Pers Indonesia dari Zaman Hindia Belanda Sampai Masa Revolusi

logo-pr.jpg


Pers Indonesia dari Zaman Hindia Belanda Sampai Masa Revolusi
”Medan Prijaji” Koran Politik Pribumi
Oleh HARYADI SUADI

Orang tidak dapat membajangkan lagi sekarang, bagaimana sekiranja hidup kita ini, bilamana tidak ada surat kabar. (Parada Harahap “Kedudukan Pers Di Masjarakat” 1951)

BERBICARA perihal dunia pers di Indonesia, tentunya tidak bisa dipisahkan dari hadirnya bangsa Barat di tanah air kita. Memang tidak bisa dimungkiri, bahwa orang Eropa lah, khususnya bangsa Belanda, yang telah “berjasa” memelopori hadirnya dunia pers serta persuratkabaran di Indonesia. Masalahnya sebelum kehadiran mereka, tidak diberitakan adanya media masa yang dibuat oleh bangsa pribumi.

Tentang awal mula dimulainya dunia persuratkabaran di tanah air kita ini, Dr. De Haan dalam bukunya, “Oud Batavia” (G. Kolf Batavia 1923), mengungkap secara sekilas bahwa sejak abad 17 di Batavia sudah terbit sejumlah berkala dan surat kabar. Dikatakannya, bahwa pada tahun 1676 di Batavia telah terbit sebuah berkala bernama Kort Bericht Eropa (berita singkat dari Eropa). Berkala yang memuat berbagai berita dari Polandia, Prancis, Jerman, Belanda, Spanyol, Inggris, dan Denmark ini, dicetak di Batavia oleh Abraham Van den Eede tahun 1676. Setelah itu terbit pula Bataviase Nouvelles pada bulan Oktober 1744, Vendu Nieuws pada tanggal 23 Mei 1780, sedangkan Bataviasche Koloniale Courant tercatat sebagai surat kabar pertama yang terbit di Batavia tahun 1810.

Sejak abad 17 dunia pers di Eropa memang sudah mulai dirintis. Sekalipun masih sangat sederhana, baik penampilan maupun mutu pemberitaannya, surat kabar dan majalah sudah merupakan suatu kebutuhan bagi masyarakat di masa itu. Bahkan, para pengusaha di masa itu telah meramalkan bahwa dunia pers di masa mendatang merupakan lahan bisnis yang menjanjikan. Oleh karena itu, tidak heran apabila para pengusaha persuratkabaran serta para kuli tinta asal Belanda sejak masa awal pemerintahan VOC, sudah berani membuka usaha dalam bidang penerbitan berkala dan surat kabar di Batavia.

Kendati demikian, tujuan mereka bukan cuma sekadar untuk memperoleh keuntungan uang. Namun, mereka telah menyadari bahwa media masa di samping sebagai alat penyampai berita kepada para pembacanya dan menambah pengetahuan, juga punya peran penting dalam menyuarakan isi hati pemerintah, kelompok tertentu, dan rakyat pada umumnya. Apalagi, orang Belanda yang selalu mengutamakan betapa pentingnya arti dokumentasi, segala hal ihwal dan kabar berita yang terjadi di negeri leluhurnya maupun di negeri jajahannya, selalu disimpan untuk berbagai keperluan.

Dengan kata lain media masa di masa itu telah dipandang sebagai alat pencatat atau pendokumentasian segala peristiwa yang terjadi di negeri kita yang amat perlu diketahui oleh pemerintah pusat di Nederland maupun di Nederlandsch Indie serta orang-orang Belanda pada umumnya. Dan apabila kita membuka kembali arsip majalah dan persuratkabaran yang terbit di Indonesia antara awal abad 20 sampai masuknya Tentara Jepang, bisa kita diketahui bahwa betapa cermatnya orang Belanda dalam pendokumentasian ini.

