Gue ingin reggae Indonesia go internasional!
15 April 2007 — bataviaseWAWANCARA
Anak kampung yang berontak dari pabrik kaleng.
Memilih hidup dan bermusik di jalanan. Walau digasak dan dicemooh orang, tetap memilih reggae sebagai jalan hidupnya. Lagu-lagunya direkam Putumayo label tersohor dunia untuk world music. Sohor di ajang festival di Amerika tetapi selalu ditolak Kedutaan Amerika di Jakarta ketika mengurus visa.
Inilah reggaeman kita yang selalu bersahaja

SELALU ada berita baru tentang reggae dari Tony Q Rastafara. Selalu ada album atau master musik reggae di dalam tas kecilnya yang akan diperlihatkan kepada orang yang tertarik mencari tahu apa yang kini dikerjakannya. Atau sebuah buku, Bob Marley: Rasta, Reggae, Revolusi yang agak lusuh karena sering dibaca dari tangan ke tangan, dibahasnya bersama beberapa kawan di Warung Apresiasi (Wapres), Bulungan kebetulan dia memberi komentar singkat di sampul belakang. Tony Q, memang reggaeman yang bersemangat!
Kadang dia menghilang dari Jakarta beberapa bulan untuk melakukan konser di beberapa kota di Jawa dan Bali. Biasanya digelar di kampus-kampus, atau bar dan cafe. Kadang langkahnya panjang hingga mancanegara, “Aku mau berangkat ke Aus, nih!” katanya lewat telepon seluler, suatu kali. Maksudnya pergi ke Australia untuk melakukan mixing di Sound Warp untuk album barunya, Anak Kampung, yang akan dirilis dalam waktu dekat ini.
Album Anak Kampung, melibatkan Fully Fullwood, pionir reggae, seorang bassist yang cukup penting perannya dalam perkembangan musik reggae di Jamaika pada dekade 70an.
Selama tigapuluh tahun karir musiknya, Fullwood pernah bekerjasama dengan Bob Marley, Peter Tosh, Black Uhuru, Gregory Isaacs hingga The Mighty Diamondas. Setahun yang lalu, Fully Fullwood dan kawan-kawannya di band Tosh Meets Marley sempat melakukan tur konser di Pekan Raya Jakarta (PRJ) dan Bali. Di belakang panggung konser, Tony Q diperkenalkan kepada Fully Fullwood dan kawan-kawan, serta manajer Mark Miller.
Tiba-tiba saja scene reggae di tanah-air heboh melihat kedekatan Tony Q dengan Fully Fullwood yang kemudian berujung bekerjasama membuat sebuah album.
Sekembali Tony Q dari Australia, BATAVIASE NOUVELLES menemuinya di Wapres pada suatu petang. Sambil menyeruput kopi pahit dan menghisap rokok kretek dengan diselingi senda gurau, lagi-lagi Tony Q bersemangat menjawab BATAVIASE.
Bagaimana Anda bisa dekat dengan Fully Fullwood lalu bekerjasama membuat sebuah album. Apa ini sebuah kebetulan?
Ya, awalnya memang panitia konser memperkenalkan gue dengan Fully Fullwood. Bagi gue ini seperti mimpi besar. Bisa bernyanyi satu panggung dengan musisi reggae legendaris. Bayangkan, dia bilang,’Reggae lahir di dekat rumah saya.’
Lalu dia cerita tentang Bob Marley yang dulunya masih anak bawang… Wah, orang ini nggak sembarangan. Beberapa lagu Bob Marley kan dia ikut menulis, seperti Mr. Brown, Sun is Shining… Wah, luarbiasa!
Lalu panitia menyiapkan keberangkatan gue ke Bali untuk jam-session dengan band Tosh Meets Marley. Nah, ketika di Bali, ini seperti sebuah kebetulan… Setelah konser selesai, manajer band Mark Miller dan Fully serta para musisi ingin jalan-jalan melihat panorama Bali. Ketika itu panitia kabur entah ke mana, sehingga gue dan seorang sopir menemani mereka pergi ke Tanah Lot.
Bayangkan, dalam mobil cuma gue dan sopir doang orang Indonesia yang mengantar musisi reggae dunia, ada yang datang dari California, Swiss, Kanada. Jadi, walau pun satu band tapi mereka tinggal di negara yang berbeda. Selama perjalanan kita semakin akrab, karena gue membantu motret dan ngejelasin tentang pura Tanah Lot. Mereka sangat senang sekali, happy!
Selama bersama mereka, gue nulis lagu Woman yang kata Fully, ’Stag in my head’ dan Mark Miller dapat ide bikin lagu juga, judulnya In The Ghetto, idenya dia dapat ketika melihat orang-orang Jakarta yang bekerja di pagi buta untuk memberi makan keluarga.
Proses rekaman Woman juga terbilang cepat. Kita janjian ketemu di Studio Intro, Kemang, untuk rekaman. Beberapa jam sebelum mereka datang dari Bali, gue udah di studio, karena gue pengen tepat waktu, nggak mau telat. Di studio gue coba-coba bikin bahan dasar musik untuk Woman dengan gitar. Kemudian Fully datang langsung merespon dengan bass, begitu juga dengan yang lain, memainkan keyboard dan perkusi. Fully saja membuat lima versi bas untuk Woman. Semuanya bagus!
Tapi gue harus memilih satu di antaranya.
Anda tadi bilang “Mimpi besar” bernyanyi satu panggung dan bekerjasama dengan Fully Fullwood. Sebenarnya apa sih cita-cita Anda?
Cita-citaku, tampil dalam festival reggae di Jamaika, memperkenalkan reggae Indonesia kepada publik yang lebih luas lagi.
Bagaimana undangan festival reggae internasional selama ini?
Gue nggak bisa datang ke sana… Karena tidak mendapatkan visa dari kedutaan Amerika. Undangan gue terima tidak lama setelah peristiwa tragedi World Trade Center, sebelas september 2001.
Awalnya panitia Bob Marley Festival di Houston, Texas mengundangku untuk tampil sebagai headliners. Tapi gue nggak mau tampil sendiri karena semua lagu gue kan nggak bisa dimainkan sendiri. Di samping itu, gue punya misi untuk memperkenalkan musik reggae Indonesia untuk publik di sana.
Reggae Indonesia kan ada kendang jaipongnya, talempong minang, suling sunda.. ya kayak gitu! Gue ajukan ke panitia bahwa gue baru mau tampil dengan syarat bisa membawa band gue.
