Sunsilk pamer ketidakpedulian

Sebuah berita di Warta Kota pagi ini mengiris perasaan: seorang pelajar usia 16 tahun mencuri karena ingin sekolah. Dua bulan sudah uang sekolahnya tak terbayarkan.

Ketika giliran membuka lembaran-lembaran Kompas: tampil menyolok dua halaman bernilai ratusan juta rupiah yang dibeli Sunsilk hanya untuk memamerkan wajah-wajah wanita terkenal dengan tag: mereka tak pernah menunggu memberi makna pada hidupnya.

Dunia bisnis semakin tak peduli.
Masyarakat miskin malah dibebani dengan produk termahalnya. Shampoo dalam sachet yang sekilas tampak murah, sebenarnya lebih mahal ‘kan? Seperti sebatang rokok lebih mahal dari sebungkus.
Anda bisa punya rumah mewah, mobil mewah, gadget mutakhir, dari mana oom?

Kembalikanlah sebagian keuntungan kalian pada mereka. Milyaran rupiah dana promosi bisa digunakan tanpa harus begitu sombong dipamerkan. Di sekitar kita begitu banyak derita orang tak mampu yang butuh inovasi dalam pengelolaannya. Berilah makna pada produk anda. Bekerjalah ke arah sana, produk anda malah akan semakin dicintai. Mereka akan mencintai dan loyal karena merasa dibantu, meski sebetulnya diporoti juga. [foto by rahmat]