Dalam majalah Indie, Nedelandch Indie Oud en Nieuw, Kromo Blanda, Djawa, berbagai Verslagen (Laporan) dan masih banyak lagi, telah memuat aneka berita dari mulai politik, ekonomi, sosial, sejarah, kebudayaan, seni tradisional (musik, seni rupa, sastra, bangunan, percandian, dan lain-lain) serta seribu satu macam peristiwa penting lainnya yang terjadi di negeri kita.

Tirtoadisuryo pelopor bebas buka suara

Sampai akhir abad ke-19, koran atau berkala yang terbit di Batavia hanya memakai bahasa Belanda. Dan para pembacanya tentu saja masyarakat yang mengerti bahasa tersebut. Karena surat kabar di masa itu diatur oleh pihak Binnenland Bestuur (penguasa dalam negeri), kabar beritanya boleh dikata kurang seru dan “kering”. Yang diberitakan cuma hal-hal yang biasa dan ringan, dari aktivitas pemerintah yang monoton, kehidupan para raja, dan sultan di Jawa, sampai berita ekonomi dan kriminal.

Namun memasuki abad 20, tepatnya di tahun 1903, koran mulai menghangat. Masalahnya soal politik dan perbedaan paham antara pemerintah dan masyarakat mulai diberitakan. Parada Harahap, tokoh pers terkemuka, dalam bukunya “Kedudukan Pers Dalam Masjarakat” (1951) menulis, bahwa zaman menghangatnya koran ini, akibat dari adanya dicentralisatie wetgeving (aturan yang dipusatkan). Akibatnya beberapa kota besar di kawasan Hindia Belanda menjadi kota yang berpemerintahan otonom sehingga ada para petinggi pemerintah, yang dijamin oleh hak onschenbaarheid (tidak bisa dituntut), berani mengkritik dan mengoreksi kebijakan atasannya.

Kritik semacam itu biasanya dilontarkan pada sidang-sidang umum yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat atau daerah. Kritik dan koreksi ini kemudian dimuat di berbagai surat kabar dalam ruangan Verslaag (Laporan) agar diketahui masyarakat. Berita-berita Verslaag ini tentu saja menjadi “santapan empuk” bagi para wartawan. Berita itu kemudian telah mereka bumbui dan didramatisasi sedemikian rupa sehingga jadilah suatu berita sensasi yang menggegerkan. Namun, cara membumbui berita Verslaag semacam ini, lama-kelamaan menjadi hal biasa. Bahkan, cara-cara demikian akhirnya disukai oleh para pengelolanya karena bisa mendatangkan keuntungan dan berita sensasi memang disukai pembacanya.

Para petinggi pemerintah yang kena kritik juga tidak merasa jatuh martabatnya. Bahkan, ada yang mengubah sikapnya dan membuat kebijaksanaan baru yang menguntungkan penduduk. Keberanian menyatakan saran dan kritik ini akhirnya menular ke masyarakat. Tidak sedikit koran yang menyajikan ruangan surat pembaca yang menampung “curhat” tentang berbagai hal dari para pembacanya. Bahkan, setelah dibentuknya Volksraad (DPR buatan Belanda) pada tahun 1916, kritik yang menyerempet soal politik mulai marak.

Dunia pers semakin menghangat ketika terbitnya “Medan Prijaji” pada tahun 1903, sebuah surat kabar pertama yang dikelola kaum pribumi. Munculnya surat kabar ini bisa dikatakan merupakan masa permulaan bangsa kita terjun dalam dunia pers yang berbau politik. Pemerintah Belanda menyebutnya Inheemsche Pers (Pers Bumiputra). Pemimpin redaksinya yakni R. M. Tirtoadisuryo yang dijuluki Nestor Jurnalistik ini menyadari bahwa surat kabar adalah alat penting untuk menyuarakan aspirasi masyarakat. Dia boleh dikata merupakan bangsa kita yang memelopori kebebasan