Panitia merespon, ‘Tony kamu bisa mencari player yang kamu butuhkan di Amerika, dari kendang sunda, dll…’. Tapi gue tetap bersikeras, gue baru mau tampil dengan musisi Indonesia. Jumlahnya semua 10 pemain. Lama-lama panitia di sana mengerti dengan kebutuhan gue. Kawan-kawan sudah menyiapkan keberangkatan gue untuk festival itu, mereka mau jadi volunteer, dari membuat ‘malam dana’. Gue sangat terharu!
Tapi ketika mengajukan visa untuk sepuluh musisi di Kedutaan Amerika, kita ditolak. Mungkin pemerintah Amrik masih paranoid, setelah tragedi WTC. Kawan-kawan shock, kok sebagai musisi masih juga dicurigai yang kagak-kagak. Lewat e-mail, gue sebar kabar bahwa Kedutaan Amerika tidak memberikan visa kepada musisi Indonesia. Panitia Bob Marley Festival di Houston cukup kaget juga. Seorang akademisi- musikolog dari West Virginia, Prof. Ann membuat petisi yang didukung para musisi dan akademisi Amerika, yang isinya protes keras terhadap pemerintah Amerika agar memberi kesempatan kepada musisi Indonesia untuk tampil pada sebuah festival musik. Petisi itu dikirim ke Gedung Putih, kantornya Presiden Bush.
Selanjutnya, masih ada undangan festival reggae yang datang?
Dari tahun 2003 sampai 2005, gue terus diundang untuk even Legend of Rasta reggae Festival di Houston, Texas. Tapi kan masalahnya, lagi-lagi Kedutaan Amerika di Jakarta tidak memberi visa. Padahal gue banyak mendapat dukungan, baik moril maupun materiil. Promotor Adri Subono dari Java Musikindo, secara pribadi mau ngasih uang puluhan juta kalau gue jadi berangkat. Tapi kenyataannya semua mentok karena nggak dikasih visa. Gue udah usaha, bekerja… Ya, gue sumeleh saja!
Sejak tahun 2004, setiap ada undangan festival reggae internasional, gue mulai cuekin. Tapi orang Amerika memberi dukungan. Mareka tahu lagu gue kan diputar di festival, tapi bertanya-tanya kok orangnya nggak pernah nongol.
Ada orang Amerika yang bekerja sebagai instruktur pada sebuah perusahaan minyak di Houston selalu berhubungan dengan kita lewat e-mail. Beberapa bulan menjelang festival reggae diselenggarakan, dia selalu siap membantu, dari membelikan tiket dan akomodasi. Suatu kali dia menitipkan uang lewat muridnya dari Indonesia, dia orang Batak, yang kebingungan kok ada instruktur perminyakan Amrik punya sahabat musisi reggae dari Indonesia, he..he…he! Lucu juga tuh!
Dari kejadian itu, lama-lama gue baru mengerti, ternyata orang Amerika itu sangat apresiatif dengan musik reggae Indonesia. Prof. Ann, misalnya, selalu memberi gue dorongan terus berkarya. Ketika dia dengar musik gue yang ada elemen musik Sunda, Jawa atau daerah lainnya di Indonesia, dia bilang, itu musikmu enggak ada di Amerika atau Afrika.
Budaya kita kan unik, sejarahnya panjang. Dia akhirnya mengirimkan lagu-laguku kepada Putu Mayo World Record, perusahaan yang berbasis di New York. Satu lagu gue, Pat Gulipat, masuk dalam kompilasi World Reggae berjudul Reggae Playground bersama musisi reggae dunia.
Gue langsung terharu sekaligus bangga, akhirnya musik reggae Indonesia diakui secara internasional.

Tony Q tak pernah menduga lagunya masuk dalam kompilasi Reggae Playground, bersanding dengan Rita Marley, istri Bob Marley dan Judy Mowatt, penyanyi latar The Wailers band Bob Marley, selain itu beberapa musisi yang mengisi album itu antara lain Johny Dread (Kuba), Eric Bibb (Amerika), Alan Schneider (Prancis), Modusta Largo (Maroko), The Burning Soul (Jamaika), Marty Dread (Amerika), Kal Dos Santos (Brasil), Asheba (Trinidad) dan Toot and The Maytals, band lawas dari Jamaika yang melahirkan kosakata “Reggae” ke dunia ini. Seluruh penjualan album ini diperuntukkan pembangunan sekolah taman kanak-kanak di Jamaika. Sebuah program yang bekerjasama dengan Perserikatan Bangsa-bangsa dan Rita Marley Foundation.
Bagaimana Anda melihat perkembangan musik reggae di Indonesia, yang sekarang lagi booming?
Gue selalu mendukung kawan-kawan yang bikin band reggae. Dan selama ini juga gue didukung kawan-kawan. Untuk desain sampul album Anak Kampung, yang bikin Ibnu Hibban, yang sudah menonton band gue sejak dia masih SMP. Sekarang dia sudah sarjana, lulusan jurusan seni rupa Institut Kesenian Jakarta. Cover Anak Kampung adalah skripsi Ibnu, dapat nilai A. Gue kan selalu mendukung sesuatu yang positif, kuncinya asal dikerjakan dengan senang hati semua akan berkembang. Setiap gue ngeband selalu ngajak band-band yang baru untuk jam-sesion. Di musik reggae itu nggak ada jarak, tua-muda saling mendukung. Gue nggak pernah menduga perkembangan reggae di masyarakat seperti sekarang ini, walau media masih memperlakukan seperti anak-tiri, kalau mau dibandingkan dengan musik rock atau pop. Sebagai pelaku reggae, gue akan terus bekerja, berkarya, bikin album…
Ada yang bilang Anda terlalu idealis?
Tolok ukur orang itu apa? Gue sih sederhana saja dalam bermusik. Pertama, harus dilakukan dengan senang hati. Penghasilan gue selama ini dari musik. Gak ada sampingan lain. Kalau gue dulu ngamen di jalanan karena gue melakukan itu dengan senang hati. Kalau gue nyanyi di kafe atau konser di daerah, itu semua gue lakukan dengan senang hati. Banyak juga kan yang mengukur apa yang kita kerjakan dengan berapa uang yang kita dapat… Wah,
itu sih bikin gue tertekan! Gue bikin band, jungkir-balik, terus bubar, karena kawan-kawan dulu nggak punya keyakinan musik reggae bisa diterima pasar. Ukurannya uang! Kalau berkesenian diukur dengan uang dan sukses melulu… yah, kita hidup dalam tekanan. Akhirnya bubar.
