Penggeli hati 1920
5 March 2008 — bataviase
Sekali peristiwa Djohan Boediman pergi berjalan-jalan dengan tiada membawa uang seduitpun jua. Maka sampailah ia pada sebuah sungai yang amat lebar. Barang siapa yang hendak menyeberang sungai itu, harus diseberangkan oleh tukang perahu dengan bayaran 25 sen.
Kata Djohan Boediman kepada tukang perahu itu: “Saya tiada membawa uang; tetapi ada sebuah nasihat yang lebih nilainya dari pada emas. Seberangkanlah nanti saya berikan nasihat itu kepadamu!”
Oleh karena tukang perahu itu ingin hendak mengetahui ,,nasihat” itu lalu Djohan Boediman diseberangkannya.
Ketika Djohan Boediman turun kedarat, maka tanya tukang perahu itu kepadanya: ,,Apa nasihatmu itu?”
Sahut Djohan Boediman sambil menggoyang-goyangkan telunjuknya dekat hidung tukang perahu itu: ..Orang yang tiada membayar lebih dahulu, jangan sekali-kali diseberangkan!” [dari Sri Poestaka 1920]



