Pers kaum pribumi

Sikapnya ini telah memengaruhi surat kabar bangsa pribumi yang terbit sesudah itu. Hal ini terbukti dari keberanian dia menulis kalimat yang tertera di bawah judul koran tersebut, Orgaan bagi bangsa jang terperintah di Hindia Olanda tempat membuka suaranja. Kata terperintah di atas konon telah membuka mata masyarakat, bahwa bangsa pribumi adalah bangsa yang dijajah. Boleh jadi Tuan Tirto terinspirasi oleh kebebasan berbicara para pembesar pemerintah tersebut di atas. Rupanya dia berpendapat, bahwa yang bebas buka suara bukan beliau-beliau saja, namun juga rakyat jelata alias kaum pribumi.

Hadirnya Medan Prujaji telah disambut hangat oleh bangsa kita, terutama kaum pergerakan yang mendambakan kebebasan mengeluarkan pendapat. Buktinya tidak lama kemudian Tjokroaminoto dari “Sarikat Islam” telah menerbitkan harian Oetoesan Hindia. Nama Samaun (golongan kiri) muncul dengan korannya yang namanya cukup revolusioner yakni Api, Halilintar dan Nyala. Suwardi Suryaningrat alias Ki Hajar Dewantara juga telah mengeluarkan koran dengan nama yang tidak kalah galaknya, yakni Guntur Bergerak dan Hindia Bergerak. Sementara itu di Padangsidempuan, Parada Harahap membuat harian Benih Merdeka dan Sinar Merdeka pada tahun 1918 dan 1922. Dan, Bung Karno pun tidak ketinggalan pula telah memimpin harian Suara Rakyat Indonesia dan Sinar Merdeka di tahun 1926. Tercatat pula nama harian Sinar Hindia yang kemudian diganti menjadi Sinar Indonesia.***

Penulis dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB.

About these ads

33 Responses

  1. macam-macam pers Di Indonesia tu apa aja yah???????
    Please ReepLy

  2. Menurut Todung Mulya Lubis, ada 5 komunitas jurnalis berdasarkan perannya:
    -watchdog
    -Agent of Empowerment
    -Nation Builder
    -Defender of Truth
    -Entertainer

    (from Angela Romano’s Book)

  3. duh kok rumit banget ya kalo mo nyari info bout pers indonesia di jaman jadul. malah ada tugasnya lagi. hhhh…
    andai aja nyari info contoh gambar surat kabar macam vendu nieuws or bataviase der nouvelles ada. gue gak bakal gini. pusingggggggg…..

    van djinx, kalau Anda di Jakarta bisa ke Arsip Nasional di Salemba,
    kalau dekat-dekat Yogya coba hubungi redaksi http://indexpress.net
    barangkali bisa membantu
    good luck!

  4. yang dijelasin hanya peranan nya doang ya,
    bisa gak dilengkapi dgn ciri” pers pada jaman itu dan hubungan nya dengan pemerintah kolonial….
    thax

  5. Ingin baca sejarah 10 perintis pers indonesia dan karya dicari dimana ya?

  6. Mas Eddie, dan rekan-rekan pemerhati sejarah pers,
    kalau anda di Jakarta, datanglah ke peringatan seabad kebangkitan, 20 mei nanti, ada peluncuran dan bedah buku “Tanah Air Bahasa: 100 jejak pers Indonesia”
    Lalu pada 21 mei giliran buku “Seabad Pers Kebangsaan” bertempat di Mata Hari lounge, Jl. Veteran I no.32, Gambir.
    Selama stock mencukupi, bukunya akan dibagikan cuma-cuma.
    Semoga bisa membantu membangkitkan semangat kebangsaan.