Gue sudah puluhan tahun bermusik reggae. Ketika almarhum Imanez masih memainkan karya-karya The Beatles, gue sudah ngereggae. Ketika album reggae dia sukses, gue merasa terpacu untuk berkarya. Iman beruntung karena Potlot mengelola bakat dia. Gue kan berproses dari bawah, dari hidup di jalanan, semua bertahap. Suatu kali gue pernah nyodorin karya gue ke sebuah perusahaan rekaman di Glodok. Tapi syaratnya, album gue akan dirilis tanpa menyertakan vocal gue.
Nama gue tetap dipakai tetapi yang nyanyi orang lain…
Edan! Gue langsung tolak. Begitu gue cerita ke kawankawan, justru gue digasak, dicemooh; ‘kok nggak lu ambil aja itu duit. Kan enak nggak usah capek-capek!’ Gue nggak sependapat! Ini karya gue, dan gue punya kemampuan untuk menyanyikannya. Itu kan suatu keyakinan.
Sekarang terbukti, kawan-kawan yang dulu mencemooh, kebanyakan sudah meninggalkan musik, cari kerja yang tidak ada hubungannya dengan musik. Kalau tetap bermusik, paling hanya memainkan lagu-lagu top-40, tidak berkembang dan penuh dengan tekanan, karena banyak diatur-atur orang dan secara materi gak cukup.
Bermusik itu ekspresi kebebasan. Ya, kita harus merawat kebebasan itu, dengan berkarya, mencari ilmu dan bergaul, mengalir saja… Selama kita memberi dukungan kepada potensi seseorang, pasti ada jalan terbuka untuk kita juga. Ada yang bilang,’wah Tony nyebar virus reggae..’
Padahal kan gue bergaul dengan musisi apa saja, rock, metal, punk… Gue suka pergaulan dan saling memberi apa yang kita tahu. Dulu gue sempat jadi instruktur musik di Wisma Relasi (markas band Steven n’ Coconut Treez).
Dari dalam studio, gue perhatiin ada Steven yang sedang melongok lama dari balik kaca. Dia kan dulu main musik hardcore. Rambutnya panjang belum gimbal.
Keesokan harinya, kita ketemu. Dia minta dibikinin rambutnya dreadlock. Gue bikinin tiga biji. Besoknya dia datang lagi, semua rambutnya sudah digimbal tetapi numpuk jadi satu biji gede banget. Gue rapiin, gue gunting terus dijalin satu-satu, akhirnya jadi kayak sekarang ini. Dia itu sudah ada talent reggaenya. Kalau dengar band hardcorenya, dalam albumnya ada satu lagu reggae. Jadi gue nggak pernah ngasih virus, atau mempengaruhi dia supaya bermusik reggae. Ketika mengerjakan album pertama Coconut Treez, The Other Side, gue dengan teman-teman Rastafara ikut membantu. Bahkan, ketika ada yang datang ke gue, namanya Rival, ingin bermain musik reggae, gue perkenalkan pada Steven. Sampai sekarang dia jadi bassis Coconut Treez. Dalam hati, gue senang sekali melihat mereka sekarang berkembang.
BOLEH dibilang Tony Q Rastafara klotokan dalam bermusik reggae. Hingga kini Tony Q telah melahirkan enam album, yaitu Rambut Gimbal (1996), Gue Falling in Love (1997), Damai dengan Cinta (2000), Kronologi (2003), Salam Damai (2005), dan sebuah album yang dirilis 27 April 2007 bertepatan dengan hari ulang tahunnya, Anak Kampung.
Lirik lagu Anak Kampung adalah sepenggal biografi Tony Q ketika merantau di Jakarta. Pria asal Semarang yang terlahir dengan nama Tony Waluyo Sukmoasih pertama kali hidup di Jakarta bekerja pada PT Singapur-Cakung, sebagai buruh bagian quality control, sebuah pabrik kaleng. Merasa tertekan melihat mesin absensi, ia pindah kerja pada sebuah perusahaan yang bergerak di bidang desain periklanan di Sunter. Suatu kali, ia meminta ijin pada sang bos untuk diperkenankan kuliah seni rupa di Institut Kesenian Jakarta. Tapi si bos tak memberi ijin, justru memberinya setumpuk pekerjaan di percetakan. “Saya marah. Sesuai kontrak kerja kan saya sebagai desainer, hanya menggambar, kok diberi tugas di percetakan. Saya keluar!” sergahnya.
Akhirnya, ia berlabuh di Pasar Kaget Blok-M, hidup secara bohemian dengan mengamen. Ia merasa senang, bebas dan nyaman. “Orangtua saya begitu prihatin mendengar cerita orang-orang bahwa saya ngamen… Padahal saya bahagia dengan cara hidup seperti itu. Banyak teman, makan-tidur-ngamen… hari-hari yang bebas. Ngitung duit jam empat pagi di Hoya. Dapat uang beli senar gitar atau beli buku dan alat-alat lukis,” tutur Tony Q. yang pada masa itu banyak belajar dari musisi jalanan, Anto Baret dan lingkar pergaulan seniman Bulungan. Baginya, rasa was-was orangtua adalah wajar, justru mendorongnya untuk lebih berprestasi.
Perjalanan bermusik Tony Q memang terasah lewat mengamen lalu tampil di kafe-kafe di bilangan Blok-M. “Saya bersyukur ada yang memberi kepercayaan untuk tampil. Selain untuk dapur supaya tetap ngebul, sekaligus bisa bergaul dengan segala kalangan. Saya banyak belajar di sana,” tukasnya serius. Kini secara berkala Tony Q tampil di BB’s sebuah bar di bilangan Menteng setiap jumat dan sabtu malam. Di sana kerapkali band-band reggae seperti Steven n’ Coconut Treez, Gangsta Rasta, dan kadang band reggae dari Yogya, Shaggy Dog tampil menyemarakkan suasana.Tony Q kadang menyanyikan lagu-lagu Bob Marley diringi permainan gitar yang ciamik dari seorang bocah. Pada acara Reggae Gathering, peluncuran album Salam Damai, Tony Q melakukan kolaborasi dengan puluhan anak-anak yang memainkan jimbe. Mereka adalah anak-anak yang tinggal di pinggir kali Ciliwung tergabung dalam Sanggar Akar yang dibina oleh Hendrikus pemain perkusi/kendang band Rastafara.
