Hari ini 28 tahun lalu…

Jumat 14 Maret 1980. Salah seorang founding fathers kita menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 18.45.
Bung Hatta
wafat, dikelilingi ketiga puterinya, Meutia, Gemala dan Halida serta sang isteri, Ibu Rachmi Hatta, dan sekretaris Almarhum sejak tahun 1942, bernama Wangsa.

Kerumah Bung Hatta di jalan Diponegoro, selain Presiden Soeharto, Ibu Fatmawati, Buya Hamka dan tokoh-tokoh lainnya, juga melayat para abang becak, tukang sayur, penjaja makanan keliling, untuk kali terakhir menatap wajah Sang Proklamator dan memberi penghormatan terakhir.

DR. Roeslan Abdulgani menyebut Bung Hatta sebagai ‘The Guardian of National Conscience’, penjaga hati nurani nasional bangsa Indonesia, yang sampai sekarang ini belum ada duanya. Bung Hatta berani menggugat siapapun kalau ia merasakan bahwa ada penyimpangan. Read the rest of this entry »