  7. RESOLUSI KEBENARAN

    KAMI ATAS NAMA
    KOMANDO BRIGADE URUSAN KEBENARAN INDONESIA
    ( K O B U K I )

    Dengan ini menyatakan Bahwa Prof.DR.KH.Nanang Hariadi (Gus Har ) Cendkiawan Muda penemu huruf JORAB , yaitu kolaborasi 4 Huruf besar dunia , diantaranya Huruf Sangsekerta , Huruf Mongolia, Huruf Arab, Huruf Latin , adalah sosok intelektual muda yang layak untuk dijadikan panutan Para Akademika sementara itu beliau Prof.DR.KH.Nanang Hariadi pembangkit Nasionalis huruf Untuk Republik Indonesia.
    Mengingat Bahwa Indonesia belum mempunyai Huruf sendiri maka dengan sendirinya Nilai-nilai Nasionalisme Masyarakat Indonesia akan menurun , oleh sebab itu kami atas nama Komando Brigade Urusan Kebenaran Indonesia pada Hari ini Tanggal 8 Desember 2007 mengeluarkan Resolusi Kebenaran antara lain:
    Menghimbau Kepada Presiden RI untuk segera mengintruksikan pada segenap Mentrinya agar memberlakukan huruf jorab pada departemen yang di pimpinnya.
    Mewajibkan pada segenap dunia akademika untuk memberlakuhkan pada kampusnya, huruf jorab sebagai huruf Asli Indonesia yang harus di pahami dan di ketahui serta di jadikan karya tulis dan sejenisnya.
    Demikian Resolusi kebenaran kami keluarkan untuk di himbaukan kepada segenap Masyarakat dan Rakyat Indonesia di Seluruh Wilayah Negara kesatuan Republik Indonesia .
    Merdeka ……!