Unsur musik-musik tradisional Indonesia begitu kental dalam lagu-lagu Tony Q Rastafara seperti Paris van Java berlirik bahasa Sunda, Ngayogyakarta berbahasa Jawa, dan Pesta Pantai yang memadukan musik talempong Minang. Perpaduan musik-musik tradisonal Indonesia yang dijelajahi Tony Q Rastafara memikat banyak mahasiswa jurusan musik untuk melakukan penelitian. Obie, mahasiswa jurusan musik Institut Seni Indonesia Jogjakarta telah membuat skripsi dari lagu-lagu Tony Q, dengan nilai A.
Pada April setahun yang lampau, dalam diskusi tentang musik reggae di Universitas Paramadina, seorang mahasiswa bertanya, “Bagaimana musik reggae bisa mengusung ide revolusioner kalau hanya bermain untuk kalangan atas?”
Sebagai pembicara Tony Q memberi penjelasan berdasarkan pengalaman selama hidup di jalanan. Musik reggae, katanya, lahir dari kalangan bawah yang tertindas dan terpinggirkan. Reggae merupakan musik perlawanan terhadap sistem penindasan. Lirik lagu yang dibuatnya adalah cerminan kenyataan hidup di Indonesia. Pat Gulipat menggambarkan bagaimana kawan makan kawan, atau kehidupan politik dan ekonomi kita yang sakit, saling menilap. Kalau lagu reggae yang berasal dari reality itu didengar kalangan atas di bar atau kafe, kata Tony Q, itu adalah bagian dari proses transformasi. Agar kalangan atas menyadari sisi kehidupan yang lain di kalangan bawah dan menengah.
Adalah sebuah kenyataan pula, kalangan atas Jakarta kini ramai mendatangi gig reggae seperti yang digelar di Citos-Cilandak Town Square, Colours, News Cafe dan bar-bar lainnya.
PERJALANAN Tony Q dalam bermusik dimulai bersama kawan-kawannya ketika mendirikan band bernama Roots Rock Reggae pada 1989. Namun sayang, band itu tak sempat berlangsung lama, karena kawan-kawannya merasa tidak yakin kalau reggae bisa dipasarkan di tengah masyarakat, hingga bubar paruh 1990. Tahun 1990 Tony Q memndirikan band kembali dengan nama Exodus, namun bubar pada `1992. Kemudian Rastaman, 1992-1994. Terakhir pada 1994 ia mendirikan band Rastafara, hingga bubar tahun 2000. Kini dia lebih memilih berjalan sendiri bersama para additional players-nya.
Semua nama band yang didirikannya mengambil judul lagu Bob Marley. Seperti umumnya pecinta musik reggae, perjalanan musik Tony Q terinspirasi dari perjalanan panjang Bob Marley baik dalam bermusik, juga keterlibatan sosial-politiknya. Di sampul belakang buku yang ditulis Helmi Y. Haska, Bob Marley: Rasta, Reggae, Revolusi (Kepak Book, 2005), Tony Q memberi komentar,”Selama ini gue memperjuangkan pikiran-pikiran Bob Marley. Marley buat gue adalah guru. Gue salut! Bob Marley memperjuangkan manusia supaya bangkit dari mental budak, mental slavery! Kondisinya mirip-mirip di sini. Gue teruskan perjuangan dia dengan musik reggae di bumi tercinta ini: Indonesia!”.
Berjuang, adalah kata kunci yang sering diucapkan Tony Q. Dan untuk menjadi reggaeman cobalah simak penggalan lagu Reggae berikut ini:
Reggae nggak harus gimbal
Gimbal nggak harus reggae
Reggae nggak harus beganjo
Reggae musik yang pecinta damai
[HELMI Y.HASKA]
Artikel terkait:
COVER STORY - Woi, yooo.. reggae lokal bergerak! - Surat dari seorang Rasta - Wawancara Tony Q Rastafara






19 May 2007 at 01:22
Ini sebuah artikel wawancara yg menarik, terlebih lagi mengenai musik Reggae.
Saya sependapat dgn Tony Q:
Reggae nggak harus gimbal
Gimbal nggak harus reggae
Reggae nggak harus beganjo
Reggae musik yang pecinta damai
Bagi saya musik Reggae adalah musik jiwa tentang kedamaian dalam menjalani segala hal dengan postif dalam kehidupan secara personal maupun masyarakat luas.
Jika ditelaah lagi, syair-syair Bob Marley itu sarat unsur filosofi yang puitis dalam memandang kehidupan.
Hidup adalah perjuangan yang dilandasi cinta kasih.
One Love!
19 May 2007 at 01:41
Yes, thank you Firama.
One Love! One Heart!
Let’s get together and feel all right.
Hear the children cryin’ (One Love!);(One Heart!),
give thanks and praise to the Lord
and I will feel all right;
Tony is a living legend. Sosok seperti Tony sangat langka. Sayang sekali kurang memperoleh perhatian dan bantuan.
6 June 2007 at 05:06
dalam rastafara, terdapat berapa personil segh….??
siapa aja personelnya….???
7 June 2007 at 10:03
jika pny, bagi donk legal iz it by peter tosh ???
Tks
8 June 2007 at 12:51
Aremania:
Coba minta ke alamat ini : http://cocoamusic.blogspot.com/2006/05/peter-tosh-legalize-it-recommended.html
Liat-liat blognya trus hubungi aja lewat email.
Good luck.
8 June 2007 at 04:18
mau kasetnya dong
10 June 2007 at 05:01
Kalo mau beli album2 nya mas Tony dimana ya? kok susah skali nyarinya? Website nya mas tony masih ada ngga? alamatnya..?
11 June 2007 at 10:25
ya..
gw ngedukung reggae indonesia go international..
menurut gw,reggae adalah musik yang gak akan pernah mati..
kita yang suka musik reggae,harus tunjukkin ke semua orang di indonesia kalo musik reggae itu gak bisa dianggap “anak tiri” lagi..
buat mas tony q..
saya mau tanya dimana sih tempat yang jual album-album mas tony q ato para pemusik reggae yg lain di jakarta?
thx y..
reggae for your life..
keep reggae..
11 June 2007 at 03:28
ilham, arie, ricko, abbe :
mampir de ke wapres bulungan, warung apresiasi jl. bulungan, jakarta selatan. di sana bisa didapat info lebih lanjut tentang rastafara
salam bataviase
12 June 2007 at 02:46
gw dukung mas tony supaya cepet go international…
hidup reggae….
free like we want to be….
13 June 2007 at 09:33
kapan album mas tonyQ meluncur&belinya dimana.thx broo
16 June 2007 at 07:15
Iy oM…….
oM hbT pKknya Reggae indonesia hrs go internasional
HdP oM ToNy……….
