Tips Mengemudi Saat Banjir
14 January 2007 — bataviase
Siapa pun tak ingin berada dalam situasi seperti gambar tahun 2002 di atas. Lalu bagaimana bisa terjadi.? Ada banyak alasan. Salah satunya, kurangnya informasi. Informasi pun banyak macamnya. Salah satunya, bagaimana sebaiknya mengemudi saat banjir. Kiat-kiatnya pun banyak. Salah satunya ini dia, ketika Anda mau tak mau harus menempu banjir:
Perhatikan tinggi air, ia faktor utama dalam menentukan tehnik mengendali kendaraan. Juga pusatkan konsentrasi dan kehati-hatian untuk menguasai laju kendaraan tanpa mengganggu pengguna jalan lainnya. Mereka semua sedang mengalami masalah yang sama.
Jika tinggi air mencapai seperempat ketinggian roda, mengemudilah dengan posisi gigi tiga, kopling dilepas. Usahakan kecepatan stabil dan tidak menginjak rem dengan mendadak.
Jika tinggi air mencapai separuh ketinggian roda, kemudikan dalam posisi gigi dua, kopling diinjak seperempat kedalaman. Kecepatan stabil. Bukan berarti dengan kecepatan tinggi namun yang sesuai dengan situasi sekitar.
Jika ketinggian air melebihi separuh tinggi roda, konsentrasi perlu dimaksimalkan. Gigi di posisi satu. Injak kopling hingga setengah kedalaman. Dan nikmatilah tantangan ini seakan Anda dalam suatu petualangan yang mengasyikkan. Stress hanya akan memperburuk situasi dan membuat khawatir orang-orang sekendaraan yang berada dalam lindungan Anda.
Jika tinggi air sudah sama, alias roda terendam seluruhnya, tidak diperlukan lagi tehnik mengemudi, tapi tehnik meminta pertolongan…
Harap diingat. Kiat-kiat ini berlaku jika kendaraan dalam kondisi sehat. Karenanya, jika musim hujan tiba, periksalah kesehatan ban, wiper, knalpot, mesin, terutama komponen yang peka terhadap air seperti aki, busi dan alternator.
Sebelum memutuskan untuk mengarungi banjir, pastikan kemampuan kendaraan Anda. Resepnya dengan melihat sekeliling, adakah kendaraan sejenis yang berhasil lolos. Tapi resep ini belum tentu manjur, siapa tahu kendaraan itu dimodifikasi dan dilengkapi perangkat anti banjir. g
Artikel terkait:
Pemprov DKI Siap Siaga
Banjir Jakarta Punya Siklus Lima Tahunan?
Jakarta banjir: Alam dan manusianya
Pengendalian banjir Jakarta, dulu dan kini
Tips Mengemudi Saat Banjir
Sistem Kendali Banjir Batavia
Belanda dan pengalamannya yang seribu tahun
Bendungan Baja Inggris
Banjir 2002, Jerman Rugi 175 triliun.




















3 February 2008 at 05:57
OK Banget Tipsnya … tapi sayang di Mataram belum pernah banjir, saya pindah ke Mataram karena salah satu alasannya adalah untuk menghindari banjir di ibukota. He he … masih ada yang mau tinggal di Jakarta?
> salut. angkat topi buat pak azzam.
> semoga mataram dikembangkan dengan lebih memperhatikan keberlanjutan lingkungan bagi anak cucu.
3 February 2008 at 06:26
ternyata udah lewat lama peristiwa banjir tempo terakhir itu ya. gak berasa lo. soalnya dimana2 bencana kedengaran terus sih jadi rasanya baru kemaren banjir itu. karena itu juga rasanya manusia susah merasa tua. soalnya semuaaaaaa berasanya baru kemaren. baru kemaren, tau-tau crack, hancur semuanya deh!
> iya bu. maaf nih, cuma bisa ikut prihatin.
> mudah-mudahan tim pengelola yang baru lebih punya visi dan kepedulian.
5 February 2008 at 03:57
wah.. berguna sekali… mami copy+paste di nyonyakost ya..
> monggo, mami. senang rasanya bisa berguna bagi sesama.