    Jakarta 8 Desember 2007
    Tertanda

    Prof. Dr. M. Atwi Suparman

    Turut Mendeklarasikan Jorab Alphbet

    Prof. Chairuddin P Lubis, D.T.M.&H., SP.A.(K)
    Prof. Dr. Ir. Sumono, M.S.
    Dr. Drs. Subhilhar, M.A.
    dr. Linda Trimurni Maas, M.P.H.
    Prof. Dr. Ir. Sukaria Sinulingga, M.Eng.
    Ir. Isman Nuriadi
    Prof. dr. Darwin Dalimunthe Ph.D.
    Prof. Dr. Ir. T. Chairun Nisa Haris, M.Sc.
    Drs. Ahmad Ridwan Siregar, S.H., M.Lib.
    Prof. dr. Gontar A Siregar, Sp.PD-KGEH.
    Prof. Dr. Runtung, M.Hum., S.H.
    Prof. Ir. Zulkifli Nasution, Ph.D., M.Sc.
    Prof. Dr. Ir. Armansyah Ginting, M.Sc.
    Prof. drg. Ismet Danial Nasution, Ph.D.
    Dr. Syaifuddin, M.A.
    Dr. Eddy Marlianto, M.Sc.
    Prof. Dr. M. Arif Nasution, M.A.
    dr. Ria Masniari, M.Sc.
    Prof. Dr. Sumadio Hadisahputra, Apt.
    Prof. Dr. Ir. A. Rahim Matondang, M.S.I.E.
    Prof. Dr. Ade Fatma Lubis, M.A.F.I.S., M.B.A.
    Prof. Dr. Alvi Syahrin, M.S., S.H.
    Prof. dr. Aman Nasution, M.P.H.
    Prof. Dr. Ir. Asmarlaili Sahar Hanafiah, M.S., D.A.A.
    Prof. Bachtiar Fanani Lubis, Sp.PD-KHOM.
    Prof. Dr. Bismar Nasution, M.H., S.H.
    Prof. Dr. Ir. Bustami Syam, M.S.M.E.
    Prof. Dr. Chalida Fachruddin
    Prof. Dr. Ir. Darwin Sitompul, M.Eng.
    Prof. Dr. Harlem Marpaung
    Prof. dr. Harun Rasyid Lubis, Sp.PD-KGH.
    Prof. Dr. dr. Hasan Syahrir, Sp.S(K).
    Prof. Dr. Ir. Justin A Napitupulu, M.Sc.
    Prof. drg. Lina Natamiharja, S.K.M.
    Prof. Ir. Mangasa Pintor Lumban Tobing
    Prof. dr. Nerseri Barus, M.P.H.
    Prof. Dr. Reynold Kamrol Damanik, Sc. Agr., Dipl. Ing. Agr.
    Prof. dr. Sorimuda Sarumpaet, M.P.H.
    Prof. Sutomo Kasiman, Sp.PD, Sp.J.P.
    Prof. Dr. Tonel Barus
    Prof. Dr. Urip Harahap, Apt.
    dr. Abdul Majid, Sp.PD-KKV.
    Abul Khair, S.H., M.Hum.
    Ir. Armein Arifin Siregar
    drg. Bakri Soeyono
    Prof. dr. Chairul Yoel, Sp.A(K).
    Dra. Dwi Widayati, M.Hum.
    Erwin Abubakar, S.E., M.B.A.
    Drs. Fathur Rahman Harun, M.Si., Apt.
    Ir. Harmein Nasution, M.S.I.E.
    Dr. Ir. Hasanuddin, M.S.
    Dr. Drs. Iskandar Zulkarnain, M.Si.
    Drs. Jonner Hasugian, M.Si.
    Dra. Jumirah, M.Kes., Apt.
    Dra. Komariah Pandia, M.Si.
    Ir. Lahmuddin Lubis, M.P.
    Dr. Ramli, M.S., S.E.
    drg. Saidina Hamzah Daliemunthe, Sp.Perio.
    Dr. Drs. Surya Utama, M.S.
    Drs. Syahron Lubis, M.A.
    Ir. Tanib Sembiring Tjolia, M.Eng.
    Ir. Thomson Sebayang, M.S.P.
    drg. Wilda Hafni Lubis, M.Si.
    Drs. Zulkifli, M.A.
    Dr. Drs. Surya Utama, M.S.
    Dra. Lina Sudarwati, M.Si.
    Prof. Dr. dr. Syahril Pasaribu, D.T.M.&H.C.T.M., Sp.A(K).
    Prof. Dr. Ir. Darma Bakti, M.S.
    Drs. Abd. Jalil Amri Arma, M.Kes.
    Armansyah, S.H., M.Hum.
    Dr. Budiman Ginting, S.H., M.Hum.
    Drs. Agus Salim Harahap, M.Si.
    Dr. Rumondang Bulan, M.S.
    dr. Aldy Safruddin Rambe, Sp.S.Prof. Dr. Ir. J)ustin Alfred Napitupulu, M.Sc. (Ketua merangkap anggota
    Prof. Dr. H.R. Brahmana, M.Sc. (Sekretaris merangkap anggota)
    Prof. Chairuddin P. Lubis, D.T.M.&H., Sp.A.(K) (Anggota)
    Prof. A.T. Barus, M.Sc. (Anggota)
    Prof. Dr. M. Solly Lubis, S.H. (anggota)
    Prof. dr. Yasmeini Yazir (Anggota)
    Prof. Dr. Ir. Abu Dardak, M.Sc. (Anggota)
    Prof. Bachtiar Hassan Miraza, S.E. (Anggota)
    Prof. Moenaf Hamid Regar, M.A.Sc. (Anggota)
    Prof. Muhammad Abduh, S.H. (Anggota)
    Prof. dr. Harun Rasyid Lubis, Sp.PD, K-GH (Anggota)
    Prof. Dr.dr. Namyo Odjahan Hutapea, Sp.KK(K) (Anggota)
    Prof. dr. Rozaini Nasution, S.K.M. (Anggota)
    Prof. Dr. S.S. Brahmana (Anggota)
    Prof. Chainur Arrasyid, S.H. (Anggota)
    Prof. dr. Habibah Hanum Nasution, Sp.PD, Kpsi (Anggota)
    Prof. dr. Bachtiar Fanani Lubis, Sp.PD, KHOM (Anggota)
    Prof. dr. T. Renardi Harun, M.P.H, Sp.PD (Anggota)
    Prof. dr. Aslim D. Sihotang, Sp.M (Anggota)
    Prof. Soegiarti Pitojo, drg. (Anggota)
    Prof. Ir. M.P.L. Tobing (Anggota)
    Prof. dr. Djafar Siddik, Sp. OG(K) (Anggota)
    Prof. Dr. Amrin Fauzi (Anggota)
    Prof. Dr. Herman Mawengkang (Anggota)
    Prof. Sanwani Nasution, S.H. (Anggota)
    Prof. Dr. Rasinta Tarigan, drg., Sp.KG (Anggota)
    Prof. Dr. Ir. Asmarlaili Sahar Hanafiah, M.S., D.A.A. (Anggota)
    Prof. Dr. Ir. Kelin Tarigan, M.S. (Anggota)
    Prof. dr. Gani W. Tambunan, Sp.PA (Anggota)
    Prof. Dr. Ir. Jamuda Marulitua Sitanggang, M.S. (Anggota)
    Prof. Dr. Ir. Beater Sengli Janus Damanik, M.Sc. (Anggota)
    Prof. Dr. Ir. Firman Malem Ukur Tamboen, M.Eng. (Anggota
    Prof. Dr. Harlem Marpaung (Anggota)
    Prof. Dr. Tonel Barus (Anggota)
    Prof. Dr. Ir. Chairun Nisa B., M.Sc. (Anggota)
    Prof. dr. Bistok Saing, Sp. A(K) (Anggota)
    Prof. Dr. Ir. Zulkifli Lubis, M.App.Sc (Anggota)
    Prof. dr. Rusdidjas, Sp. A(K) (Anggota)
    Prof. Dr. Ir. T.M. Hanafiah Oelim, D.A.A. (Anggota)
    Prof. Bahren Umar Siregar, Ph.D (Anggota)
    Prof. Abdullah Yacob Hasibuan (Anggota)
    Prof. dr. H. Amar Singh, Sp.KF (Anggota)
    Prof. Ismet Danial Nasution, drg., Ph.D (Anggota)
    Prof. dr. Sutomo Kasiman, Sp.PD., Sp.UP(K) (Anggota)
    Prof. dr. Diana Nasution, Sp.KK(K) (Anggota)
    Prof. dr. Hamonangan Hutapea, Sp.OG(K) (Anggota)
    Prof. Dr. Ny. R.A.Harlinah Sumirah Prayitno, M.Sc. (Anggota)
    Prof. Dr. Ir. Darwin Sitompul, M.Eng. (Anggota)
    Prof. Warsani, S.H. (Anggota)
    Prof. H.T.Syamsul Bahri, S.H. (Anggota)

