06.11.
Semua yang hadir mengenakan mantel tebal,
menahan dinginnya pagi Oktober 1917.

“Ce n’est pas nécessaire“ tolaknya dengan nada dan gaya seorang Lady,
saat sang komandan regu menawarkan penutup mata.

Jam 06.15 duabelas tembakan mengelegar.
Mata Hari tak ada lagi.

Duabelas tahun sebelumnya, 13 Maret 1905, ia dikerumuni penggemar dan wartawan. Performansi tarinya di Museum Guimet, Paris, merupakan inovasi yang menghebohkan kalangan elite Paris. Berlatar patung Dewa Shiwa, terbalut dalam kostum mirip wayang, ia menari setengah telanjang.
Sang penari bercerita bahwa namanya Mata Hari, dari bahasa Sansekerta diterjemahkan sebagai “the eye of the dawn”. Bahwa dirinya berasal dari India Selatan, dari keluarga kasta Brahma, bahwa sejak kecil dirinya dididik untuk menari di candi Shiwa. Bahwa tari-tarian yang tak pernah dipertunjukkan di luar candi adalah keahliannya.
Read the rest of this entry »

Jakarta 100 tahun lalu

Dari Singapura ke Batavia membutuhkan waktu sekitar 40 jam perjalanan. Lautnya relatif tenang, kecuali pada masa perubahan musim; saat itu laut menjadi sangat bergelombang.

Setelah meninggalkan Singapura, kapal uap berlayar menyusuri kepulauan Rhio, pantainya sangat indah dengan titik-titik pulau-pulau kecil di sekitarnya. Kapal melampaui ekuator pada malam hari, di hari kedua melewati selat Banka, sebuah selat di antara pulau Banka dan pulau Sumatra. Kedua pantainya dijejeri pepohonan kelapa. Kapal berada begitu dekat dengan kedua pantai itu sehingga bendera kecil di atas menara di pulau Banka dapat terlihat dengan jelas.

Tapi semua ini tiba-tiba berubah. Sekonyong-konyong hujan turun, dan guyuran airnya yang tajam memukuli papan dek bagai panah-panah perak. Awan tebal mengembang di atas pantai, dan permukaan air yang semula tenang mulai bergerak dengan riak-riaknya. Warnanya yang hijau pirus berubah menjadi abu-abu keperakan. Keseluruhan atmosfirnya menyegarkan, tapi lebih segar lagi ketika semua ini berlalu. Read the rest of this entry »

Kekuasaan yang Mengelak

Untuk menguatkan dan mendukung himbauan dan pesan yang terkandung, kami tampilkan editorial Kompas hari ini. Semoga kekuatan putih berhasil mengalahkan dominasi kekuatan hitam.

Terungkapnya kasus penyuapan aparat kejaksaan dan anggota DPR, pengalihan rumah negara jadi rumah pribadi, contoh fenomena krisis moralitas negeri ini.

Absurd! Kasus-kasus terjadi justru ketika pemerintah sedang aktif memberantas korupsi. Ada kesan sengaja melecehkan. Ada kesan nekat! Sebaliknya fenomena itu merupakan justifikasi kesan makin tak adanya sikap ksatria, keteladanan, dan berpihak kepada rakyat. Read the rest of this entry »

Kring kring kring ada sepeda

Hari ini banyak keprihatinan. Dari ulah DPR - DPRD (menyerobot jalur busway, kasus slankers, suap, selingkuh, timbunan senjata), ribut partai dan calon partai hingga gembok celana. Pasti sudah banyak komentar.
Tulisan ini tidak ke sana, hanya ungkapan kekecewaan atas keputusan Pemerintah untuk membangun lagi jalan tol-dalam-kota.

Disebut-sebut bahwa setiap hari beraktivitas di Jakarta asekitar 3.500.000 kendaraan bermotor. Dalam kemacetan, kendaraan rodaempat menghabiskan sekitar 5 liter BBM, sedangkan rodadua 1 liter. Misal dari 3,5juta itu dua juta rodaempat dan 1,5 juta rodadua, maka kendaraan Jakarta menghabiskan 2×5 + 1,5×2 = 13 juta liter BBM. Setiap hari…

Misal lagi, 1/3 dari mereka beralih ke sepeda, maka kita akan menghemat lebih 4 juta liter BBM. Setiap hari…
Belum dihitung penghematan yang dicapai oleh duapertiga pengendara sisanya, karena untuk setiap pengurangan kemacetan ada pengurangan pemborosan bahanbakar.