SaLaM DaMaI
18 June 2007 at 01:21
sukses to cita2 bang tony mbwa reagge indonesia go internasional …gua dukung bang..??amin..amin
bang tony bia minta alamat email ya nda ?? thanks U
banyak yg nau ditayain bang..
30 June 2007 at 02:29
salam damai .
salut wat uncle tony. moga musik reggae makin di terima di indonesia. kapan neh manggung di banjarmasin ?
30 June 2007 at 03:15
salam damai.
salut wat uncle tony moga musik reggae makin di terima di indonesia. kapan manggung di banjarmasin?
1 July 2007 at 12:32
best article about Tony Q i ever read.
keep on walking.
cheers/peace/dreadLock
3 July 2007 at 04:46
Halo Bro!
Om Tony Q sampe sekarang masih terus manggung. Tgl. 3 Juli di kampus UKI bareng band reggae yag laen seperti Souljah, Teh Manis, Pasukan Limajari,dll. Sebelumnya maen di kampus Mercubuana, Meruya. Pokoknya Om Tony Q lg senang main dari kampus ke kampus. Albumnya, Anak Kampung bakal dirilis dalam waktu dekat, didistribusikan oleh 267 Production (markasnya Steven N Coconut Treez) ke seluruh toko kaset/CD, atau yang ingin mendapatkan album2 lama/marchandisenya, bisa langsung ke Wapres (Warung Apresiasi), Gelanggang Remaja Bulungan, Blok M, Jakarta Selatan. Sore2 biasanya Om Tony minum kopi pahit sambil bercengkrama dengan teman-temannya — Jadi ingat lagu dia: Om Fungky!
Salam Damai
4 July 2007 at 06:00
gw bangga jika reggae indonesia bisa go international
ayo om…….
19 July 2007 at 07:28
ayooo wake up,,,,reggae indonesia
22 July 2007 at 09:07
aku mau kritik. jangan sembarang meng-claim kata REGGAE INDONESIA! karena reggae hanya milik Jamaica. Dia lahir dari konteks sejarah pergerakan dan budaya setempat dan autentisitas identitas setempat.
kalo mau sebut kata “REGGAE INDONESIA”, sudahkah anda masukkan struktur musik LOKAL INDONESIA kedalam musik reggae? adakah unsur pentatonik, interlocking rhythm ala perkusi kita didalam struktur komposisi musik anda?
kalo IDENTITAS LOKAL INDONESIA ada didalamnya, aku baru mau ikutan berteriak, “ayo REGGAE INDONESIA! WAKE UP!!!”
kepareng….
23 July 2007 at 06:27
pisangkejhu, terimakasih kritiknya
sudah dengar lagu-lagunya toni?
atau mungkin terlewat ungkapan toni di atas: “Reggae Indonesia kan ada kendang jaipongnya, talempong minang, suling sunda.. ya kayak gitu! Gue ajukan ke panitia bahwa gue baru mau tampil dengan syarat bisa membawa band gue.”
teriak yuk…
ilustrasi maros bisa juga tuh disebut ilustrasi indonesia…
23 July 2007 at 05:26
JAH BLESS………. to all of U…….
2 August 2007 at 11:29
terus maju buat OM ToNY, sebar cinta dan perdamaian ke seluruh Indonesia, Gw Tau Lo Bs, Thanks for Songs
6 August 2007 at 10:29
hiduP alm Bob maRley…
mski tlh tiada tP aq mRasakan dy ada tuk kita…
i love u..
13 August 2007 at 08:31
saLam One Love tUk kiTa sMua y9 cInta mUsiC Reg9aE,seTeLAh n9eBaca kiSah pErjaLanan mAs Thony daRi pErTama mEranTau tEranyAta CediH j9 yAch,tApi 9w sAluT mA mAs Thony bErkat kEgi9iHanNya kiNi Ia biSa mEmetik hAsil daRi pErjuangAnnya sElama iNi.
Jaya tErus mUsic Reg9Ae dAlam nEgerI,cAhYoO……!
26 August 2007 at 02:18
assalamualaikum wr wb
emang yg nama nya raggae di indonesia udah seharus nya go to internasional gw pengen mas tonyQ semua albumnya go to internasional dan semua musisi band raggae dan gw pengen jangan mikirin iternasional ajah di indonesia juga dong bikin acara manggung untuk semua band raggae agar raggae indonesia semakin sukses
semakin sukses raggae indonesia
asalamualaikum wr wb
29 August 2007 at 07:23
toni agama mu apa????
30 August 2007 at 02:51
Mari bersama - sama membangun indonesia dengan semangat Reggae…
sukses selalu buat Om TonyQ….
Damai Rasta dalam Jiwa…
1 September 2007 at 01:03
wooyoo
qu anak reggae baru!!!
qu seneng musik reggae coz musiknya nyantai and asik didengerrrr….
gimana sih reggae sejatiiiiiiiii
1 September 2007 at 01:05
kapan datang kejogjaaaaa
qu pengen bergoyang dan berdendang dengan alunan musikmuuuuuuuuuuuuuuuuu
thank’s my braddaaaa
2 September 2007 at 10:57
saya sependapat dgn mas tony,tp di sekitar rmh sy msh ada anak reggae yg minum2 keras dll.bagaimana ya mas cara ngatasin biar reggae indonesia tidak kaya preman?
2 September 2007 at 11:00
woiyo…………….. kami dari komunitas reggae di cilacap jawa tengah, kami sangat senang bahwa reggae sekarang bukan lagi musik yg dikaitkan dgn narkoba.mas tony kapan2 manggung di cilacap .
3 September 2007 at 02:38
ini seorang inspirasi saya dlm musik reggae selain bob marley,karena buat pandangan saya di antara teman yg saya kenal kalo reggae itu sangat sulit utk mengerti pengajaran musik reggae dlm kehidupan sehari2 .
reggae bukan isi nya para pemabuk
reggae bukan sekedar hura-hura
reggae bukan hanya berambut gimbal
pendapat mas tony itu benar2 reggae man sejati ..
bagaimana bergerak dgn hati nurani yg tulus dan penuh cinta .
sallutees !!..
3 September 2007 at 11:32
Hai Om TOny .. gw nge fans bgt sm music reggae .. tiap hr wkt gw habiskan dengerin music reggae .. itu semua gw dapatkan dari seorang teman rastaman sejati keponakan jung Alit dari bali . Gw mo tanya ne .. tmpt nongkrong ank” reggae di jkt d mana se ? soalnya gw baru pindahan dari sby skrg tinggal di jkt . Gw pengen bgt isa ngumpul” bareng ank” reggae di Jkt. Thanks .. tlng bls !
Jah bless rastafara
9 September 2007 at 05:45
wake up sten up indonesia reggae go to internatinal
jah bless u
ras tony q
MERDEKAAAAA
ITULAH INTI DARI CITA CITA HIDUP
SALUT BUAT MAS RASTA TONY Q
13 September 2007 at 05:38
oi…..yo…..salam kami dari kaum reggae kendal-jawa tengah, kapan sih ada festival musik reggae di semarang soalnya jarang banget kelihatannya yang sudah aku impikan dari dulu, boleh gak aku minta alamat mas tonyQ boleh gakbiarsewaktu-waktu main ke bas camp gt,merdekaaa….indonesiaku bangkit kaum rastafara&rastafarian salam one love utk semua seluruh muka bumi indonesia oi…..yo…..
13 September 2007 at 06:43
sallam bang Toni Q
(Don’t Worry U yeah)
sy juga salah satu penggemar Music ReGGae
saya mo nanya kenapa bang Toni suka dengan musik ReGGae ini ok Thank’s
Satu lagu ini bang Tau nama Penyanyinya ngga
judul Lagunya (RastamanSunSet Short )
lagunya enak banget diawali dngan derai ombak di pantai campur pukulan gendang dsstt cool bangat
15 September 2007 at 03:35
jah bless for mas Tony ……… memang reggae ngga harus tuh gimbal and nge chunks ( ngegaja), reggae tuh explorisasi dari jiwa, hati, perasaan yg terbentuk dari kesengsaraan dan tekanan untuk bangkit membawa bendera sendiri tanpa harus memusnahkan bendera yang sudah ada, damai dihati dan jiwa sudah menggambarkan betapa reggae bukan dibilang lagi sebuah aliran musik,tapi lebih ke humans life ./ pilihan hidup seseorang
pokoke maju terus to mas Tony and indonesia rastafarian don’t give up
(let get’s together to be alright)
18 September 2007 at 05:21
om tony Q wa mo nanya nie!
bener ga sih anak2 reggae selalu make narkoba,setiap manggung?
dari umur brapa sih om tony ngelakonin/demen music reggae?
18 September 2007 at 09:19
Salam damai buat smua,bwt mas tony jangan berhenti bermain music reggae,soalnya bikin w jadi smanat banget buat ngejalanin hidup,regae bikin damai,gak ada kributan dan yg plng penting bikin happy kalo joget.salam kenal bwt seluruh rastaman indonesia, Sanny
22 September 2007 at 10:12
aku setuju tentang reggae go international.kapan mau konser ke kalbar mas atau sekedar manggung aja.
salam rastaman
22 September 2007 at 10:18
mas gimana kalo diadakan community reggae yang intinya pembebasan rasta,coz sekarang rasta hanya bisa gelap2an,takut-menakuti,malah ada kejar2an.
salam fans rastaman,dari anak kalbar, singkawang..
23 September 2007 at 09:23
[...] bijaknya untuk evaluasi diri. Atau mungkin berguru dengan musisi Indonesia; seperti Mas Tony yang dapat apresiai dari dunia internasional atau mungkin Superman is Dead yang fans-nya banyak dari Australia. Dan yang tidak kalah penting [...]
25 September 2007 at 02:19
semoga kita selalu di bebaskan dari segala belenggu dan di merdekakan jiwa kita
keep on movin
keep on reggae
stop u cry and sad,,,feel reggae music……
25 September 2007 at 02:40
nuwun..mas,mdah2an qta truz jadi bolasalju yg trus mggelinding,keep on move&don’t 4get hot mendoan..man!!kpm pQaRto lg?thank’z jack’d nya.manisa ra’isa ilanG,SUWuun
27 September 2007 at 10:36
reggae………….
T O P
TONY Q n RASTAFARA
27 September 2007 at 11:23
mas TONY
asli gw seneng banget sama lagu reggae2x nya mas yang punya nilai tradisional tinggi.
tapi mas saya susah banget dapetin CD mas tony_Q & rastafaranya. gw udeh kedistro2x tapi slalu kehabisan.
mas tolong copy lebih banyak lagi dong album2xnya mungkin dari album 1 - 6nya
karena gw terus terang aja gw dapetin lagu2x mas tony boleh copy lagi. karena saking cintanya gw jadi seorang pembajak!
mas TONY_Q
dimanakah saya bisa mendapatkan album mas ( KOMPLIT )
27 September 2007 at 01:25
gue seorang wartawan pecinta reggae yang pernah mewawancarai mas tony… salut buat prestasi yang terus diguratnya, gue juga berdoa serta berharap jika keinginan mas Tony ingin mengangkat reggae Indonesia ke Dunia dapat terwujud dalam waktu singkaT. iNDONESIA BISA KALAH karena ekonominya atau karena apalah karena pemimpin kita yang korup kafir serta tidak mementingkan kepentingan rakyatnya, tapi Indonesia cukup disegani untuk masalaha musikj di Luar sana..!! Bravo mas Toni, Good bles u… bagi yang tidak tahu apa rastafara dan siapa it tony Q..gwe saranin untuk ninggalin Jakarta, karena lu ngak pantres tinggal disini!!!alias NDueeessso
1 October 2007 at 03:28
semarakan bulan puasa ini dg berbagi kebahagiandan kebersamaan bersama saudara kita yang masih membutuhkan dalam acara saur on the road yang akan kami adakan pada minggu pagi pukul 24.30 tanggal 7 okt 2007 di pelataran masjid univ.mercu buana jakarta
thanks
uprising comunity
2 October 2007 at 04:45
sudah lama bang tony tak tggu dijogja!!!!!!!!kok gak ada muncul ya mumet aku
5 October 2007 at 10:28
ASSALAMU’ALLAIKUM BANG TONY Q KAMI DARI REGGAE PRIOK JAKARTA UTARA NHI,KAPAN BANG TONY BISA MANGGUNG KE TEMPAT KAMI. BANG NYIPTAIN LAGU TENTANG PENINDASAN KEMISKINAN DONG,, BANG TONY KAPAN MAU MANGGUNG AMA IWAN FALS,,? POKOE LAGU REGGAE TOP ABIEZ KALO BANG TONY YANG NYANYIIN TERIMAKASIH…………………………. SALAM DAMAI ORANG INDONESIA…
6 October 2007 at 03:07
Oi! Re69ae..bukan hanya Bob Marley!!!
In Skinhead Re69ae we trust!
10 October 2007 at 12:37
slm knal bang tony dri q gio rastafaria MALANG …
kpn mnggung d mlng????
mnta foto2 trbaru dunkz!!! krim k email ku ya bang…
10 October 2007 at 03:37
hello mas tony
saya mau minta judul2 lagu mas semua donk…
dmana sih bisa dapat cd atau mp3 mas tony complete????
cd atau mp3 mas susah banget dapatinnya..
mas tony aku mau completin album mas nih…
bls ke email saya mas..
thank’s
salam damai utk pencinta Reggae
N’ warga indonesia semuaaaa…
10 October 2007 at 03:54
hallo mas tony…… s;lam knal dri sya reggeaerror…..
saya cuma mw blang…..
TRUZZ BERKARYA DI MSIK REGGEA DAN TRUZZ BRUSAHA HNGGA INTERNASIONAL……..
“BANYAK JALAN MENUJU SURGA”
18 October 2007 at 03:23
alo bang ton……..
JAH MAN
Salam damai………
bang aku ni seorang penikmat reggae sejati(soalnya kaga bisa main musik,banter2 jimbe…..hehehhe)bang aku ni fans berat bang ton ama bob marley,karena mirirp2 banget kisahnya om tony ama kang bob,bang sekali2 dong konser di papua,klo di papua musik reggae menjadi musik minoritas,kapan ni manggung di malang?gw juga dukung dalam doa semoga REGGAE INDONESIA lebih cepat go internasional
18 October 2007 at 04:26
oh my god … dread me…..dreadlock is great man….kirim kabar tentang gimbal dan regge ke email gw donk …tahank
18 October 2007 at 04:27
tama_ck@yahoo.com
18 October 2007 at 06:03
salam damai!!!!
jah rastafar’i, biar gw cuma bisa ngedengerin n merhatiin about reggae indonesia tapi reggae gw dukung ampe darah dinadi gw kering!!!
jah rastafar’i
23 October 2007 at 10:20
Salam damai mas…..
Aq maw nanya mas,
Ap bdanya anak Reggae sma anak Rasta…..?
JAH itu apa…..?
Kpn nie konser dBALIKPAPAN?……
29 October 2007 at 11:26
Piye kabare Mas Tony…?
Aku mo nyari kaset anak kampung dimana ya ?
Peace with love…
1 November 2007 at 08:15
hidup REGGAE……
hidup RASTA…..
Reggae nggak harus gimbal
Gimbal nggak harus reggae
Reggae nggak harus beganjo
Reggae musik yang pecinta damai
TONY Q is the best lahhh….!!!!!
kapan manggung d JOGJA-MAIKA nch………
1 November 2007 at 06:59
Aku adalah anak kemaren sore yg tau akan reggae…!!!
G Munafik aku suka semua macam aliran musik…
namun aku menemukan musik yg sangat membuatku tenang dikala aku gundah….
didalam keterpurukan aku mendengarkan lagu2 reggae,dan aku kembali bersemangat..
aku telah menemukan SOULMATEku..yaitu REGGAE….
Aku ngefans abis ama MAS TONY Q….
Sesosok manusia yg bertampang nyante,Pembawa kedamaian dan PEACEMAN alwezzzz!!!!
trima aku sbg PENDUKUNGMU….
bantu aku tuk mengenal reggae lbh jauh….
JAHBLEZZ For ALL….
PEACEMAN
1 November 2007 at 07:03
MAS ni HARRIS lagi…
ADA G si CD ALBUM2 mas TONY
AKU CARI DMN MAS
trus ad g si buku2 tentang reggae
bantu donk mas….
aku dsurabaya…dmn kira2 aku dapetin smua itu…
mkch y maz….
8 November 2007 at 10:24
yooo….mann,,,halo mas tony,salam kenal aja dr saya.
met manggung aja buat mas di lebak bulus & bulungan.
salam merdeka buat para reggaeman se INDONESIA..
PISS MAN.
tanya buat HUNTER d PRIOK,boleh ga’tau tempat nongkrong
reggaeman PRIOK?THNX.
8 November 2007 at 02:33
aq suka rege cz someone
8 November 2007 at 02:45
berbenyanyi dengan suara mu yang terus lantang. agar tanaman w tumbuh dengan subur. tanpa mas tony-q bernyanyi reggae, tanaman w ga akan bia tumbuh dengan subur. wukakakakkakakakakakak
sebntar deh…………
uhug…uhug…uhug…uhug…..
MAU ?
9 November 2007 at 09:14
yeah!!!rastafara..sosok seorang tony q yang sabar.
moga2 aja embassy amerika berubah pikiran dengan mendengar musik rastafara.ya paling ga kedutaannya minta tony q ngimbal rambutnya.kekekeke…ya ga?
maju terus
11 November 2007 at 01:13
gw slut bgt ma om tony Q sampai2 gw jadi ke msik reggae pndah aliran ja gw jad sring liat pensi om tapi knapa ya om mnggunya d kmpus ja o..ya om kpn mnggung di sntiong velbak om knapa yabrni tmpil dluan ke tv si steven pa om mo indie ya mang si steven lbih trknal tu gm om ……salam damai ….satu lag om pnsi d lbak blus acrnya jd ga so lg hjan ….klua bsa si bls d mail………..tanks gyang jamaika
11 November 2007 at 12:27
SALAM DAMAI buat OM FANKE-OM FANKE se INDONESIA…
Buat mas TONY,kpn nih manggung bawain 1 album biar puas.abis selama ini kl manggung laguny cuman dikit.sukses&sehat selalu.
13 November 2007 at 02:15
Way to go Tony..! Inilah raggae Nusantara yang perlu diketengahkan ke peringkat internasional. Meskipun aku dari Penang, Malaysia tetapi aku turut berasa bangga diatas kejayaan music reggae berbahasa Nusantara…
Hope you’ll come and perform in Penang someday…Tony..!!
Salam Damai - MoFar. Penang, Malaysia.
13 November 2007 at 02:40
Bwt rastaman-rastawati se-Indonesia…………………….
Gw pngn tw dmn sich tmpt nongkrong lw2 smua????????????//
gw ksh tw dnx…………..
hub gw di 085227084423 /// innocent_rastaholic@yahoo.co.id
16 November 2007 at 01:54
dari tahun pertama..ketka reggae booming di Indonesia Raya yg aku banggakan ini…koq…kayakya festfal reggae bertaraf inernasional gak pernah ada di negara kie ini ya????
ini yg kadang bikin strees juga…padahal pemasukan pajak tontonan dan laen2nya buat pemerintah juga ada tapi….
gitulah….. kira2 gimana yah?
mas… kira2 ada gak ide….kegiatan yg merupakan jembatan perantara buat konser reggae….
salam damai….
makluk ciptaan Tuhan yg paling prihatin dengan icon reggae….
16 November 2007 at 01:59
sSssalut lah bwat bang Tony Q !!!!!
bkal gw dkung truz tuh impian2 abang….
bang,boleh minta email’y abang???
bang,tolong kapan2 manggung di cilacap yawh???!!!
ma band2 reggae yang lain’y…
tunjukin musik reggae ama smua orang disini…
cz,gw yg pindahan dari bdg aja bilang ama temen2 disiini kalo gw suka reggae, masih suka dicemooh.!
gw pgn abang manggung di sini cz,gw pgn ktmu,dngrin lagu2′y, dan kalo bisa ngajak ama orang2 di sini bwat masuk indoreggae!,di sini tuh masih jarang penikmat’y!
Tony Q ????
Your are my Heroes!!!!
“anytime, anywhere,We will fight for reggae!”
Good Luck Bang Tony Q!!!
19 November 2007 at 01:20
”Mentari pagi bersinar lagi
burungpun sambut hari berganti
Bob marley masih bernyanyi
don worry uuh yea”
wah tuh lagu pertama gw yang gw denger dari om tony…
dari temen gw icong…
saluuuut buat om tony Q …
Kapan2 undang dong buat ngejam sasion he….he….
bisa ga sih….
19 November 2007 at 04:29
Sabtu (17/11/2007) kemarin Mas Tony N Andra and The Backbone manggung di Lap. Mahakam Depok kebetulan EO nya punya temen gw n gw beruntung banget bisa foto bareng dia..Sumpah Mas Tony orangnya baik banget ga Sombong…Mudah2an Mas Toni masih inget gw…Aksi Panggung Mas Tony ga kalah keren dari Andra and the Backbone…Sukses terus buat Mas Tony Q
21 November 2007 at 11:53
wuiiiiiihhh…..ooo yaaahh…hu ya….
siiiiiip salut buat om toniQ, salam damai selalu tambah sukses man… tambah nggimbal tu reagge indonesia ok!
oh iya gw pengen tanya ad ga merchandisenya cara dapetin nya gimana, T shirt ke apa ke sing penting nggimbal
Thank’s man
22 November 2007 at 12:59
yo..ma… salam damai s’lalu
sumpah cerita yang begitu hebat dari perjalanan seorang “anak kampung” yang begitu tegar n’ sabar menghadapi persoalan kehidupan. gue pribadi salut abis ama mas. Tony Q. dia ber sahaja, rendah hati, n’ tidak sombong. sampai ketemu di BB’s ya mas. Tony
yo..ma….
24 November 2007 at 12:09
Reggae Peace……,,, Maju terus bang tony
bila perlu buatin makin banyak album lagi….
rasanya nyeri dengerin lagu pop indo yang dari dulu
gitu2 aja,,,
sukses for go internasionalnya bang….
25 November 2007 at 08:32
SETUJU BANGET!!!!!
Reggae nggak harus gimbal
Gimbal nggak harus reggae
Reggae nggak harus beganjo
Reggae musik yang pecinta damai
Bagi saya musik Reggae adalah musik jiwa tentang kedamaian, Kebebasan dalam menjalani kehidupan tanpa melihat kehidupan orang lain,
MUSIK PERDAMAIN
MUSIK TANPA KEPURA-PURAAN
JUJUR DAN APA ADANYA!!!!
maju terus music reggae INDONESIA
sukses selalu buat Om TonyQ….
Damai Rasta dalam Jiwa
26 November 2007 at 12:23
woioo…
salam damai Bang..
kami warga Gold Monkey Surabaya mengucapkan Sukses selalu buat Kang Tony’Q..!!
kami berharap bisa berKolaborasi dengan Anda…
Jah..Bless…..
1 December 2007 at 11:54
wH0y0w……
saLam daMai wAt ban9 t0ny,,,
gw sKa 9ayA Lu….
lopH u wAt cMua…
_pEacE wIth LovE_
JAhbLezz U ^_~
3 December 2007 at 04:39
Bang tony, mau tanya nih biasa nyanyi dimana sih ???? pengen nonton live nih,…he..he.. & kalau dijakarta dimana ya kafe yg khusus reggae…..thanks bang sebelumnya
3 December 2007 at 08:33
mas W MAU ‘ ‘ ‘ ‘ ‘ ‘ TNYA:
SHARI BRAPA X GARUK 2 KPALA HE ‘ ‘ ‘ ‘ ‘ ‘
MAS konser d’pensi 44 bgus loh,,,, kpan d,bkasi ‘ ‘ ‘ ‘
JALAN jALAN K,JAMAICA
lihat mas tony QQQQ GARUK KEPALA
JANGAN LUPA
KIRIM ,,ANJA
UNIVERSAL
BY: MIZU
6 December 2007 at 01:48
hidup RASTA people
“jalani semua.. dengan apa adanya…….”
anak-anak rasta n gimbal
“keep peace n love”
“one love….one heart”
wat anak-anak UNAS khususnya FISIP
keep rasta, hijau selalu
9 December 2007 at 02:17
Hallo mas Tony pa kabar kapan kapan bikin festival skala gde yuk di jogja piye ?
I.R.C ( Indonesian Reggae Comunnity)
12 December 2007 at 08:10
mskipun q ska msk rock q jg ska gget ma msik reggae,.,.,.,.,. & bang tony bsa g’ kolaborasi ma musisi rock indonesia?!?!?!?!?!?!?
salam damai selalu bwt anak negeri,.,.,.,.,.,
“keep reggae 4ever and Reggae never die”.,..,.,.,.,
and bwt bang tony kapan maen ke srbya?!?!??!??!?!
12 December 2007 at 08:19
buat bang tony salam damai selalu.,.,.,.,.,.,.
n buat penggemar reggae klao pnya FS join dong ma q,.,.,.
paku_baja@rock.and.roll.,.,.,.,. thank’s man
“ijo terus,.,.,.,.terus ijo,.,.,.”
13 December 2007 at 01:07
sukses selalu… mas tony q!!
Stop anTi pEmbajakan musik reggae indonesia
14 December 2007 at 10:26
Buat mas Tony………!!!!!!!
kapan neh,konser dijogyakarta?????
MAMPIR DONK BANG.AKU TUNGGU
oia anak kampoeng keren abis
mas tony sebarkan trus musik regaae ini..
reggae ga hrs gimbal……
gimbal ga harus reggae……