    Muhammad Imral Nasution (Ketua merangkap anggota)
    Prof. Dr. Alvi Syahrin, S.H., M.S. (Sekretaris merangkap anggota)
    Prof. Dr. Bambang Sudibio (Anggota, Menteri Pendidikan Nasional R.I.)
    Drs. Rudolf Pardede (Anggota, Gubernur Sumatera Utara)
    Prof. Chairuddin P. Lubis, D.T.M.&H., Sp.A.(K) (Anggota, Rektor USU)
    Drs. Abdillah, M.B.A., AK (Anggota, Walikota Medan)
    Jend. T.N.I. (Purn.) Agum Gumelar (Anggota)
    Surya Mertjoe/Tjoe Min Fat (Anggota)
    Sukanto Tanoto (Anggota)
    Edward H. Silitonga (Anggota)
    Edwin Bingei Purba Siboro (Anggota)
    Ir. Darori, M.M. (Anggota)
    dr. Darwan M. Purba, Sp.M. (Anggota)
    Ir. Dahlan Harahap, (Anggota)
    Prof. Bachtiar Fanani Lubis, Sp.P.D., K.H.O.M. (Anggota)
    Prof. Sutomo Kasiman, Sp.P.D., Sp.J.P. (Anggota)
    Prof. Dr. Ir. Darwin Sitompul, M.Eng. (Anggota)
    Prof. Dr. Urip Harahap, Apt. (Anggota)
    Prof. Dr. Ir. Darma Bakti, M.S. (Anggota)
    drg. Saidina Hamzah Daliemunthe, Sp.Perio. (Anggota)
    Ir. Harmein Nasution

  8. mo tanya donk!! bener ga klo pada masa orde lama,pers mahasiswa itu adalah pers bumper yang melindungi pers yang sesungguhnya????? klu ada artikelna,bleh minta ga????