Ada kelebihan lain dari sepeda, karena tidak menggunakan bahan bakar, maka sepeda tidak mengemisikan gas beracun dan gas yang mengakibatkan pemanasan global. Polusi berkurang, kita menghirup udara yang agak lebih bersih.
Maka sepeda memberi kontribusi pada kesehatan kota dan individu. Ini dipertegas lagi dengan manfaat dari pergerakan tubuh, olahraga.

Ketiga kelebihan yang tak terbantahkan itu disebut oleh Presiden saat mengantar rombongan Bicycle for Earth Goes to Bali pada 11 November 2007.

Kelebihan lainnya lagi: siapa saja —kaya miskin, pria wanita, tua muda— bisa bersepeda. Tersedia beragam jenis sepeda untuk semua, dari harga ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Buat yang kuatir, jika bersepeda digolongkan sebagai orang tak mampu, gunakan saja sepeda yang harganya 30juta. Terlalu mahal? Coba di pasar Rumput. Bukan, bukan untuk membeli rumput untuk bahanbakar kuda tunggangan. Tapi di sana ada ratusan, bahkan bisa jadi ada seribu-duaribu sepeda bekas, jika mujur bisa dapat sepeda murah dengan kondisi 90% baru. Read the rest of this entry »

Busway dan bikeway

Belajar busway ke Bogota tapi tidak belajar bikeway. Absurd sebetulnya, tapi di seputar kita memang banyak hal yang absurd.
Saya sering merefer ke Bogota karena rindu pada pengelola kota seperti mereka —yang manusiawi dan banyak memberi pada warganya, terutama yang kurang mampu. Bayangkan, di setiap komunitas kecil dibangun perpustakaan, bahkan ada tiga perpustakaan mewah multi-lantai dilengkapi komputer dan internet, di tengah pemukiman-pemukiman kaum tidak mampu. Tidak mampu beli buku tapi diupayakan bisa baca.
Seratus persen rumah penduduk sudah dialiri air bersih sejak lima tahun lalu. Padahal jabatan pemimpin hanya tiga tahun dan tidak boleh dua kali berturut-turut. Padahal jumlah populasiya tidak jauh beda dengan Jakarta.

Barangkali solusinya bukan hanya terletak pada individu pemimpin, melainkan pada aturan perundangan yang mendorong calon pemimpin untuk memiliki visi dan ketangkasan yang memadai. Nanti akan ditulis di sini kalau sudah dapat jawabannya.

Ini denah kota Bogota. Garis merah adalah koridor busway, titik-titik merah itu terminal busway.
Jalur sepeda digambarkan dengan garis biru, titik biru adalah terminal busway yang meenyediakan fasilitas parkir sepeda. Read the rest of this entry »

Posted in lingkungan. Tags: . No Comments »

IndoTube dan Indoogle

Akan ada sebuah peristiwa luarbiasa bulan depan. Menteri Komunikasi dan Informatika menjanjikan hotspot gratis di seluruh Indonesia, sekaligus peluncuran koneksi internet di sepuluh ribu sekolah. Bersamaan dengan itu, muncul kasus film Fitna yang menimbulkan isu bahwa Indonesia akan memblokir YouTube. Ini menginspirasikan beberapa hal:

Sekedar berbagi ide, mudah-mudahan ada yang menangkap dan mengembangkannya.
Indonesia sebetulnya memiliki potensi luarbiasa yang berlimpah, sayang sekali kurang dikelola. Langkah Pemerintah memasyarakatkan internet ini perlu dibantu oleh mereka yang telah lama berkecimpung di dunia maya, untuk mengedukasi dan melindungi para pemain baru.

Jika anda tidak tergerak, bayangkankanlah berapa juta generasi muda yang akan memiliki akses internet. Bayangkan antusias yang sama seperti ketika anda pertama kali mengenal dunia maya. Read the rest of this entry »