  9. klo boleh nayak apasih masa revolusi? please di jawab ya… thank’s

  10. saya punya niatan skripsi tentang pers indonesia dari masa ke masa. ada ide untuk bantu?

  11. Risa, anda bisa ke Newseum, jl.Veteran I no.32, Jakarta Pusat, atau email dulu ke salah satu pengurusnya pejuangrs@gmail.com

  12. hai… mo tanya donk…..
    kalaw pers yang ada di zaman demokrasi terpimpin gimana ce ?????
    tolong minta artikelnya donk ????
    Tolong ya……………………..!!!!!!!!!!!!!

  13. apa saja fungsi dan peranan pers pada masa penjajahan belanda,jepang,dan pada masa kemerdekaan bagi rakyat indonesia?

  14. dengan di cabutnya ordonasi pembredelan pers belanda, pemerintah indonesia mengganti pengaturan dengan dikeluarkanya Undang-Undang no . . . . .??????

    A. 64 Tahun 1957
    B. 64 Tahun 1947
    C. 74 Tahun 1957
    D. 54 Tahun 1947
    E. 34 Tahun 1947

    kasih tau jawabannya ya??????

  15. pada zaman belanda terdapat ordonasi pembredelan pers yaitu pada yahun . . . . . ????????

    A. 1931-1932
    B.1941-1942
    C.1921-1932
    D.1922-1931
    E.1931-1842

    kasih tau jawabannya ya?????????

  16. bagaimana kehidupan pers di Indonesia zaman sekarang???

  17. apa aja sih surat kabar yang terbit pada masa
    1.pergerakan
    2.penjajahan jepang
    3.masa revolusi fisik

  18. heee
    jangan macam2

  19. Mohon izin saya engkopi tulisan ini untuk bahan tulisan dan bahan ajar, trims.

  20. Numpang tanya…
    Sbnarya arti pers tu pa sih?
    & sjak kpn & d mn dunia pers d mujai?

  21. bagaimana sih keadaan pers di zaman revormasi pd sekarang ini sih??????????????????????????????????????????????????????
    jwbYYYYYYYYYYYYYYYYYYY

  22. thanks smoga bermanfaat,,,

  23. kok ga da bedanya berita zaman dulu ama sekarang sich???

  24. apa sih yang di lakukan pers untuk mendapatkan informasi yang akurat………?

  25. nama-nama surat kabar versi bahasa indonesia
    selama masa penjajahan belanda apa ya???

    *bingung* *bingung* *bingung*

  26. Ijin Copas ya, saya sertakan sumber kutipannya juga. trima kasih

  27. [...] “Pers Indonesia dari Zaman Hindia Belanda Sampai Masa Revolusi: ‘Medan Prijaji‘, Koran Politik P…“ oleh Haryadi Suadi. [...]

  28. [...] “Pers Indonesia dari Zaman Hindia Belanda Sampai Masa Revolusi: ‘Medan Prijaji‘, Koran Politik P…“ oleh Haryadi Suadi. [...]

  29. trims. Pak atas informnya. .
    Saya jadi ingin bertemu anda jika saya lolos untk undangan ke ITB.

  30. Fatimah malik ar’asy.http://www.abdulmalikarasy.wordpress.com minta bantuan pencarian arsip.untuk kemenangan fatimah

  31. I am in fact thankful to the holder of this web page who has shared this enormous piece of writing at at this place.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: